alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Musawamah Tidak Kesulitan Berobat Berkat JKN

 SUMENEP – Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membawa kesan tersendiri bagi Musawamah. Warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, itu mengatakan, program JKN-KIS telah memudahkannya saat memerlukan layanan kesehatan.

”Dulu saya sering pusing. Biasanya kalau pusing diberi obat sudah sembuh. Tapi, saat itu sering kambuh,” kata Musawamah.

Musawamah ingin penyakitnya sembuh. Karena tercatat sebagai peserta JKN-KIS, dia memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Hasilnya, dokter menyatakan wanita 40 tahun itu mengidap hipertensi.

”Tensi saya hampir 200. Makanya saat itu pusing sekali. Alhamdulillah, setelah diberi obat, sedikit demi sedikit sembuh. Dokter menyarankan saya mengatur pola makan dan hidup sehat,” imbuhnya.

Baca Juga :  KIS Digital, Cara Praktis agar KIS Tidak Tertinggal

Dijelaskan, pelayanan kesehatan yang diterimanya nyaman dan mudah. Apalagi, saat berobat ke FKTP tidak mengeluarkan biaya tambahan. ”Orang sakit kalau ke dokter harus bayar. Beli obat juga harus bayar. Kalau tidak punya uang, ya harus bersabar. kalau Ada biaya baru berobat. Berbeda jika punya BPJS (JKN-KIS). Kalau sakit tinggal berobat. Intinya, BPJS (JKN- KIS) tidak menyusahkan saya untuk berobat,” tegasnya.

Musawamah berharap BPJS Kesehatan semakin maju dan semakin baik dalam menyelenggarakan jaminan kesehatan. Sehingga, dapat menjadi tumpuan bagi seluruh masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. ”BPJS (JKN-KIS) ini pokoknya sangat bermanfaat. Saudara dan tetangga saya banyak yang dibantu BPJS Kesehatan. Semoga BPJS Kesehatan terus membantu masyarakat,” pungkasnya. (par)

Baca Juga :  Duh..TPA Hampir Penuh, Butuh Tempat Baru Tahun Depan
- Advertisement -

 SUMENEP – Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membawa kesan tersendiri bagi Musawamah. Warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, itu mengatakan, program JKN-KIS telah memudahkannya saat memerlukan layanan kesehatan.

”Dulu saya sering pusing. Biasanya kalau pusing diberi obat sudah sembuh. Tapi, saat itu sering kambuh,” kata Musawamah.

Musawamah ingin penyakitnya sembuh. Karena tercatat sebagai peserta JKN-KIS, dia memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Hasilnya, dokter menyatakan wanita 40 tahun itu mengidap hipertensi.


”Tensi saya hampir 200. Makanya saat itu pusing sekali. Alhamdulillah, setelah diberi obat, sedikit demi sedikit sembuh. Dokter menyarankan saya mengatur pola makan dan hidup sehat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Polres Sumenep Prediksi Macet Delapan Titik

Dijelaskan, pelayanan kesehatan yang diterimanya nyaman dan mudah. Apalagi, saat berobat ke FKTP tidak mengeluarkan biaya tambahan. ”Orang sakit kalau ke dokter harus bayar. Beli obat juga harus bayar. Kalau tidak punya uang, ya harus bersabar. kalau Ada biaya baru berobat. Berbeda jika punya BPJS (JKN-KIS). Kalau sakit tinggal berobat. Intinya, BPJS (JKN- KIS) tidak menyusahkan saya untuk berobat,” tegasnya.

Musawamah berharap BPJS Kesehatan semakin maju dan semakin baik dalam menyelenggarakan jaminan kesehatan. Sehingga, dapat menjadi tumpuan bagi seluruh masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. ”BPJS (JKN-KIS) ini pokoknya sangat bermanfaat. Saudara dan tetangga saya banyak yang dibantu BPJS Kesehatan. Semoga BPJS Kesehatan terus membantu masyarakat,” pungkasnya. (par)

Baca Juga :  JKN-KIS Jadi Paradigma Baru Pelayanan Kesehatan, Begini Kata Warga
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/