alexametrics
24 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Petugas Deteksi Empat Jenis Penyakit Abdul Jalil

SUMENEP – Abdul Jalil, bayi di bawah lima tahun (balita) yang memiliki leher lentur, mulai menjalani pemeriksaan medis. Bocah kelahiran 7 Mei 2016 itu mendapat penanganan di RSUD dr Soetomo. Anak asal Dusun Polai, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep, itu dibawa ke rumah sakit berkat sumbangan dermawan.

Minggu malam (19/11) Abdul Jalil beserta rombongan Komunitas Sumenep Berbagi (KSB) menuju Surabaya. Abdul ditemani ibu kandungnya, Halimah. Anak kandungnya akan menjalani lima tahap pemeriksaan.

Pemeriksaan mulai dilakukan Senin (20/11). Direncanakan secara bergantian Jalil akan diperiksa di poli saraf anak, poli THT, poli mata, dan poli rehab. Termasuk, pemeriksaan darah. Pemeriksaan pertama dilakukan pada poli saraf anak.

Dalam pemeriksaan tersebut, terdeteksi empat jenis penyakit. Antara lain, epilepsi, mikrosefalus, severe wasted, dan severe stunded. Jalil mengalami penyakit mikrosefalus dengan terjadinya pengecilan tulang di bagian kepala. Termasuk severe wasted dan severe stundet yang diketahui mengalami gizi buruk.

Baca Juga :  Bupati Busyro Apresiasi Kegiatan Sumenep for Palestine

”Dalam satu poli diketahui ada empat jenis penyakit. Mudah-mudahan tidak ada penyakit lain. Selanjutnya akan diperiksa di poli lain,” ungkap koordinator KSB Ferry Saputra melalui sambungan telepon.

Pemeriksaan kemarin berfokus pada poli saraf anak dan pemeriksaan darah. Hari ini (21/11) akan dilanjutkan pemeriksaan di poli mata, poli rehab, dan poli THT. Pemeriksaan direncanakan berlangsung tiga hari.

Sebelumnya Jalil diperiksa di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep. Dia diduga menderita cerebral palsy. Yakni, kelainan pada tulang kepala. Selama ini dia tidak bisa menegakkan kepala sendiri.

Sampai berusia 18 bulan, bayi itu belum bisa beraktivitas sendiri. Sebab, untuk tegak kepalanya harus dipegang. Anak tersebut lahir dari keluarga miskin. Selama ini keluarganya mengalami keterbatasan ekonomi untuk memeriksa kondisi anak tersebut.

Ferry Saputra mengaku akan terus mengawal pemeriksaan Jalil selama beberapa hari. Biaya yang digunakan merupakan sumbangan anggota KSB dan sumbangan donatur serta dermawan. Selama ini tidak ada campur tangan pemerintah. Meskipun sebelumnya sudah diperiksa ke RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep.

Baca Juga :  Pengasuh Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Wafat

”Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada donatur. Sehingga adik Abdul Jalil bisa menjalani pemeriksaan. Dana yang terkumpul kami gunakan untuk perawatannya,” ucapnya.

Pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan di lima poli. Setelah itu, akan dilakukan tindakan lanjutan. Jalil membutuhkan biaya untuk dirawat pasca pemeriksaan. Pihaknya berharap putra Tolak-Asmoni itu bisa sembuh seperti anak normal.

Jalil terlihat lahir normal. Proses kelahirannya tidak melalui bidan, tapi dukun. Sebab, di desa tersebut tidak ada bidan. Sementara kedua orang tua jalil tidak mampu.

Kepala Dinkes Sumenep A. Fatoni tetap tidak memberikan tanggapan. Berusaha dikonfirmasi ke meja kerjanya tidak berhasil. Berusaha dihubungi melalui nomor ponselnya, tidak ada respons. Pesan yang dikirim ke WhatsApp tidak dibalas meski dibaca.

SUMENEP – Abdul Jalil, bayi di bawah lima tahun (balita) yang memiliki leher lentur, mulai menjalani pemeriksaan medis. Bocah kelahiran 7 Mei 2016 itu mendapat penanganan di RSUD dr Soetomo. Anak asal Dusun Polai, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep, itu dibawa ke rumah sakit berkat sumbangan dermawan.

Minggu malam (19/11) Abdul Jalil beserta rombongan Komunitas Sumenep Berbagi (KSB) menuju Surabaya. Abdul ditemani ibu kandungnya, Halimah. Anak kandungnya akan menjalani lima tahap pemeriksaan.

Pemeriksaan mulai dilakukan Senin (20/11). Direncanakan secara bergantian Jalil akan diperiksa di poli saraf anak, poli THT, poli mata, dan poli rehab. Termasuk, pemeriksaan darah. Pemeriksaan pertama dilakukan pada poli saraf anak.


Dalam pemeriksaan tersebut, terdeteksi empat jenis penyakit. Antara lain, epilepsi, mikrosefalus, severe wasted, dan severe stunded. Jalil mengalami penyakit mikrosefalus dengan terjadinya pengecilan tulang di bagian kepala. Termasuk severe wasted dan severe stundet yang diketahui mengalami gizi buruk.

Baca Juga :  Bantuan RTLH Kepulauan Tidak Merata

”Dalam satu poli diketahui ada empat jenis penyakit. Mudah-mudahan tidak ada penyakit lain. Selanjutnya akan diperiksa di poli lain,” ungkap koordinator KSB Ferry Saputra melalui sambungan telepon.

Pemeriksaan kemarin berfokus pada poli saraf anak dan pemeriksaan darah. Hari ini (21/11) akan dilanjutkan pemeriksaan di poli mata, poli rehab, dan poli THT. Pemeriksaan direncanakan berlangsung tiga hari.

Sebelumnya Jalil diperiksa di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep. Dia diduga menderita cerebral palsy. Yakni, kelainan pada tulang kepala. Selama ini dia tidak bisa menegakkan kepala sendiri.

Sampai berusia 18 bulan, bayi itu belum bisa beraktivitas sendiri. Sebab, untuk tegak kepalanya harus dipegang. Anak tersebut lahir dari keluarga miskin. Selama ini keluarganya mengalami keterbatasan ekonomi untuk memeriksa kondisi anak tersebut.

Ferry Saputra mengaku akan terus mengawal pemeriksaan Jalil selama beberapa hari. Biaya yang digunakan merupakan sumbangan anggota KSB dan sumbangan donatur serta dermawan. Selama ini tidak ada campur tangan pemerintah. Meskipun sebelumnya sudah diperiksa ke RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep.

Baca Juga :  Syubhat, Ketua DPRD Kembalikan Mobdin

”Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada donatur. Sehingga adik Abdul Jalil bisa menjalani pemeriksaan. Dana yang terkumpul kami gunakan untuk perawatannya,” ucapnya.

Pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan di lima poli. Setelah itu, akan dilakukan tindakan lanjutan. Jalil membutuhkan biaya untuk dirawat pasca pemeriksaan. Pihaknya berharap putra Tolak-Asmoni itu bisa sembuh seperti anak normal.

Jalil terlihat lahir normal. Proses kelahirannya tidak melalui bidan, tapi dukun. Sebab, di desa tersebut tidak ada bidan. Sementara kedua orang tua jalil tidak mampu.

Kepala Dinkes Sumenep A. Fatoni tetap tidak memberikan tanggapan. Berusaha dikonfirmasi ke meja kerjanya tidak berhasil. Berusaha dihubungi melalui nomor ponselnya, tidak ada respons. Pesan yang dikirim ke WhatsApp tidak dibalas meski dibaca.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/