alexametrics
21.6 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Kotak Suara Pemilu 2019 Belum Terjual

SUMENEP – Kotak suara pemilihan umum (Pemilu) 2019 tak bisa digunakan lagi. Sebab, kotak suara kardus itu sudah banyak rusak dan lapuk. Dipastikan logistik itu tidak lagi bisa dimanfaatkan untuk pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) Sumenep tahun ini.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep A. Warits menyampaikan, pihaknya masih menunggu izin dari Sekjen KPU RI untuk melelang aset tersebut. Sebab, logistik untuk pesta demokrasi itu merupakan milik negara. ”Jadi setelah dilelang, langsung masuk ke keuangan negara,” ungkapnya kemarin (21/6).

Pengadaan kotak suara kardus pada Pemilu 2019 dilakukan oleh KPU RI. Berdasarkan katalog, lanjut Warits, harga setiap kotak suara sekitar Rp 50 ribu. Pada pemilu tahun lalu, setiap tempat pemungutan suara (TPS) terdapat lima kotak suara. Terdiri atas kotak suara pemilihan presiden (pilpres) dan empat kotak suara pemilihan legislatif (pileg).

Baca Juga :  Begal Payudara Beraksi Lagi, Warga Berharap Pelaku Ditangkap

Meliputi pemilihan DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten. Pada 2019, jumlah TPS di Kota Keris mencapai 4.319 titik di 27 kecamatan. ”Jadi, 21.595 kotak suara kardus itu sisa pemilu tahun lalu,” papar Warits.

Pihaknya akan kembali melakukan pengadaan kotak suara untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020. Hanya, sampai saat ini belum ada petunjuk lebih lanjut dari KPU RI. Kebutuhan pengadaan akan menyesuaikan dengan jumlah TPS.

Berdasarkan hasil pleno, KPU Sumenep akan mempersiapkan 2.500 TPS. ”Untuk bilik masih ada. Tetap pakai yang dari aluminium. Tinggal pengadaan kotak suara saja. Setiap TPS satu kotak suara,” ujarnya.

- Advertisement -

SUMENEP – Kotak suara pemilihan umum (Pemilu) 2019 tak bisa digunakan lagi. Sebab, kotak suara kardus itu sudah banyak rusak dan lapuk. Dipastikan logistik itu tidak lagi bisa dimanfaatkan untuk pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) Sumenep tahun ini.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep A. Warits menyampaikan, pihaknya masih menunggu izin dari Sekjen KPU RI untuk melelang aset tersebut. Sebab, logistik untuk pesta demokrasi itu merupakan milik negara. ”Jadi setelah dilelang, langsung masuk ke keuangan negara,” ungkapnya kemarin (21/6).

Pengadaan kotak suara kardus pada Pemilu 2019 dilakukan oleh KPU RI. Berdasarkan katalog, lanjut Warits, harga setiap kotak suara sekitar Rp 50 ribu. Pada pemilu tahun lalu, setiap tempat pemungutan suara (TPS) terdapat lima kotak suara. Terdiri atas kotak suara pemilihan presiden (pilpres) dan empat kotak suara pemilihan legislatif (pileg).

Baca Juga :  Catat! Ingin Tahu Jumlah Angka Stunting di Sumenep, Ini Syaratnya

Meliputi pemilihan DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten. Pada 2019, jumlah TPS di Kota Keris mencapai 4.319 titik di 27 kecamatan. ”Jadi, 21.595 kotak suara kardus itu sisa pemilu tahun lalu,” papar Warits.

Pihaknya akan kembali melakukan pengadaan kotak suara untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020. Hanya, sampai saat ini belum ada petunjuk lebih lanjut dari KPU RI. Kebutuhan pengadaan akan menyesuaikan dengan jumlah TPS.

Berdasarkan hasil pleno, KPU Sumenep akan mempersiapkan 2.500 TPS. ”Untuk bilik masih ada. Tetap pakai yang dari aluminium. Tinggal pengadaan kotak suara saja. Setiap TPS satu kotak suara,” ujarnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/