alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Kuota 1.390, Pendaftar Hanya 973 Orang

SUMENEP – Rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Sumenep tengah berlangsung. Dari 1.390 kuota untuk dua formasi yang diberikan KemenPAN RB, hanya terisi 973 pendaftar.

Kuota formasi tenaga guru 1.322. Namun, hanya ada 906 pendaftar. Sedangkan pendaftar formasi tenaga penyuluh pertanian 68 kuota, yang terdaftar hanya 67 orang. Pendaftar tersebut dari honorer kategori dua (K-2), bukan untuk formasi umum.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Titik Suryati mengutarakan, jumlah kuota tersebut sesuai surat KemenPAN-RB pada 4 Februari lalu. Hingga 17 Februari, pendaftaran ditutup, pendaftar hanya 973 orang. ”Setelah dilakukan verifikasi dari 973, tiga orang tidak memenuhi persyaratan,” kata dia kemarin (21/2).

Titik menyampaikan, tiga orang yang tidak memenuhi syarat itu, satu di antaranya dari Sampang dan menyasar ke Sumenep. Kemudian, dua orang lainnya yang tidak lolos administrasi lantaran menggunakan ijazah D-2. Sementara persyaratannya mengharuskan ijazah S-1. ”Total 970 orang yang maju ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Gaji PPPK Pakai APBD

Menurut dia, dua kemungkinan pendftar tidak mencapai formasi yang ditentukan. Antara lain, karena memang tidak mendaftar dan tidak memiliki ijazah S-1. ”Bayangkan, dari formasi 1.390, yang mendaftar hanya 973 orang,” terangnya.

Rekrutmen PPPK kali ini tidak untuk umum. Hanya diperuntukkan khusus honorer (K-2). ”Yang boleh mendaftar hanya penyuluh pertanian dan guru,” jelasnya.

Bagi yang lolos administrasi siap-siap mengikuti seleksi computer assisted test (CAT) pada 23–24 Februari ini. ”Setelah diterima, langsung pemberkasan dan diajukan untuk NIP,” imbuhnya.

Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menambahkan, rekrutmen PPPK ini tidak jauh berbeda dengan proses rekrutmen CPNS 2018. Sangat terbuka dan nilai langsung keluar di layar monitor. ”Sudah transparan. Tidak ada main-main. Bahkan, wartawan juga bisa memantau karena di lokasi disiapkan monitor,” jelasnya.

Baca Juga :  Perbaikan Objek Wisata Harus Dibarengi Peningkatan PAD

SUMENEP – Rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Sumenep tengah berlangsung. Dari 1.390 kuota untuk dua formasi yang diberikan KemenPAN RB, hanya terisi 973 pendaftar.

Kuota formasi tenaga guru 1.322. Namun, hanya ada 906 pendaftar. Sedangkan pendaftar formasi tenaga penyuluh pertanian 68 kuota, yang terdaftar hanya 67 orang. Pendaftar tersebut dari honorer kategori dua (K-2), bukan untuk formasi umum.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Titik Suryati mengutarakan, jumlah kuota tersebut sesuai surat KemenPAN-RB pada 4 Februari lalu. Hingga 17 Februari, pendaftaran ditutup, pendaftar hanya 973 orang. ”Setelah dilakukan verifikasi dari 973, tiga orang tidak memenuhi persyaratan,” kata dia kemarin (21/2).


Titik menyampaikan, tiga orang yang tidak memenuhi syarat itu, satu di antaranya dari Sampang dan menyasar ke Sumenep. Kemudian, dua orang lainnya yang tidak lolos administrasi lantaran menggunakan ijazah D-2. Sementara persyaratannya mengharuskan ijazah S-1. ”Total 970 orang yang maju ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Sumenep Derita Kusta

Menurut dia, dua kemungkinan pendftar tidak mencapai formasi yang ditentukan. Antara lain, karena memang tidak mendaftar dan tidak memiliki ijazah S-1. ”Bayangkan, dari formasi 1.390, yang mendaftar hanya 973 orang,” terangnya.

Rekrutmen PPPK kali ini tidak untuk umum. Hanya diperuntukkan khusus honorer (K-2). ”Yang boleh mendaftar hanya penyuluh pertanian dan guru,” jelasnya.

Bagi yang lolos administrasi siap-siap mengikuti seleksi computer assisted test (CAT) pada 23–24 Februari ini. ”Setelah diterima, langsung pemberkasan dan diajukan untuk NIP,” imbuhnya.

Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menambahkan, rekrutmen PPPK ini tidak jauh berbeda dengan proses rekrutmen CPNS 2018. Sangat terbuka dan nilai langsung keluar di layar monitor. ”Sudah transparan. Tidak ada main-main. Bahkan, wartawan juga bisa memantau karena di lokasi disiapkan monitor,” jelasnya.

Baca Juga :  Serapan APBD Rendah, Dewan Meradang

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Silpa Tembus Rp 308 Miliar

Gus Acing Pacu Semangat Atlet

/