alexametrics
21.1 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Hujan, PT Garam Tunda Produksi

BANGKALAN – Hujan yang mengguyur Madura Senin pagi (21/5) memaksa pihak PT Garam (Persero) Tbk menunda produksi. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya gagal panen akibat air hujan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Garam (Persero) Tbk Budi Sasongko. Dia menjelaskan, pihaknya menunda produksi garam yang rencananya dimulai pekan ini.

Menurut dia, hujan yang melanda wilayah Madura berakibat besar pada persiapan produksi. ”Kami memilih mencari aman. Karena kalau sudah mulai produksi dan harus dihentikan, itu kerugiannya lebih besar. Kami akan menunggu selama sepuluh hari ke depan. Kalau cuaca mendukung, produksi akan dimulai serentak,” jelasnya.

Meski ditunda, kata dia, produksi garam yang akan dilakukan pada awal Juni mendatang masih dalam taraf wajar. Sebab, normalnya produksi garam memang dilakukan Juni.

Baca Juga :  Proyek Tajamara, Dorong Penegak Hukum Turun

”Persiapan yang kita lakukan di bulan-bulan lalu karena prediksi bahwa musim kemarau akan datang lebih cepat. Karena itu, kita lakukan persiapan lebih awal dengan harapan dapat melakuan produksi lebih awal pula,” ungkapnya.

Budi menerangkan, produksi garam dapat terganggu dengan curah hujan mencapai 12 mm atau lebih. Kurang dari itu, kata dia, produksi garam tetap dapat dilakukan.

”Sebenarnya kalau produksi sudah mulai, curah hujan di bawah 12 atau 10 mm itu tidak terlalu berpengaruh. Tapi, kalau sudah lebih dari itu, produksi berhenti. Karena air yang sudah masak jadi muda lagi,” terangnya.

Meski begitu, Ahmad Sujai, 43, petani garam asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, mengaku tetap akan melanjutkan proses produksi garam miliknya. Menurut dia, hujan yang turun kemarin adalah pertanda bahwa musim kemarau telah tiba.

Baca Juga :  PT Garam Target Produksi 400 Ribu Ton

”Biasanya memang kalau mau kemarau pasti ada hujan di pagi hari. Itu tanda kalau kemarau sudah datang,” pungkasnya.

 

 

BANGKALAN – Hujan yang mengguyur Madura Senin pagi (21/5) memaksa pihak PT Garam (Persero) Tbk menunda produksi. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya gagal panen akibat air hujan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Garam (Persero) Tbk Budi Sasongko. Dia menjelaskan, pihaknya menunda produksi garam yang rencananya dimulai pekan ini.

Menurut dia, hujan yang melanda wilayah Madura berakibat besar pada persiapan produksi. ”Kami memilih mencari aman. Karena kalau sudah mulai produksi dan harus dihentikan, itu kerugiannya lebih besar. Kami akan menunggu selama sepuluh hari ke depan. Kalau cuaca mendukung, produksi akan dimulai serentak,” jelasnya.


Meski ditunda, kata dia, produksi garam yang akan dilakukan pada awal Juni mendatang masih dalam taraf wajar. Sebab, normalnya produksi garam memang dilakukan Juni.

Baca Juga :  Tersedia 310 Formasi CPNS Terbanyak untuk Tenaga Pendidik

”Persiapan yang kita lakukan di bulan-bulan lalu karena prediksi bahwa musim kemarau akan datang lebih cepat. Karena itu, kita lakukan persiapan lebih awal dengan harapan dapat melakuan produksi lebih awal pula,” ungkapnya.

Budi menerangkan, produksi garam dapat terganggu dengan curah hujan mencapai 12 mm atau lebih. Kurang dari itu, kata dia, produksi garam tetap dapat dilakukan.

”Sebenarnya kalau produksi sudah mulai, curah hujan di bawah 12 atau 10 mm itu tidak terlalu berpengaruh. Tapi, kalau sudah lebih dari itu, produksi berhenti. Karena air yang sudah masak jadi muda lagi,” terangnya.

Meski begitu, Ahmad Sujai, 43, petani garam asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, mengaku tetap akan melanjutkan proses produksi garam miliknya. Menurut dia, hujan yang turun kemarin adalah pertanda bahwa musim kemarau telah tiba.

Baca Juga :  Proyek Tajamara, Dorong Penegak Hukum Turun

”Biasanya memang kalau mau kemarau pasti ada hujan di pagi hari. Itu tanda kalau kemarau sudah datang,” pungkasnya.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/