alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Jembatan Penghubung Empat Desa Nyaris Putus

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Jembatan di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, yang ambles Senin (13/6) kondisinya semakin memprihatinkan. Terbukti, sejak kemarin (20/6) jembatan tersebut sudah tidak bisa dilewati oleh kendaraan apa pun karena nyaris putus.

Jembatan itu dibangun pada 1993. Sejak saat itu, tidak ada rehab terhadap jembatan tersebut. Aktivitas warga di empat desa di Kecamatan Lenteng terganggu akibat amblesnya jembatan tersebut. Yakni, Meddelan, Cangkreng, Sendir, dan Daramista.

Hamdi, 28, warga Desa Maddelan, Kecamatan Lenteng, menuturkan, jembatan tersebut sekarang nyaris putus. Hal itu terjadi karena penyangga jembatan semakin tergerus air yang selama beberapa hari terakhir arus air cukup deras. ”Iya, tadi siang (kemarin, Red) itu yang ambles lagi,” katanya.

Baca Juga :  Hendak Edarkan SS, Pemuda Ditangkap Dekat Balai Desa

Hamdi juga menyampaikan, warga Desa Meddelan, Cankreng, dan Sendir tidak bisa melewati jembatan tersebut. Begitu juga masyarakat Daramista. Menurut dia, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang medannya cukup berbahaya. ”Jalur alternatif itu jalannya sempit dan tidak bisa dilintasi mobil,” paparnya.

Hamdi menambahkan, pihaknya berharap segera ada penanganan dari pemerintah. Sebab, jembatan tersebut merupakan akses utama warga di lima desa. ”Semoga segera ada perbaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Agus Adi Hidayat mengaku sudah mengetahui kondisi jembatan yang ambles tersebut. Bahkan, pihaknya sudah berkali-kali meninjau.

Pihaknya berjanji segera melakukan perbaikan agar bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat setempat. ”Itu akan dimasukkan ke anggaran pemeliharaan rutin. Nanti akan kita lakukan penambalan,” katanya.

Baca Juga :  Satu Nelayan Masih Belum Ketemu

Agus Adi Hidayat juga menyampaikan, pihaknya sudah merencanakan perbaikan. Bahkan sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya. ”Kondisi air di bawah jembatan itu terlalu besar. Segera kami kerjakan, masih menunggu airnya turun dulu,” ucapnya. (iqb/rus)

 

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Jembatan di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, yang ambles Senin (13/6) kondisinya semakin memprihatinkan. Terbukti, sejak kemarin (20/6) jembatan tersebut sudah tidak bisa dilewati oleh kendaraan apa pun karena nyaris putus.

Jembatan itu dibangun pada 1993. Sejak saat itu, tidak ada rehab terhadap jembatan tersebut. Aktivitas warga di empat desa di Kecamatan Lenteng terganggu akibat amblesnya jembatan tersebut. Yakni, Meddelan, Cangkreng, Sendir, dan Daramista.

Hamdi, 28, warga Desa Maddelan, Kecamatan Lenteng, menuturkan, jembatan tersebut sekarang nyaris putus. Hal itu terjadi karena penyangga jembatan semakin tergerus air yang selama beberapa hari terakhir arus air cukup deras. ”Iya, tadi siang (kemarin, Red) itu yang ambles lagi,” katanya.

Baca Juga :  Miris! Jembatan Penghubung Dua Desa di Sampang Dibiarkan Rusak Setahun

Hamdi juga menyampaikan, warga Desa Meddelan, Cankreng, dan Sendir tidak bisa melewati jembatan tersebut. Begitu juga masyarakat Daramista. Menurut dia, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang medannya cukup berbahaya. ”Jalur alternatif itu jalannya sempit dan tidak bisa dilintasi mobil,” paparnya.

Hamdi menambahkan, pihaknya berharap segera ada penanganan dari pemerintah. Sebab, jembatan tersebut merupakan akses utama warga di lima desa. ”Semoga segera ada perbaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Agus Adi Hidayat mengaku sudah mengetahui kondisi jembatan yang ambles tersebut. Bahkan, pihaknya sudah berkali-kali meninjau.

Pihaknya berjanji segera melakukan perbaikan agar bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat setempat. ”Itu akan dimasukkan ke anggaran pemeliharaan rutin. Nanti akan kita lakukan penambalan,” katanya.

Baca Juga :  Vaksinasi Jadi Syarat Siswa SMA-SMK PTM

Agus Adi Hidayat juga menyampaikan, pihaknya sudah merencanakan perbaikan. Bahkan sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya. ”Kondisi air di bawah jembatan itu terlalu besar. Segera kami kerjakan, masih menunggu airnya turun dulu,” ucapnya. (iqb/rus)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/