alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi

SUMENEP – Bencana alam tidak hanya perpotensi terjadi di wilayah daratan Sumenep. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi gelombang maksimal di perairan Bumi Sumekar. Selasa (21/11), BMKG Kalianget mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai ancaman gelombang laut.

BMKG meramalkan potensi kenaikan gelombang laut maksimum antara 21 sampai 23 November. Gelombang maksimal ini disebabkan karena angin kencang, salah satunya puting beliung. Bahaya angin puting beliung bukan hanya jika terjadi di daratan, tapi juga di lautan,” ungkap pengamat meteorologi BMKG Kalianget Agus Arif Rakhman.

Agus mengungkapkan, ketinggian gelombang di Laut Jawa beberapa hari ini berada di kisaran 1,3–2,5 meter. Kecepatan angin dapat mencapai 45 kilometer per jam di Laut Jawa dan 50 kilometer per jam di selatan Jawa Timur. Tinggi gelombang dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Jalani Kuretase Pakai JKN-KIS, Harira Tegaskan Tak Ada Biaya Tambahan

Perubahan tersebut, kata Agus, dapat disebabkan karena badai di laut lepas. Kalau ada badai atau angin puting beliung di laut lepas, gelombang laut dapat mencapai tiga meter atau lebih. Ketinggian gelombang sangat dipengaruhi oleh kecepatan angin. ”Tinggi gelombang laut maksimum tergantung dari kecepatan angin,” ungkapnya.

Dengan kondisi cuaca seperti saat ini, bencana alam seperti puting beliung sangat mungkin terjadi. Dia juga memprediksi hujan lebat disertai angin kencang masih akan terus melanda wilayah Sumenep hingga beberapa hari ke depan. ”Hujan lebat dan angin kencang masih akan terus terjadi hingga 24 November. Potensi terjadinya puting beliung masih ada,” jelasnya.

Dia berharap, masyarakat yang tinggal di daerah pesisir selalu waspada. Sebab, daerah terbuka dan berada di kawasan pesisir sangat berpotensi untuk diterjang angin puting beliung. Dia juga berharap agar para nelayan waspada.

Baca Juga :  Gubernur Pastikan Stok Pangan Aman

SUMENEP – Bencana alam tidak hanya perpotensi terjadi di wilayah daratan Sumenep. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi gelombang maksimal di perairan Bumi Sumekar. Selasa (21/11), BMKG Kalianget mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai ancaman gelombang laut.

BMKG meramalkan potensi kenaikan gelombang laut maksimum antara 21 sampai 23 November. Gelombang maksimal ini disebabkan karena angin kencang, salah satunya puting beliung. Bahaya angin puting beliung bukan hanya jika terjadi di daratan, tapi juga di lautan,” ungkap pengamat meteorologi BMKG Kalianget Agus Arif Rakhman.

Agus mengungkapkan, ketinggian gelombang di Laut Jawa beberapa hari ini berada di kisaran 1,3–2,5 meter. Kecepatan angin dapat mencapai 45 kilometer per jam di Laut Jawa dan 50 kilometer per jam di selatan Jawa Timur. Tinggi gelombang dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Rencana Pelayaran Perintis Batal Akibat Pandemi

Perubahan tersebut, kata Agus, dapat disebabkan karena badai di laut lepas. Kalau ada badai atau angin puting beliung di laut lepas, gelombang laut dapat mencapai tiga meter atau lebih. Ketinggian gelombang sangat dipengaruhi oleh kecepatan angin. ”Tinggi gelombang laut maksimum tergantung dari kecepatan angin,” ungkapnya.

Dengan kondisi cuaca seperti saat ini, bencana alam seperti puting beliung sangat mungkin terjadi. Dia juga memprediksi hujan lebat disertai angin kencang masih akan terus melanda wilayah Sumenep hingga beberapa hari ke depan. ”Hujan lebat dan angin kencang masih akan terus terjadi hingga 24 November. Potensi terjadinya puting beliung masih ada,” jelasnya.

Dia berharap, masyarakat yang tinggal di daerah pesisir selalu waspada. Sebab, daerah terbuka dan berada di kawasan pesisir sangat berpotensi untuk diterjang angin puting beliung. Dia juga berharap agar para nelayan waspada.

Baca Juga :  Optimistis Target PAD Terpenuhi
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/