alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Baru Dibangun, LPJU Rp 4,2 M Tak Menyala

SUMENEP – Pembangunan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Jalan Raya Sumenep–Pamekasan baru saja selesai. Proyek tersebut menelan dana sekitar Rp 4,2 miliar. Yakni, untuk pengadaan dan pemasangan tiang oktagonal lengkap dengan kabel, lampu, dan lain-lain.

Akan tetapi, meski baru dibangun, banyak LPJU tidak menyala. Pantauan RadarMadura.id, sederet lampu di Kecamatan Saronggi tidak menyala Kamis malam (20/12). Lampu yang mati mulai dari area tambak garam Nambakor hingga sekitar kantor Kecamatan Saronggi.

Salah seorang warga yang melintas di area tersebut Mohammad Hafidz, 31, mengaku heran dengan matinya LPJU. Sebab, beberapa waktu lalu LPJU di area itu masih menyala. Dia tidak tahu sejak kapan LPJU tersebut mati. ”Heran saja, baru dipasang kok sudah mati,” kata Hafidz kepada RadarMadura.id.

Baca Juga :  Tanggulangi Banjir, Pemerintah Bangun Drainase

Hafidz berharap dinas perhubungan (dishub) segera memperbaiki LPJU yang mati. Sebab, jalur tersebut sangat ramai kendaraan. Bahkan, tak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas. ”Kalau tidak segera diperbaiki, tentu merugikan masyarakat yang sering lewat di jalur itu,” tegasnya.

Kabid Pengembangan dan Keselamatan Pekerja Dishub Sumenep Edy Purwanto mengaku sudah mengetahui matinya LPJU tersebut. Bahkan, dia melihat langsung dini hari Jumat (21/12) saat perjalanan pulang dari Surabaya.

”Rencananya saya mau turun, mau ngecek langsung. Tapi karena saya naik travel, saya tidak bisa turun,” jelas Edy.

Menurut Edy, matinya LPJU di Saronggi bukan karena kerusakan sarananya. Melainkan, hanya karena kesalahan pengaturan timer. Atau bisa juga karena saklarnya bergeser ke off.

Baca Juga :  Warisan Budaya Dapat Topang Ekonomi Warga

Hal itu diyakini karena yang mati satu ruas jalan. Seandainya mati satu-satu, diperkirakan ada yang rusak. ”Kalau misalnya ada yang hidup dan ada yang mati, berarti ada kerusakan,” katanya. ”Tapi, yang di Nambakor itu kan satu area, jadi paling karena timer saja,” tegasnya.

Pihaknya berjanji segera memperbaiki timer LPJU yang mati tersebut. Ada tim yang akan diturunkan ke lapangan untuk mengecek dan memperbaiki. ”Akan kami perbaiki,” janjinya.


 

- Advertisement -

SUMENEP – Pembangunan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Jalan Raya Sumenep–Pamekasan baru saja selesai. Proyek tersebut menelan dana sekitar Rp 4,2 miliar. Yakni, untuk pengadaan dan pemasangan tiang oktagonal lengkap dengan kabel, lampu, dan lain-lain.

Akan tetapi, meski baru dibangun, banyak LPJU tidak menyala. Pantauan RadarMadura.id, sederet lampu di Kecamatan Saronggi tidak menyala Kamis malam (20/12). Lampu yang mati mulai dari area tambak garam Nambakor hingga sekitar kantor Kecamatan Saronggi.

Salah seorang warga yang melintas di area tersebut Mohammad Hafidz, 31, mengaku heran dengan matinya LPJU. Sebab, beberapa waktu lalu LPJU di area itu masih menyala. Dia tidak tahu sejak kapan LPJU tersebut mati. ”Heran saja, baru dipasang kok sudah mati,” kata Hafidz kepada RadarMadura.id.

Baca Juga :  Pemkab Kenalkan Kucing Busok ke Dunia International

Hafidz berharap dinas perhubungan (dishub) segera memperbaiki LPJU yang mati. Sebab, jalur tersebut sangat ramai kendaraan. Bahkan, tak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas. ”Kalau tidak segera diperbaiki, tentu merugikan masyarakat yang sering lewat di jalur itu,” tegasnya.

Kabid Pengembangan dan Keselamatan Pekerja Dishub Sumenep Edy Purwanto mengaku sudah mengetahui matinya LPJU tersebut. Bahkan, dia melihat langsung dini hari Jumat (21/12) saat perjalanan pulang dari Surabaya.

”Rencananya saya mau turun, mau ngecek langsung. Tapi karena saya naik travel, saya tidak bisa turun,” jelas Edy.

Menurut Edy, matinya LPJU di Saronggi bukan karena kerusakan sarananya. Melainkan, hanya karena kesalahan pengaturan timer. Atau bisa juga karena saklarnya bergeser ke off.

Baca Juga :  Sabet KPI Awards 2020, Pemkab Sumenep Ucapkan Selamat kepada Kompas TV

Hal itu diyakini karena yang mati satu ruas jalan. Seandainya mati satu-satu, diperkirakan ada yang rusak. ”Kalau misalnya ada yang hidup dan ada yang mati, berarti ada kerusakan,” katanya. ”Tapi, yang di Nambakor itu kan satu area, jadi paling karena timer saja,” tegasnya.

Pihaknya berjanji segera memperbaiki timer LPJU yang mati tersebut. Ada tim yang akan diturunkan ke lapangan untuk mengecek dan memperbaiki. ”Akan kami perbaiki,” janjinya.


 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/