alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Siapkan Kamar Griu Spesial untuk Pasien

SUMENEP – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus meningkatkan pelayanan. Salah satunya, menyediakan fasilitas yang memadai untuk pasien dan keluarga. Di antaranya, kamar graha rawat inap utama (GRIU).

Kamar Griu merupakan ruang perawatan yang diminati pasien. Selain karena fasilitasnya bagus, tidak ada aturan jam besuk. Dengan demikian, keluarga bisa leluasa menemani pasien tanpa dibatasi aturan jam besuk sebagaimana diberlakukan pada ruang perawatan lain.

”Kamar Griu ada 37 ruangan. Sedangkan yang mengantre rata-rata di atas sepuluh pasien. Pasien yang ingin mengakses layanan Griu harus melalui antrean dan ikut prosedur,” ucap Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Fitril Akbar melalui Pelaksana Tugas Kepala Ruangan Griu Sigit Setiawan Senin (21/5).

Baca Juga :  Cara Tepat Perawatan Gigi

Pasien yang ingin menggunakan fasilitas itu tinggal mendaftar di front office (FO). Kemudian akan mendapatkan nomor register dan tinggal menunggu konfirmasi FO. Apabila kamar penuh, pasien akan mendapatkan nomor antre. Sementara, pasien akan dikirim ke ruang perawatan lain untuk transit sekaligus mendapat tindakan yang dibutuhkan sambil menunggu antrean.

Sigit menegaskan, pasien tidak bisa serta merta memesan dan menempati kamar Griu. Ada prosedur yang harus dilalui. Baik itu pasien umum atau peserta BPJS, pejabat, atau masyarakat biasa.

”Terkadang ada warga yang salah paham. Misalnya, melihat sendiri ada kamar kosong di Griu, lantas dikira kami tidak memberikan pelayanan. Lalu, dicurigai ada kongkalikong dengan pasien lain. Padahal, tidak begitu,” jelasnya.

Baca Juga :  Stedu Belum Telusuri Kompleks Makam Tua

Menurut dia, bisa jadi kamar itu sedang diperbaiki atau sedang dalam proses sterilisasi karena sebelumnya ditempati pasien dengan penyakit tertentu. Supaya kamar tetap steril, setiap kamar yang ditinggalkan pasien butuh penyiapan guna memastikan semua sarana yang dibutuhkan siap digunakan.

”Kami berharap kepada masyarakat, apabila ada masalah tidak mengambil kesimpulan sendiri. Kalau ada keluhan sarana atau apa pun yang perlu disampaikan kepada pihak rumah sakit, saya berharap menyampaikan langsung ke bagian instalasi peduli pelanggan di gedung Puspa RS. Atau pojok informasi di gedung FO supaya dapat diselesaikan dengan baik. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman,” pungkasnya.

 

SUMENEP – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus meningkatkan pelayanan. Salah satunya, menyediakan fasilitas yang memadai untuk pasien dan keluarga. Di antaranya, kamar graha rawat inap utama (GRIU).

Kamar Griu merupakan ruang perawatan yang diminati pasien. Selain karena fasilitasnya bagus, tidak ada aturan jam besuk. Dengan demikian, keluarga bisa leluasa menemani pasien tanpa dibatasi aturan jam besuk sebagaimana diberlakukan pada ruang perawatan lain.

”Kamar Griu ada 37 ruangan. Sedangkan yang mengantre rata-rata di atas sepuluh pasien. Pasien yang ingin mengakses layanan Griu harus melalui antrean dan ikut prosedur,” ucap Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Fitril Akbar melalui Pelaksana Tugas Kepala Ruangan Griu Sigit Setiawan Senin (21/5).

Baca Juga :  Proyek Jalan Angon-Angon Pakai Tandem Roller 6 Ton

Pasien yang ingin menggunakan fasilitas itu tinggal mendaftar di front office (FO). Kemudian akan mendapatkan nomor register dan tinggal menunggu konfirmasi FO. Apabila kamar penuh, pasien akan mendapatkan nomor antre. Sementara, pasien akan dikirim ke ruang perawatan lain untuk transit sekaligus mendapat tindakan yang dibutuhkan sambil menunggu antrean.

Sigit menegaskan, pasien tidak bisa serta merta memesan dan menempati kamar Griu. Ada prosedur yang harus dilalui. Baik itu pasien umum atau peserta BPJS, pejabat, atau masyarakat biasa.

”Terkadang ada warga yang salah paham. Misalnya, melihat sendiri ada kamar kosong di Griu, lantas dikira kami tidak memberikan pelayanan. Lalu, dicurigai ada kongkalikong dengan pasien lain. Padahal, tidak begitu,” jelasnya.

Baca Juga :  Plt Kepala Puskesmas Gapura Angkat Tenaga Sukwan

Menurut dia, bisa jadi kamar itu sedang diperbaiki atau sedang dalam proses sterilisasi karena sebelumnya ditempati pasien dengan penyakit tertentu. Supaya kamar tetap steril, setiap kamar yang ditinggalkan pasien butuh penyiapan guna memastikan semua sarana yang dibutuhkan siap digunakan.

”Kami berharap kepada masyarakat, apabila ada masalah tidak mengambil kesimpulan sendiri. Kalau ada keluhan sarana atau apa pun yang perlu disampaikan kepada pihak rumah sakit, saya berharap menyampaikan langsung ke bagian instalasi peduli pelanggan di gedung Puspa RS. Atau pojok informasi di gedung FO supaya dapat diselesaikan dengan baik. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/