alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Dua Bulan Juru Parkir Tak Dibayar

SUMENEP – Puluhan juru parkir (jukir) di Kabupaten Sumenep mengeluh. Pasalnya, sudah dua bulan mereka tidak dibayar. Terlambatnya pembayaran upah tersebut terjadi sejak Januari.

Salah seorang jukir, Sudirman, 59, mengaku tidak tahu penyebabnya. Tapi, sejak Januari, dinas perhubungan (dishub) tidak mencairkan upahnya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia pinjam kepada tetangga dan bank.

Selain kebutuhan hidup, dia harus membiayai pendidikan anaknya. ”Anak saya dua kuliah dan hanya mengandalkan bapaknya ini untuk mencukupi kebutuhan. Ya terpaksa saya utang ke sana-sini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat ini di Sumenep ada sekitar 87 jukir yang aktif. Tahun lalu jumlahnya sekitar 70 orang. Namun, akhir tahun lalu, dishub kembali menambah jukir 17 orang.

Baca Juga :  DPRD Minta Sopir Bus Dites Urine

Dalam sebulan, mereka dibayar Rp 600 ribu. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dari upah minimum kabupaten (UMK) yang senilai Rp 1.645.146. ”Sudah upah kecil, telat lagi. Tambah susah hidup sekarang,” keluh Sudirman.

Dia mengaku telah mencoba berkomunikasi dengan pihak dishub mengenai kecilnya upah jukir. Dishub berjanji akan menaikkannya. Yakni, dari Rp 600 ribu menjadi Rp 700 ribu. ”Naik Rp 100 ribu,” terangnya.

Dikonfirmasi menganai hal itu, Kepala Dishub Sumenep Sustono menerangkan, keterlambatan pembayaran upah jukir disebabkan pejabat pengadaan di dishub mengundurkan diri.

”Keterlambatan turunnya insentif atau upah untuk jukir itu akibat adanya pejabat pengadaan yang mengundurkan diri. Akhirnya, kami harus mencari pengganti yang memiliki kompetensi dalam bidang yang sama,” jelasnya.

Baca Juga :  PemkabĀ Sumenep Sediakan Listrik Warga Kepulauan

Pada awal Februari lalu, pihaknya  baru mendapat pengganti. Sustono berjanji, akhir bulan ini upah jukir bisa dicairkan. ”Insya Allah akhir bulan ini sudah bisa dibayarkan karena kami sudah mendapat pengganti,” terangnya.

Sustono juga membenarkan adanya rencana penambahan jumlah upah untuk jukir. Menurut dia, rendahnya upah jukir disebabkan pemkab belum mampu. Apalagi menyamai UMK.

”Kalau pemberian upah sesuai UMK, itu bergantung pada keuangan pemkab. Sebenarnya kami juga ingin memberikan upah sesuai degan UMK, tapi keuangan kami belum cukup,” pungkasnya.

 

 

 

 

SUMENEP – Puluhan juru parkir (jukir) di Kabupaten Sumenep mengeluh. Pasalnya, sudah dua bulan mereka tidak dibayar. Terlambatnya pembayaran upah tersebut terjadi sejak Januari.

Salah seorang jukir, Sudirman, 59, mengaku tidak tahu penyebabnya. Tapi, sejak Januari, dinas perhubungan (dishub) tidak mencairkan upahnya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia pinjam kepada tetangga dan bank.

Selain kebutuhan hidup, dia harus membiayai pendidikan anaknya. ”Anak saya dua kuliah dan hanya mengandalkan bapaknya ini untuk mencukupi kebutuhan. Ya terpaksa saya utang ke sana-sini,” ungkapnya.


Dia menjelaskan, saat ini di Sumenep ada sekitar 87 jukir yang aktif. Tahun lalu jumlahnya sekitar 70 orang. Namun, akhir tahun lalu, dishub kembali menambah jukir 17 orang.

Baca Juga :  Yenny Wahid: Kita Harus Berjuang untuk Para Ulama dan Kiai

Dalam sebulan, mereka dibayar Rp 600 ribu. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dari upah minimum kabupaten (UMK) yang senilai Rp 1.645.146. ”Sudah upah kecil, telat lagi. Tambah susah hidup sekarang,” keluh Sudirman.

Dia mengaku telah mencoba berkomunikasi dengan pihak dishub mengenai kecilnya upah jukir. Dishub berjanji akan menaikkannya. Yakni, dari Rp 600 ribu menjadi Rp 700 ribu. ”Naik Rp 100 ribu,” terangnya.

Dikonfirmasi menganai hal itu, Kepala Dishub Sumenep Sustono menerangkan, keterlambatan pembayaran upah jukir disebabkan pejabat pengadaan di dishub mengundurkan diri.

”Keterlambatan turunnya insentif atau upah untuk jukir itu akibat adanya pejabat pengadaan yang mengundurkan diri. Akhirnya, kami harus mencari pengganti yang memiliki kompetensi dalam bidang yang sama,” jelasnya.

Baca Juga :  Lampu PJU Kota Padam Seminggu, DPRD Sumenep Janji Panggil Dishub

Pada awal Februari lalu, pihaknya  baru mendapat pengganti. Sustono berjanji, akhir bulan ini upah jukir bisa dicairkan. ”Insya Allah akhir bulan ini sudah bisa dibayarkan karena kami sudah mendapat pengganti,” terangnya.

Sustono juga membenarkan adanya rencana penambahan jumlah upah untuk jukir. Menurut dia, rendahnya upah jukir disebabkan pemkab belum mampu. Apalagi menyamai UMK.

”Kalau pemberian upah sesuai UMK, itu bergantung pada keuangan pemkab. Sebenarnya kami juga ingin memberikan upah sesuai degan UMK, tapi keuangan kami belum cukup,” pungkasnya.

 

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/