alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Pasca Penyerangan Mapolsek Wonokromo, Wabup Sumenep Bilang Begini

SUMENEP – Insiden penyerangan Mapolsek Wonokromo pada Sabtu (17/8) oleh Imam Musthofa mengejutkan publik. Utamanya, warga Sumenep. Sebab, Imam berasal dari Kota Keris. Lalu seperti apa respon Pemkab Sumenep?.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi menghimbau masyarakat berhati-hati dengan perkembangan paham radikal. Meski di Sumenep belum dipetakan mana saja kawasan rawan paham radikal.

“Saya kira tidak hanya di Sumenep. Setiap pemerintah daerah saat ini mengantisipasi hal tersebut (perkembangan paham radikal, Red),” ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Sumenep mengaku selalu memberi penyuluhan terkait pentingnya empat pilar kebangsaan. Mulai dari Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Cara paling ampuh menangkal paham radikal lewat pendekatan budaya. Kita harus memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa agama yang dianut dan budaya di Indonesia itu beragam,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kadiskominfo: Seribu Hari Kepemimpinan Bupati-Wabup Bertabur Prestasi

Suami Nia Kurnia itu menambahkan, Imam Musthofa (tersangka penyerangan Mapolsek Wonokromo, Red) sudah lama tidak pulang ke Sumenep. “Sampai detik ini, kami belum melihat ada warga Sumenep terindikasi paham radikal,” tegasnya.

Ferdinan, Kepala Diskominfo Sumenep mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan bijak saat menggunakan International Networking (Internet).

“Tugas kami hanya memberikan penyuluhan. Selebihnya, dikembalikan kepada masyarakat. Untuk konten berbahaya dan butuh filter itu tanggungjawab kementerian,” pungkasnya. (Rofiqi)

- Advertisement -

SUMENEP – Insiden penyerangan Mapolsek Wonokromo pada Sabtu (17/8) oleh Imam Musthofa mengejutkan publik. Utamanya, warga Sumenep. Sebab, Imam berasal dari Kota Keris. Lalu seperti apa respon Pemkab Sumenep?.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi menghimbau masyarakat berhati-hati dengan perkembangan paham radikal. Meski di Sumenep belum dipetakan mana saja kawasan rawan paham radikal.

“Saya kira tidak hanya di Sumenep. Setiap pemerintah daerah saat ini mengantisipasi hal tersebut (perkembangan paham radikal, Red),” ujarnya.


Menurutnya, Pemkab Sumenep mengaku selalu memberi penyuluhan terkait pentingnya empat pilar kebangsaan. Mulai dari Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Cara paling ampuh menangkal paham radikal lewat pendekatan budaya. Kita harus memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa agama yang dianut dan budaya di Indonesia itu beragam,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bukan Patrol Sahur, Tim Gabungan Semprotkan Cairan Disinfektan

Suami Nia Kurnia itu menambahkan, Imam Musthofa (tersangka penyerangan Mapolsek Wonokromo, Red) sudah lama tidak pulang ke Sumenep. “Sampai detik ini, kami belum melihat ada warga Sumenep terindikasi paham radikal,” tegasnya.

Ferdinan, Kepala Diskominfo Sumenep mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan bijak saat menggunakan International Networking (Internet).

“Tugas kami hanya memberikan penyuluhan. Selebihnya, dikembalikan kepada masyarakat. Untuk konten berbahaya dan butuh filter itu tanggungjawab kementerian,” pungkasnya. (Rofiqi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/