alexametrics
23.3 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Lelang Proyek Rumah Sakit Arjasa Maret

SUMENEP – Proyek pembangunan Rumah Sakit Arjasa dianggarkan Rp 4,6 miliar pada 2018. Namun, pihak rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Akhirnya, diputus kontrak.

Pengerjaan baru selesai 73 persen. Terdapat sisa anggaran Rp 1,2 miliar yang belum tergarap. Protek tersebut terpaksa dilanjutkan tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep A. Fatoni mengatakan, lelang proyek lanjutan pembangunan Rumah Sakit Arjasa paling cepat awal Maret. ”Itu kan anggaran sisa, bukan anggaran reguler. Jadi, ada beberapa hal yang harus dibahas dan disetujui bersama,” jelasnya kemarin (21/2).

Menurut Fatoni, perencanaannya untuk proyek lanjutan itu sudah selesai. Jadi, tinggal diajukan lelang. Apabila, sudah ada pemenangnya, pihak ketiga langsung melanjutkan pengerjaan.

Baca Juga :  Pj Bupati: Tidak Boleh Ada Titipan Dalam Lelang Proyek

”Kalau secara fisik sudah selesai. Hanya beberapa yang belum selesai. Misalnya, pemasangan keramik dan lainnya,” ujarnya.

Fatoni menyatakan, pembangunan lanjutan itu tidak termasuk proyeksi anggaran Rp 22 miliar. ”Kalau yang Rp 4,6 miliar itu di dinkes. Tapi kalau Rp 22 miliar ranahnya DPRKP dan cipta karya,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep Zainal mendesak agar semua proyek fisik dilelang. Permasalahan tahun lalu jangan terulang kembali tahun ini. Sebab, pada 2018 banyak kegiatan yang dilakukan putus kontrak. ”Sebenarnya dilelang lebih awal itu lebih bagus. Lihat saja nanti,” kata dia.

SUMENEP – Proyek pembangunan Rumah Sakit Arjasa dianggarkan Rp 4,6 miliar pada 2018. Namun, pihak rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Akhirnya, diputus kontrak.

Pengerjaan baru selesai 73 persen. Terdapat sisa anggaran Rp 1,2 miliar yang belum tergarap. Protek tersebut terpaksa dilanjutkan tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep A. Fatoni mengatakan, lelang proyek lanjutan pembangunan Rumah Sakit Arjasa paling cepat awal Maret. ”Itu kan anggaran sisa, bukan anggaran reguler. Jadi, ada beberapa hal yang harus dibahas dan disetujui bersama,” jelasnya kemarin (21/2).


Menurut Fatoni, perencanaannya untuk proyek lanjutan itu sudah selesai. Jadi, tinggal diajukan lelang. Apabila, sudah ada pemenangnya, pihak ketiga langsung melanjutkan pengerjaan.

Baca Juga :  Warning Kualitas Proyek Embung Rp 7 Miliar Lebih

”Kalau secara fisik sudah selesai. Hanya beberapa yang belum selesai. Misalnya, pemasangan keramik dan lainnya,” ujarnya.

Fatoni menyatakan, pembangunan lanjutan itu tidak termasuk proyeksi anggaran Rp 22 miliar. ”Kalau yang Rp 4,6 miliar itu di dinkes. Tapi kalau Rp 22 miliar ranahnya DPRKP dan cipta karya,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep Zainal mendesak agar semua proyek fisik dilelang. Permasalahan tahun lalu jangan terulang kembali tahun ini. Sebab, pada 2018 banyak kegiatan yang dilakukan putus kontrak. ”Sebenarnya dilelang lebih awal itu lebih bagus. Lihat saja nanti,” kata dia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/