alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Jadi Tuan Rumah Acara Puncak FKMA, Jokowi Bakal Hadir

SUMENEP – Kabupaten Sumenep menjadi tuan rumah Festival Keraton Masyarakat Adat Asia Tenggara (FKMA). Launching FKMA sudah dilakukan di Jakarta, Selasa (20/2). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sumenep A. Busyro Karim hadir sebagai tuan rumah acara puncak FKMA yang akan digelar selama lima hari.

Busyro menjelaskan, kegiatan puncak FKMA akan dilaksanakan pada 27–31 Oktober 2018. Kegiatan akan dihadiri oleh seluruh keraton yang ada di Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara.

Sebelum acara puncak di Sumenep, rentetan kegiatan FKMA diselenggarakan di lima kabupaten di Indonesia. ”Untuk rentetan kegiatannya bulan depan sudah dimulai, tapi di daerah lain. Untuk puncaknya di Sumenep. Dilaksanakan pada 27–31 Oktober,” kata bupati kemarin (21/2).

Selain seluruh keraton di Asia Tenggara, kegiatan puncak FKMA juga bakal dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Menurut Busyro, kepastian kedatangan presiden diungkapkan langsung oleh Jokowi.

Baca Juga :  Ojung Bisa Menjadi Festival Kebudayaan

”Presiden Jokowi menyatakan berkenan untuk hadir dalam kegiatan puncak FKMA di Sumenep. Mulai saat ini panitia sudah mempersiapkan kedatangan beliau,” jelasnya.

FKMA bukan kegiatan kecil. Dalam launching yang diadakan di Jakarta, event tersebut dihadiri tamu-tamu penting. Seperti pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, serta para raja dan sultan dari seluruh Indonesia.

Busyro yang juga menjabat sebagai dewan pakar sekaligus dewan pembina FKMA menerangkan, kegiatan ini, acara tahunan yang rutin dilaksanakan untuk menjaga tali silaturahmi antar keraton se-Asia Tenggara. Dia berharap agar keraton yang ada saat ini bisa memberikan sumbangsih kepada negara.

Baca Juga :  Resmikan Kantor PT Garam, Menteri BUMN Hindari Media

”Dulu keraton adalah pusat pemerintahan, pusat seni, dan budaya. Bahkan, keraton menjadi pusat perkembangan ekonomi dan hal lain yang menyangkut suatu daerah atau wilayah. Jangan sampai fungsi keraton hilang begitu saja. Saya harap keraton bisa memberikan sumbangsih kepada negara,” terangnya.

Di tahun kelima perhelatan FKMA, Busyro ingin memperlihatkan seni budaya dari setiap keraton yang ada di Asia Tenggara. Selain untuk berbagi kesenian, hal itu juga berguna demi menjaga kelestarian budaya setiap keraton.

”Setiap keraton pasti punya sesuatu yang khas, baik itu kesenian, budaya, kuliner, kebiasaan orangnya, arsitektur, dan banyak lagi. Keunikan atau kekhasan ini patut kita jaga dan lestarikan,” ucap bupati.

 

SUMENEP – Kabupaten Sumenep menjadi tuan rumah Festival Keraton Masyarakat Adat Asia Tenggara (FKMA). Launching FKMA sudah dilakukan di Jakarta, Selasa (20/2). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sumenep A. Busyro Karim hadir sebagai tuan rumah acara puncak FKMA yang akan digelar selama lima hari.

Busyro menjelaskan, kegiatan puncak FKMA akan dilaksanakan pada 27–31 Oktober 2018. Kegiatan akan dihadiri oleh seluruh keraton yang ada di Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara.

Sebelum acara puncak di Sumenep, rentetan kegiatan FKMA diselenggarakan di lima kabupaten di Indonesia. ”Untuk rentetan kegiatannya bulan depan sudah dimulai, tapi di daerah lain. Untuk puncaknya di Sumenep. Dilaksanakan pada 27–31 Oktober,” kata bupati kemarin (21/2).


Selain seluruh keraton di Asia Tenggara, kegiatan puncak FKMA juga bakal dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Menurut Busyro, kepastian kedatangan presiden diungkapkan langsung oleh Jokowi.

Baca Juga :  Pembangunan Gedung DPRD Buram

”Presiden Jokowi menyatakan berkenan untuk hadir dalam kegiatan puncak FKMA di Sumenep. Mulai saat ini panitia sudah mempersiapkan kedatangan beliau,” jelasnya.

FKMA bukan kegiatan kecil. Dalam launching yang diadakan di Jakarta, event tersebut dihadiri tamu-tamu penting. Seperti pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, serta para raja dan sultan dari seluruh Indonesia.

Busyro yang juga menjabat sebagai dewan pakar sekaligus dewan pembina FKMA menerangkan, kegiatan ini, acara tahunan yang rutin dilaksanakan untuk menjaga tali silaturahmi antar keraton se-Asia Tenggara. Dia berharap agar keraton yang ada saat ini bisa memberikan sumbangsih kepada negara.

Baca Juga :  Pemkab Putus Kontrak Rekanan Nakal

”Dulu keraton adalah pusat pemerintahan, pusat seni, dan budaya. Bahkan, keraton menjadi pusat perkembangan ekonomi dan hal lain yang menyangkut suatu daerah atau wilayah. Jangan sampai fungsi keraton hilang begitu saja. Saya harap keraton bisa memberikan sumbangsih kepada negara,” terangnya.

Di tahun kelima perhelatan FKMA, Busyro ingin memperlihatkan seni budaya dari setiap keraton yang ada di Asia Tenggara. Selain untuk berbagi kesenian, hal itu juga berguna demi menjaga kelestarian budaya setiap keraton.

”Setiap keraton pasti punya sesuatu yang khas, baik itu kesenian, budaya, kuliner, kebiasaan orangnya, arsitektur, dan banyak lagi. Keunikan atau kekhasan ini patut kita jaga dan lestarikan,” ucap bupati.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/