alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Sumenep–Pagerungan Rp 250 Ribu

SUMENEP – Pesawat Susi Air telah melakukan penerbangan perdana untuk route familirization ke bandara khusus Pagerungan, Rabu (18/9). Rencananya, maskapai penerbangan perintis tersebut mulai membawa penumpang pada Rabu (25/9).

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono menyampaikan, pada 2019 pesawat perintis Susi Air hanya mendapat empat izin rute penerbangan. Awalnya hanya untuk rute Surabaya–Bawean dan Bawean–Sumenep. Kemudian Surabaya–Karimun terbang dua kali dalam sepekan.

Untuk membuka rute penerbangan Sumenep–Pagerungan, satu rute penerbangan sebelumnya dihapus. Yakni untuk Surabaya–Karimun dikurangi menjadi satu kali penerbangan dalam sepekan. Izin rute tersebut dialihkan untuk membuka penerbangan ke bandara khusus Pagerungan.

”Jadi kami alihkan untuk penerbangan Sumenep–Pagerungan. Sebab, animo masyarakat dari Karimun–Surabaya juga kurang,” ungkapnya kemarin (21/9).

Baca Juga :  Pemdes Jangkong Utamakan Layanan Masyarakat

Di luar rute tersebut pesawat tidak boleh melayani penerbangan. Sebab, hanya memiliki empat izin rute saja. Indra memaparkan, panjang landasan udara bandara khusus Pagerungan 930 meter dengan lebar 30 meter. Dia mengklaim kondisinya saat ini masih bagus dan siap pakai untuk melayani penerbangan umum.

Pesawat yang akan melayani rute Sumenep–Pagerungan berjenis Cessna Grand Caravan dengan kapasitas 12 kursi termasuk pilot dan co-pilot. Untuk tiket, besaran yang diajukan antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu.

”Intinya agar bisa dijangkau masyarakat. Tiket selain bisa dipesan secara online, juga bisa melalui Bandara Trunojoyo dan bandara khusus Pagerungan,” terang Indra.

Dia menjelaskan, estimasi kedatangan calon penumpang ke bandara minimal satu jam sebelum keberangkatan untuk check point. Mengingat ground time Susi Air di Bandara Trunojoyo hanya 15 menit. Begitu juga di bandara khusus Pagerungan. Untuk waktu tempuh rute Sumenep–Pagerungan diperkirakan sekitar satu jam.

Baca Juga :  Mei Penerbangan Bisa Setiap Hari Lagi

Indra berharap pelayanan penerbangan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Khususnya untuk wilayah kepulauan di Sumenep. Jika minat masyarakat tinggi, tidak menutup kemungkinan tahun depan akan kembali diajukan penambahan jadwal penerbangan. Yakni, dua kali atau tiga kali dalam sepekan.

”Dengan Rp 500 ribu bisa pulang pergi Sumenep–Pagerungan. Intinya semua tergantung dari masyarakat. Dengan harapan animo masyarakat tinggi,” tukasnya.

- Advertisement -

SUMENEP – Pesawat Susi Air telah melakukan penerbangan perdana untuk route familirization ke bandara khusus Pagerungan, Rabu (18/9). Rencananya, maskapai penerbangan perintis tersebut mulai membawa penumpang pada Rabu (25/9).

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono menyampaikan, pada 2019 pesawat perintis Susi Air hanya mendapat empat izin rute penerbangan. Awalnya hanya untuk rute Surabaya–Bawean dan Bawean–Sumenep. Kemudian Surabaya–Karimun terbang dua kali dalam sepekan.

Untuk membuka rute penerbangan Sumenep–Pagerungan, satu rute penerbangan sebelumnya dihapus. Yakni untuk Surabaya–Karimun dikurangi menjadi satu kali penerbangan dalam sepekan. Izin rute tersebut dialihkan untuk membuka penerbangan ke bandara khusus Pagerungan.


”Jadi kami alihkan untuk penerbangan Sumenep–Pagerungan. Sebab, animo masyarakat dari Karimun–Surabaya juga kurang,” ungkapnya kemarin (21/9).

Baca Juga :  Monumen Pesawat Rusak Tidak Terawat

Di luar rute tersebut pesawat tidak boleh melayani penerbangan. Sebab, hanya memiliki empat izin rute saja. Indra memaparkan, panjang landasan udara bandara khusus Pagerungan 930 meter dengan lebar 30 meter. Dia mengklaim kondisinya saat ini masih bagus dan siap pakai untuk melayani penerbangan umum.

Pesawat yang akan melayani rute Sumenep–Pagerungan berjenis Cessna Grand Caravan dengan kapasitas 12 kursi termasuk pilot dan co-pilot. Untuk tiket, besaran yang diajukan antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu.

”Intinya agar bisa dijangkau masyarakat. Tiket selain bisa dipesan secara online, juga bisa melalui Bandara Trunojoyo dan bandara khusus Pagerungan,” terang Indra.

Dia menjelaskan, estimasi kedatangan calon penumpang ke bandara minimal satu jam sebelum keberangkatan untuk check point. Mengingat ground time Susi Air di Bandara Trunojoyo hanya 15 menit. Begitu juga di bandara khusus Pagerungan. Untuk waktu tempuh rute Sumenep–Pagerungan diperkirakan sekitar satu jam.

Baca Juga :  Penumpang Sepi, Penerbangan Dibatalkan

Indra berharap pelayanan penerbangan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Khususnya untuk wilayah kepulauan di Sumenep. Jika minat masyarakat tinggi, tidak menutup kemungkinan tahun depan akan kembali diajukan penambahan jadwal penerbangan. Yakni, dua kali atau tiga kali dalam sepekan.

”Dengan Rp 500 ribu bisa pulang pergi Sumenep–Pagerungan. Intinya semua tergantung dari masyarakat. Dengan harapan animo masyarakat tinggi,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/