alexametrics
20.6 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Sulap Hotel Jadi Tempat Isolasi

SUMENEP – Organisasi Wadah Sehat berencana menggunakan Hotel Kangen sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Rencana tempat isolasi dengan konsep pondok sehat itu belum bisa direalisasikan. Sebab, masyarakat meminta pengelola melakukan sosialisasi sebelum hotel itu dioperasikan.

Supervisor Pondok Sehat As’ad Zainuddin menerangkan, pemanfaatan hotel di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, itu sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19 dari perusahaan pabrik rokok. Secara teknis, tempat isolasi tersebut bisa juga dimanfaatkan untuk warga Desa Kolor.

Upaya menyulap hotel menjadi tempat isolasi itu dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan Covid-19. Mengingat, karyawan pada perusahaan pabrik rokok di Kota Keris itu memiliki ribuan pekerja dan dari berbagai kecamatan. ”Bayangkan kalau urusan kesehatan karyawan ini yang terkonfirmasi Covid-19 semuanya dibebankan kepada pemerintah daerah,” ungkapnya kemarin (21/7).

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sumenep dan desa mengenai rencana tersebut. Tinggal sosialisasi kepada masyarakat. Pria berkacamata itu memastikan tempat isolasi dijaga ketat. Juga dipantau petugas 24 jam sesuai standar operasional prosedur (SOP) kesehatan. Termasuk ketersediaan tenaga medis, alat pelindung diri (APD), pemenuhan gizi, dan segala kebutuhan perawatan pasien selama diisolasi.

”Selama dirawat, para ’santri’ Pondok Sehat tidak akan dipungut biaya apa pun,” terang As’ad.

Ada 28 kamar yang kami siapkan. Ada fasilitas penunjang lain seperti tempat senam, musala, dan ruang hiburan. Pondok Sehat mengusung konsep layaknya tempat-tempat isolasi pemerintah daerah. Selama perawatan pasien, juga akan banyak diisi kegiatan keagamaan. Di antaranya, lantunan salawat tibbil qulub, salat berjamaah sesuai protokol kesehatan, dan beberapa kegiatan lain.

Baca Juga :  111 ASN Bakal Jadi PJ Kades

”Tenaga medis kami sudah siap. Satu sif ada empat perawat. Ruang isolasi berada di lantai dua,” ucapnya.

Sebelum menjalani isolasi di Pondok Sehat, para ”santri” atau pasien harus melalui pemeriksaan di rumah sakit. Untuk memastikan tidak ada penyakit bawaan. Misalnya, kencing manis, hipertensi, atau penyakit lain yang dapat memperberat penyakit Covid-19. Setelah dipastikan aman tanpa gejala, pasien baru bisa diisolasi di Pondok Sehat.

Hanya pasien tanpa gejala dan penyakit bawaan yang akan dirawat di tempat tersebut. ”Seperti orang sehat, tapi hasil swabnya positif Covid-19. Jadi, di Pondok Sehat ini berisi orang-orang sehat, tetapi terkonfirmasi Covid-19,” jelas As’ad.

Hotel dipilih sebagai tempat isolasi karena memiliki fasilitas yang mendekati standar perawatan. Di antaranya, memiliki satu kamar mandi setiap kamar. Satu kamar nantinya hanya diisi satu pasien. ”Owner hotel ini juga mendukung upaya penanggulangan Covid-19,” terangnya.

Fadhol, 24, warga Desa Kolor, meminta pengelola mengoperasikan tempat isolasi sebelum sosialisasi. Sebab, masyarakat resah. Apalagi, hotel itu dekat permukiman warga. ”Seperti apa proses perawatannya, bagaimana dampaknya, bagaimana penanganan risiko, masyarakat harus tahu,” ucapnya.

Baca Juga :  Sediakan PSK, Pria Ini Diciduk di Hotel

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono menambahkan, Pondok Sehat sudah memenuhi SOP untuk menjadi tempat isolasi pasien Covid-19. Tempat isolasi ini bisa mempercepat penanganan Covid-19. ”Tapi, sesuai permintaan pemerintah desa, alangkah baiknya dimusyawarahkan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” pintanya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron memulangkan 37 pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) kemarin (21/7). Delapan orang dinyatakan sembuh berdasar hasil swab evaluasi. Sementara, sisanya tidak ada gejala penyakit yang mengarah pada korona.

Puluhan orang itu tersebar di tiga lokasi. Di balai diklat 20 orang, RSUD Syamrabu 8 orang, dan di BLK 9 orang. Pemulangan mereka berdasar pemeriksaan dan kondisi pasien.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menyatakan, 29 orang dipulangkan berdasar Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). ”Pasien berstatus OTG boleh menjalani isolasi di rumah dengan catatan tidak ada gejala penyakit yang mengarah ke Covid-19,” sebutnya.

Meski diperkenankan pulang, mereka harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Pasien yang dipulangkan itu mayoritas sudah menjalani isolasi satu bulan lebih. ”Umurnya juga relatif masih muda. Kisaran 30–40 tahun,” pungkasnya.

