alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

BPD Hambat Pencairan BLT DD

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kondisi Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Sumenep, mendadak ramai kemarin (20/6). Sebab, sejumlah warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Bilis-Bilis (AMPB) melakukan aksi ke kantor badan permusyawaratan desa (BPD) setempat. Sebab, diduga menghambat pencairan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD).

Aksi tersebut diikuti oleh massa yang terdiri atas kalangan laki-laki dan perempuan warga desa setempat. Mereka mendatangi kantor BPD dan kecamatan dengan membawa spanduk yang terbuat dari kertas bertulis ”Jangan Korbankan Kami Masyarakat Bilis-Bilis”.

Korlap Aksi Massury mengatakan, ada 90 orang yang ikut aksi tersebut. Demo itu dilakukan karena BPD Bilis-Bilis menghambat pencairan BLT DD. Menurut dia, persetujuan dan tanda tangan dari BPD itu sangat diperlukan dalam pencairan.

Selama ini, BPD Bilis-Bilis tidak melaksanakan musdes dan musdessus. Padahal, itu menjadi tanggung jawab BPD sesuai aturan. Ditambah lagi, mereka tidak bersedia membahas RAPDes tahun ini. ”Ini membuat BLT DD belum bisa disalurkan,” katanya.

Baca Juga :  Tak Lengkapi Syarat, Pencairan DD Tersendat

Tidak hanya itu, Massury menuturkan, ketua BPD saat didemo tidak ada di kantor. Kemudian, massa mendatangi rumahnya, tetai juga tidak ada. Jadi, massa bergegas mendatangi kantor kecamatan untuk meminta jalan keluar.

Saat itu, salah seorang anggota BPD mendatangi kantor kecamatan dan berjanji akan hadir ke Balai Desa Bilis-Bilis untuk membahas masalah pencairan BLT DD tersebut. ”Hasil mediasinya, anggota BPD memberikan kepastian akan hadir ke balai desa,” ucapnya.

Dalam aksi tersebut, pihaknya juga menuntut agar ketua dan anggota BPD Bilis-Bilis mundur dari jabatannya. Sebab, selama ini sudah tidak mewakili keberadaan masyarakat. Buktinya, jarang ngantor dan hanya mementingkan diri sendiri. ”Segera menandatangani surat pengunduran diri dari BPD,” ujar Massury.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Bilis-Bilis Abdur Rosid mengatakan, BLT DD di desanya memang belum dicairkan. Terdapat 113 keluarga penerima manfaat (KPM) yang berhak menerima bantuan itu. Sebab, selama ini BPD belum menandatangani APBDes. ”Makanya, BLT DD yang seharusnya diberikan kepada masyarakat itu belum terealisasi,” katanya.

Baca Juga :  Coret 23.632 Calon Penerima

Abdur Rosid juga mengaku sudah dua kali mengundang BPD untuk hadir saat musdes, musdessus, dan pembahasan APBDes, tetai tidak hadir. Padahal, keberadaannya sangat penting untuk kelanjutan program di desanya. ”Bahkan saat penetapan KPM BLT DD itu juga tidak mau menetapkan. Diundang dua kali juga tidak hadir,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya akan terus menunggu BPD. Sebab jika APBDes tidak segera ditandatangani, anggarannya akan hangus. Makanya, masyarakat di desanya geram dan melakukan aksi ke kantor BPD. ”Karena kalau tidak ditetapkan, anggaran yang 40 persen itu akan hangus,” ujar Abdur Rosid. (iqb/rus)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kondisi Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Sumenep, mendadak ramai kemarin (20/6). Sebab, sejumlah warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Bilis-Bilis (AMPB) melakukan aksi ke kantor badan permusyawaratan desa (BPD) setempat. Sebab, diduga menghambat pencairan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD).

Aksi tersebut diikuti oleh massa yang terdiri atas kalangan laki-laki dan perempuan warga desa setempat. Mereka mendatangi kantor BPD dan kecamatan dengan membawa spanduk yang terbuat dari kertas bertulis ”Jangan Korbankan Kami Masyarakat Bilis-Bilis”.

Korlap Aksi Massury mengatakan, ada 90 orang yang ikut aksi tersebut. Demo itu dilakukan karena BPD Bilis-Bilis menghambat pencairan BLT DD. Menurut dia, persetujuan dan tanda tangan dari BPD itu sangat diperlukan dalam pencairan.


Selama ini, BPD Bilis-Bilis tidak melaksanakan musdes dan musdessus. Padahal, itu menjadi tanggung jawab BPD sesuai aturan. Ditambah lagi, mereka tidak bersedia membahas RAPDes tahun ini. ”Ini membuat BLT DD belum bisa disalurkan,” katanya.

Baca Juga :  RSUD Kerja Sama dengan Dinkes, Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Tidak hanya itu, Massury menuturkan, ketua BPD saat didemo tidak ada di kantor. Kemudian, massa mendatangi rumahnya, tetai juga tidak ada. Jadi, massa bergegas mendatangi kantor kecamatan untuk meminta jalan keluar.

Saat itu, salah seorang anggota BPD mendatangi kantor kecamatan dan berjanji akan hadir ke Balai Desa Bilis-Bilis untuk membahas masalah pencairan BLT DD tersebut. ”Hasil mediasinya, anggota BPD memberikan kepastian akan hadir ke balai desa,” ucapnya.

Dalam aksi tersebut, pihaknya juga menuntut agar ketua dan anggota BPD Bilis-Bilis mundur dari jabatannya. Sebab, selama ini sudah tidak mewakili keberadaan masyarakat. Buktinya, jarang ngantor dan hanya mementingkan diri sendiri. ”Segera menandatangani surat pengunduran diri dari BPD,” ujar Massury.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Bilis-Bilis Abdur Rosid mengatakan, BLT DD di desanya memang belum dicairkan. Terdapat 113 keluarga penerima manfaat (KPM) yang berhak menerima bantuan itu. Sebab, selama ini BPD belum menandatangani APBDes. ”Makanya, BLT DD yang seharusnya diberikan kepada masyarakat itu belum terealisasi,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Pantau Penyaluran BLT DD di Gunung Eleh

Abdur Rosid juga mengaku sudah dua kali mengundang BPD untuk hadir saat musdes, musdessus, dan pembahasan APBDes, tetai tidak hadir. Padahal, keberadaannya sangat penting untuk kelanjutan program di desanya. ”Bahkan saat penetapan KPM BLT DD itu juga tidak mau menetapkan. Diundang dua kali juga tidak hadir,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya akan terus menunggu BPD. Sebab jika APBDes tidak segera ditandatangani, anggarannya akan hangus. Makanya, masyarakat di desanya geram dan melakukan aksi ke kantor BPD. ”Karena kalau tidak ditetapkan, anggaran yang 40 persen itu akan hangus,” ujar Abdur Rosid. (iqb/rus)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Impor Rusak Harga Garam Lokal

Seratus Persen Investor Lokal

Artikel Terbaru

/