alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

H. Latib Jadi Penyambung Lidah Rakyat

SUMENEP – Santri tidak hanya dikenal sebagai kaum sarungan. Namun, ada pula yang bersungguh-sungguh mengabdikan diri kepada masyarakat dengan menjadi wakil rakyat. H. Latib contohnya.

Warga Jalan Asta Tinggi, Desa Kasengan, Kecamatan Manding, itu terpilih menjadi anggota DPRD Sumenep periode 2019–2024. Alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah itu melaju ke parlemen dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Perjalanan hidup H. Latib pada mulanya jauh dari kemewahan. Bapak tiga anak itu menghabiskan waktu kecil dengan menuntut ilmu di Annuqayah. Sekeluarnya dari Annuqayah, H. Latib sempat merantau ke Kalimantan dengan bekerja di salah satu perusahaan kayu di Bumi Borneo.

Bertahun-tahun H. Latib menghabiskan waktunya menjadi karyawan di perusahaan kayu. Dia kemudian pulang ke Madura dengan bekal pengetahuannya itu. H. Latib muda lalu mengembangkan usaha kayu di Madura.

H. Latib menyampaikan banyak terima kasih kepada masyarakat yang sudah memercayai dirinya untuk menjadi anggota dewan. Dia sadar, amanat besar itu perlu dirinya jaga dengan bekerja sesuai dengan keinginan masyarakat Sumenep. ”Saya siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya demi masyarakat,” janjinya kemarin (21/8).

Baca Juga :  Kiprah Alumni Pondok Pesantren Al Hikam

Owner Water Park Sumekar (WPS) itu menyampaikan, sebagai lulusan pesantren, dia tergerak hatinya untuk menjadi penyambung lidah rakyat. Hal itu didasari karena banyaknya kebijakan yang dianggap belum berpihak kepada masyarakat.

”Dengan anggaran pemerintah yang besar, saya ingin anggaran itu untuk kesejahteraan masyarakat dan memajukan Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Pria 44 tahun itu berkomitmen untuk mengawal kebijakan pemerintah. Utamanya yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Menurut pengamatannya, selama ini kebijakan di Kota Keris masih banyak yang tidak pro terhadap masyarakat kecil sehingga terjadi kesenjangan.

”Dengan anggaran APBD Rp 2,2 triliun, akan kami arahkan untuk tidak salah sasaran,” tegasnya.

Suami Hj. Lisa itu mengungkapkan, sejak memiliki keinginan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, banyak parpol yang mengajak dirinya bergabung. Namun, dia lebih menjatuhkan hatinya kepada PPP yang diketuai oleh Moh. Shalahuddin A. Warits, yang tak lain juga pengasuh Ponpes Annuqayah.

Baca Juga :  Jaga Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi

”Saya masih sami’na wa atha’na ke Kiai Mamak, sebutan Moh. Shalahuddin A. Warits, yang merupakan pengasuh Annuqayah,” tutur pria yang juga owner UD Sumber Bening itu.

H. Latib sadar, tanggung jawab sebagai representatif masyarakat sangat berat. Namun, pilihan itu sudah dirinya pertimbangkan dengan keuarganya. Dia menyebut hal bagian dari dakwah dan pengabdian dirinya sebagai kaum santri.

 Karena, kata dia, Ponpes Annuqayah tidak hanya mencetak santri yang pintar membaca kitab kuning. Ponpes yang beralamat di Kecamatan Guluk-Guluk itu juga produktif melahirkan penulis, akademisi, praktisi, hingga politisi seperti dirinya.

”Ratusan bahkan ribuan alumni Ponpes Annuqayah menjadi orang sukses dengan latar belakang yang berbeda-beda,” tukasnya. (jup)

SUMENEP – Santri tidak hanya dikenal sebagai kaum sarungan. Namun, ada pula yang bersungguh-sungguh mengabdikan diri kepada masyarakat dengan menjadi wakil rakyat. H. Latib contohnya.

Warga Jalan Asta Tinggi, Desa Kasengan, Kecamatan Manding, itu terpilih menjadi anggota DPRD Sumenep periode 2019–2024. Alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah itu melaju ke parlemen dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Perjalanan hidup H. Latib pada mulanya jauh dari kemewahan. Bapak tiga anak itu menghabiskan waktu kecil dengan menuntut ilmu di Annuqayah. Sekeluarnya dari Annuqayah, H. Latib sempat merantau ke Kalimantan dengan bekerja di salah satu perusahaan kayu di Bumi Borneo.


Bertahun-tahun H. Latib menghabiskan waktunya menjadi karyawan di perusahaan kayu. Dia kemudian pulang ke Madura dengan bekal pengetahuannya itu. H. Latib muda lalu mengembangkan usaha kayu di Madura.

H. Latib menyampaikan banyak terima kasih kepada masyarakat yang sudah memercayai dirinya untuk menjadi anggota dewan. Dia sadar, amanat besar itu perlu dirinya jaga dengan bekerja sesuai dengan keinginan masyarakat Sumenep. ”Saya siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya demi masyarakat,” janjinya kemarin (21/8).

Baca Juga :  Puluhan LPJU Tidak Berfungsi, Jalan Nasional Gelap Gulita

Owner Water Park Sumekar (WPS) itu menyampaikan, sebagai lulusan pesantren, dia tergerak hatinya untuk menjadi penyambung lidah rakyat. Hal itu didasari karena banyaknya kebijakan yang dianggap belum berpihak kepada masyarakat.

”Dengan anggaran pemerintah yang besar, saya ingin anggaran itu untuk kesejahteraan masyarakat dan memajukan Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Pria 44 tahun itu berkomitmen untuk mengawal kebijakan pemerintah. Utamanya yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Menurut pengamatannya, selama ini kebijakan di Kota Keris masih banyak yang tidak pro terhadap masyarakat kecil sehingga terjadi kesenjangan.

”Dengan anggaran APBD Rp 2,2 triliun, akan kami arahkan untuk tidak salah sasaran,” tegasnya.

Suami Hj. Lisa itu mengungkapkan, sejak memiliki keinginan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, banyak parpol yang mengajak dirinya bergabung. Namun, dia lebih menjatuhkan hatinya kepada PPP yang diketuai oleh Moh. Shalahuddin A. Warits, yang tak lain juga pengasuh Ponpes Annuqayah.

Baca Juga :  Ribuan Perantau Tiba di Sumenep, Gusdurian Bangun Posko Bersama

”Saya masih sami’na wa atha’na ke Kiai Mamak, sebutan Moh. Shalahuddin A. Warits, yang merupakan pengasuh Annuqayah,” tutur pria yang juga owner UD Sumber Bening itu.

H. Latib sadar, tanggung jawab sebagai representatif masyarakat sangat berat. Namun, pilihan itu sudah dirinya pertimbangkan dengan keuarganya. Dia menyebut hal bagian dari dakwah dan pengabdian dirinya sebagai kaum santri.

 Karena, kata dia, Ponpes Annuqayah tidak hanya mencetak santri yang pintar membaca kitab kuning. Ponpes yang beralamat di Kecamatan Guluk-Guluk itu juga produktif melahirkan penulis, akademisi, praktisi, hingga politisi seperti dirinya.

”Ratusan bahkan ribuan alumni Ponpes Annuqayah menjadi orang sukses dengan latar belakang yang berbeda-beda,” tukasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/