SUMENEP – Organisasi Wadah Sehat berencana menggunakan Hotel Kangen sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Rencana tempat isolasi dengan konsep pondok sehat itu belum bisa direalisasikan. Sebab, masyarakat meminta pengelola melakukan sosialisasi sebelum hotel itu dioperasikan.

Supervisor Pondok Sehat As’ad Zainuddin menerangkan, pemanfaatan hotel di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, itu sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19 dari perusahaan pabrik rokok. Secara teknis, tempat isolasi tersebut bisa juga dimanfaatkan untuk warga Desa Kolor.

Upaya menyulap hotel menjadi tempat isolasi itu dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan Covid-19. Mengingat, karyawan pada perusahaan pabrik rokok di Kota Keris itu memiliki ribuan pekerja dan dari berbagai kecamatan. ”Bayangkan kalau urusan kesehatan karyawan ini yang terkonfirmasi Covid-19 semuanya dibebankan kepada pemerintah daerah,” ungkapnya kemarin (21/7).


Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sumenep dan desa mengenai rencana tersebut. Tinggal sosialisasi kepada masyarakat. Pria berkacamata itu memastikan tempat isolasi dijaga ketat. Juga dipantau petugas 24 jam sesuai standar operasional prosedur (SOP) kesehatan. Termasuk ketersediaan tenaga medis, alat pelindung diri (APD), pemenuhan gizi, dan segala kebutuhan perawatan pasien selama diisolasi.

”Selama dirawat, para ’santri’ Pondok Sehat tidak akan dipungut biaya apa pun,” terang As’ad.

Ada 28 kamar yang kami siapkan. Ada fasilitas penunjang lain seperti tempat senam, musala, dan ruang hiburan. Pondok Sehat mengusung konsep layaknya tempat-tempat isolasi pemerintah daerah. Selama perawatan pasien, juga akan banyak diisi kegiatan keagamaan. Di antaranya, lantunan salawat tibbil qulub, salat berjamaah sesuai protokol kesehatan, dan beberapa kegiatan lain.

Baca Juga :  Hantam Pohon, Minibus Ringsek

”Tenaga medis kami sudah siap. Satu sif ada empat perawat. Ruang isolasi berada di lantai dua,” ucapnya.

Sebelum menjalani isolasi di Pondok Sehat, para ”santri” atau pasien harus melalui pemeriksaan di rumah sakit. Untuk memastikan tidak ada penyakit bawaan. Misalnya, kencing manis, hipertensi, atau penyakit lain yang dapat memperberat penyakit Covid-19. Setelah dipastikan aman tanpa gejala, pasien baru bisa diisolasi di Pondok Sehat.

Hanya pasien tanpa gejala dan penyakit bawaan yang akan dirawat di tempat tersebut. ”Seperti orang sehat, tapi hasil swabnya positif Covid-19. Jadi, di Pondok Sehat ini berisi orang-orang sehat, tetapi terkonfirmasi Covid-19,” jelas As’ad.

Hotel dipilih sebagai tempat isolasi karena memiliki fasilitas yang mendekati standar perawatan. Di antaranya, memiliki satu kamar mandi setiap kamar. Satu kamar nantinya hanya diisi satu pasien. ”Owner hotel ini juga mendukung upaya penanggulangan Covid-19,” terangnya.

Fadhol, 24, warga Desa Kolor, meminta pengelola mengoperasikan tempat isolasi sebelum sosialisasi. Sebab, masyarakat resah. Apalagi, hotel itu dekat permukiman warga. ”Seperti apa proses perawatannya, bagaimana dampaknya, bagaimana penanganan risiko, masyarakat harus tahu,” ucapnya.

Baca Juga :  Polisi Razia Hotel, Kafe, hingga Rumah Kos

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono menambahkan, Pondok Sehat sudah memenuhi SOP untuk menjadi tempat isolasi pasien Covid-19. Tempat isolasi ini bisa mempercepat penanganan Covid-19. ”Tapi, sesuai permintaan pemerintah desa, alangkah baiknya dimusyawarahkan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” pintanya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron memulangkan 37 pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) kemarin (21/7). Delapan orang dinyatakan sembuh berdasar hasil swab evaluasi. Sementara, sisanya tidak ada gejala penyakit yang mengarah pada korona.

Puluhan orang itu tersebar di tiga lokasi. Di balai diklat 20 orang, RSUD Syamrabu 8 orang, dan di BLK 9 orang. Pemulangan mereka berdasar pemeriksaan dan kondisi pasien.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menyatakan, 29 orang dipulangkan berdasar Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). ”Pasien berstatus OTG boleh menjalani isolasi di rumah dengan catatan tidak ada gejala penyakit yang mengarah ke Covid-19,” sebutnya.

Meski diperkenankan pulang, mereka harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Pasien yang dipulangkan itu mayoritas sudah menjalani isolasi satu bulan lebih. ”Umurnya juga relatif masih muda. Kisaran 30–40 tahun,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/