alexametrics
22.1 C
Madura
Monday, May 23, 2022

PT Garam Belum Akhiri Masa Produksi

SUMENEP – Musim hujan sudah tiba. Akan tetapi, produksi garam di Sumenep belum dihentikan. Bahkan PT Garam memastikan bahwa November ini masih masuk bulan produksi.

Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko mengatakan, sampai saat ini secara formal belum ada keputusan penghentian produksi garam. Pimpinan PT Garam belum mengeluarkan surat keputusan (SK) terkait berakhirnya musim produksi. Sebab, saat ini masih ada celah-celah untuk memproduksi garam. ”Sekarang ini masih masuk musim produksi,” katanya Selasa (20/11).

Dia menjelaskan, musim produksi terhenti manakala intensitas hujan sangat tinggi. Itu pun dengan catatan apabila hujan turun selama sepuluh hari berturut-turut. Jika hanya sehari hujan dan setelah itu kembali kemarau, produksi garam tetap berlanjut.

Baca Juga :  Jelang Pilkades Serentak, Polisi Amankan Terduga Pelaku Money Politic

Jika lahan pegaraman terkena hujan di atas 20 mili, produksi dihentikan dulu. Air hujan harus dibuang dulu. ”Kalau ada panas lagi, mesti kerja lagi, produksi garam lagi,” tegasnya kepada RadarMadura.id.

Budi menerangkan bahwa musim produksi garam berbeda dengan jenis usaha lainnya. Sebab, usaha ini tidak bisa diprediksi. Pihaknya menggantungkan masa produksi sesuai dengan musim kemarau.

”Kita mengikuti BMKG. Kelihatannya memang di antara November ini masih ada dasarian kering. Makanya, saya belum memberhentikan masa produksi,” paparnya.

”Nanti kami akan rapat produksi. Mempertimbangkan dari BMKG, mempertimbangkan posisi kelembapan serta lainnya. Nanti baru kami mengambil keputusan produksi,” paparnya.

Pihaknya memastikan, seandainya produksi garam dihentikan, PT Garam tidak akan kekurangan stok. Sebab, saat ini produksi garam sudah melampaui target. Total produksi garam sekarang sekitar 360 ribu ton melampaui target yang ditetapkan, yakni 350 ribu ton. 

Baca Juga :  Jokowi Bakal Bangun Terowongan Toleransi, Warga Sumenep Surati Stafsus

 

SUMENEP – Musim hujan sudah tiba. Akan tetapi, produksi garam di Sumenep belum dihentikan. Bahkan PT Garam memastikan bahwa November ini masih masuk bulan produksi.

Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko mengatakan, sampai saat ini secara formal belum ada keputusan penghentian produksi garam. Pimpinan PT Garam belum mengeluarkan surat keputusan (SK) terkait berakhirnya musim produksi. Sebab, saat ini masih ada celah-celah untuk memproduksi garam. ”Sekarang ini masih masuk musim produksi,” katanya Selasa (20/11).

Dia menjelaskan, musim produksi terhenti manakala intensitas hujan sangat tinggi. Itu pun dengan catatan apabila hujan turun selama sepuluh hari berturut-turut. Jika hanya sehari hujan dan setelah itu kembali kemarau, produksi garam tetap berlanjut.

Baca Juga :  Tekan Pengangguran, Program Ini yang Akan Dilakukan Kades Manding Laok

Jika lahan pegaraman terkena hujan di atas 20 mili, produksi dihentikan dulu. Air hujan harus dibuang dulu. ”Kalau ada panas lagi, mesti kerja lagi, produksi garam lagi,” tegasnya kepada RadarMadura.id.

Budi menerangkan bahwa musim produksi garam berbeda dengan jenis usaha lainnya. Sebab, usaha ini tidak bisa diprediksi. Pihaknya menggantungkan masa produksi sesuai dengan musim kemarau.

”Kita mengikuti BMKG. Kelihatannya memang di antara November ini masih ada dasarian kering. Makanya, saya belum memberhentikan masa produksi,” paparnya.

”Nanti kami akan rapat produksi. Mempertimbangkan dari BMKG, mempertimbangkan posisi kelembapan serta lainnya. Nanti baru kami mengambil keputusan produksi,” paparnya.

Pihaknya memastikan, seandainya produksi garam dihentikan, PT Garam tidak akan kekurangan stok. Sebab, saat ini produksi garam sudah melampaui target. Total produksi garam sekarang sekitar 360 ribu ton melampaui target yang ditetapkan, yakni 350 ribu ton. 

Baca Juga :  Pendamping Tarik Bansos PKH

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/