27.6 C
Madura
Sunday, June 4, 2023

Desa Longos tanpa Bidan, Layanan Kesehatan Tak Maksimal

SUMENEP – Keseriusan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep dalam memeratakan program kesehatan perlu dipertanyakan. Terbukti, Desa Longos, Kecamatan Gapura, tidak ada bidan desa hingga Selasa (21/11). Warga kebingungan mendapatkan pelayanan kesehatan jika mendesak.

Tidak sedikit warga setempat harus berobat di desa lain. Tidak adanya bidan desa, pemerintah tidak bisa mendeteksi perkembangan kesehatan masyarakat. Terutama kesehatan ibu hamil dan bayi yang seharusnya dilakukan pemeriksaan secara bertahap.

Koordinator Komunitas Sumenep Berbagi (KSB) Ferry Saputra mengungkapkan, jika tidak ada bidan desa, kesehatan masyarakat tidak tertangani secara cepat. ”Kami baru mengetahui jika tidak ada bidan desa. Itu setelah kami mendeteksi adanya anak yang mengalami masalah pada bagian tubuhnya, yakni Abdul Jalil yang masih berusia 18 bulan,” katanya.

Baca Juga :  Penempatan Bidan Desa Tak Merata

Menurut dia, tidak adanya bidan desa menyulitkan masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan. Seperti yang dirasakan keluarga Abdul Jalil. ”Kami prihatin dengan kondisi masyarakat di sana. Kami harap pemerintah segera mendistribusikan bidan desa. Sehingga kesehatan masyarakat terkontrol,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan bidan desa sangat penting. Selain bisa melayani masyarakat dengan cepat, juga memberikan informasi ke dinkes. Jika ada masalah di tingkat desa, bisa segera ditangani. Kepala Dinkes Sumenep A. Fatoni tidak memberikan keterangan soal ini meski berusaha dikonfirmasi. 

SUMENEP – Keseriusan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep dalam memeratakan program kesehatan perlu dipertanyakan. Terbukti, Desa Longos, Kecamatan Gapura, tidak ada bidan desa hingga Selasa (21/11). Warga kebingungan mendapatkan pelayanan kesehatan jika mendesak.

Tidak sedikit warga setempat harus berobat di desa lain. Tidak adanya bidan desa, pemerintah tidak bisa mendeteksi perkembangan kesehatan masyarakat. Terutama kesehatan ibu hamil dan bayi yang seharusnya dilakukan pemeriksaan secara bertahap.

Koordinator Komunitas Sumenep Berbagi (KSB) Ferry Saputra mengungkapkan, jika tidak ada bidan desa, kesehatan masyarakat tidak tertangani secara cepat. ”Kami baru mengetahui jika tidak ada bidan desa. Itu setelah kami mendeteksi adanya anak yang mengalami masalah pada bagian tubuhnya, yakni Abdul Jalil yang masih berusia 18 bulan,” katanya.


Baca Juga :  Warga Pulau Raas Disuruh Kejar ke Pulau Sapudi

Menurut dia, tidak adanya bidan desa menyulitkan masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan. Seperti yang dirasakan keluarga Abdul Jalil. ”Kami prihatin dengan kondisi masyarakat di sana. Kami harap pemerintah segera mendistribusikan bidan desa. Sehingga kesehatan masyarakat terkontrol,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan bidan desa sangat penting. Selain bisa melayani masyarakat dengan cepat, juga memberikan informasi ke dinkes. Jika ada masalah di tingkat desa, bisa segera ditangani. Kepala Dinkes Sumenep A. Fatoni tidak memberikan keterangan soal ini meski berusaha dikonfirmasi. 

Artikel Terkait

Most Read

Fabiano Optimistis Finis 3 Besar

Empat Tahun Tujuh Sekolah Ambruk

Tim Polres Sigap Tangani Covid-19

Artikel Terbaru

/