alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

Diterjang Puting Beliung, Gedung MI Roboh

SUMENEP – Angin puting beliung kembali melanda wilayah Sumenep. Angin puting beliung mengamuk di Pulau Sepangkur Besar, Desa Sabuntan, Kecamatan/Pulau Sapeken. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 kemarin (22/1) itu mengakibatkan bangunan madrasah ibtidaiyah (MI) di Pondok Pesantren Nurul Islam rusak parah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam KH Tohayan Nur Masyhuri menjelaskan, kerusakan yang terjadi di gedung MI tersebut hampir meliputi keseluruhan bangunan. Mulai atap, dinding, hingga perabotan di dalam bangunan. ”Dari empat ruangan, dua ruang kelas rata dengan tanah,” jelasnya.

Sebelum terjadi angin puting beliung, wilayah Pulau Sepangkur Besar dilanda hujan lebat sejak tengah malam. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Selain itu, kegiatan belajar mengajar di MI Nurul Islam akan dipindah ke tempat lain untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Angin Puyuh Sapu Kota Sumenep, 25 Rumah Rusak dan 8 Pohon Tumbang

”Semuanya hancur. Kursi, meja, lemari, semuanya rusak. Lalu, yang dua kelas lagi tidak ditempati karena berbahaya untuk anak-anak,” ungkapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi memastikan tidak ada bangunan lain yang rusak akibat amukan angin puting beliung tersebut. Pihaknya berjanji akan membantu proses rehabilitasi dan perbaikan gedung MI itu.

”Karena itu pondok pesantren, nanti kami usulkan bantuan stimulan untuk rehabilitasi sesuai ketentuan. Tinggal menunggu permohonan dari pengasuh sebagai dasar,” katanya.

SUMENEP – Angin puting beliung kembali melanda wilayah Sumenep. Angin puting beliung mengamuk di Pulau Sepangkur Besar, Desa Sabuntan, Kecamatan/Pulau Sapeken. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 kemarin (22/1) itu mengakibatkan bangunan madrasah ibtidaiyah (MI) di Pondok Pesantren Nurul Islam rusak parah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam KH Tohayan Nur Masyhuri menjelaskan, kerusakan yang terjadi di gedung MI tersebut hampir meliputi keseluruhan bangunan. Mulai atap, dinding, hingga perabotan di dalam bangunan. ”Dari empat ruangan, dua ruang kelas rata dengan tanah,” jelasnya.

Sebelum terjadi angin puting beliung, wilayah Pulau Sepangkur Besar dilanda hujan lebat sejak tengah malam. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Selain itu, kegiatan belajar mengajar di MI Nurul Islam akan dipindah ke tempat lain untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Rekan Seprofesi Meninggal karena Murid, Honorer Turun Jalan

”Semuanya hancur. Kursi, meja, lemari, semuanya rusak. Lalu, yang dua kelas lagi tidak ditempati karena berbahaya untuk anak-anak,” ungkapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi memastikan tidak ada bangunan lain yang rusak akibat amukan angin puting beliung tersebut. Pihaknya berjanji akan membantu proses rehabilitasi dan perbaikan gedung MI itu.

”Karena itu pondok pesantren, nanti kami usulkan bantuan stimulan untuk rehabilitasi sesuai ketentuan. Tinggal menunggu permohonan dari pengasuh sebagai dasar,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/