alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Kerugian Akibat Puting Beluing Capai Rp 88,5 Juta

SUMENEP – Bencana puting beliung yang melanda beberapa desa pada Senin (20/11) menyebabkan banyak kerugian. Sapuan angin puyuh itu mengakibatkan 90 rumah warga rusak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 88.500.000.

Peristiwa itu terjadi di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota serta Desa Marengan Laok dan Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget. Kerusakan sebagian besar terjadi pada bagian atap. Satu di antara puluhan rumah yang rusak harus renovasi total.

Enam rumah mengalami rusak berat dan sebelas rumah rusak sedang. Sementara sisanya sekitar 72 rumah mengalami rusak ringan. Selain mendata, petugas dari polres juga membantu warga melakukan evakuasi material rumah yang berserakan. Sebab saat puting beliung terjadi, banyak material atap rumah beterbangan.

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian sesaat setelah kejadian. Polisi langsung melakukan kesiagaan menjaga keamanan. Terutama saat listrik padam.

Baca Juga :  IPM di Kota Sumekar Mengalami Tren Positif

Selain itu, polisi langsung mengamankan dan menertibkan jalur lalu lintas. ”Ini bencana alam yang harus segera ditangani. Pasca kejadian kita langsung melakukan pengamanan di lokasi,” ucapnya Selasa (21/11).

Kerusakan rumah banyak terjadi di bagian atap. Jika dikalkulasi, harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk memperbaiki rumah. Khususnya di wilayah keluarga miskin.

Suaidi, 35, warga Desa Kertasada mengaku perbaikan harus ditanggung sendiri. Sebab warga tidak bisa terlalu berharap terhadap bantuan pemerintah. ”Semua kerusakan sudah pasti kita yang memperbaikinya sendiri,” ucapnya.

SUMENEP – Bencana puting beliung yang melanda beberapa desa pada Senin (20/11) menyebabkan banyak kerugian. Sapuan angin puyuh itu mengakibatkan 90 rumah warga rusak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 88.500.000.

Peristiwa itu terjadi di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota serta Desa Marengan Laok dan Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget. Kerusakan sebagian besar terjadi pada bagian atap. Satu di antara puluhan rumah yang rusak harus renovasi total.

Enam rumah mengalami rusak berat dan sebelas rumah rusak sedang. Sementara sisanya sekitar 72 rumah mengalami rusak ringan. Selain mendata, petugas dari polres juga membantu warga melakukan evakuasi material rumah yang berserakan. Sebab saat puting beliung terjadi, banyak material atap rumah beterbangan.


Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian sesaat setelah kejadian. Polisi langsung melakukan kesiagaan menjaga keamanan. Terutama saat listrik padam.

Baca Juga :  Generasi Milenial Harus Ukir Prestasi

Selain itu, polisi langsung mengamankan dan menertibkan jalur lalu lintas. ”Ini bencana alam yang harus segera ditangani. Pasca kejadian kita langsung melakukan pengamanan di lokasi,” ucapnya Selasa (21/11).

Kerusakan rumah banyak terjadi di bagian atap. Jika dikalkulasi, harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk memperbaiki rumah. Khususnya di wilayah keluarga miskin.

Suaidi, 35, warga Desa Kertasada mengaku perbaikan harus ditanggung sendiri. Sebab warga tidak bisa terlalu berharap terhadap bantuan pemerintah. ”Semua kerusakan sudah pasti kita yang memperbaikinya sendiri,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/