alexametrics
29.9 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Kecewa Kinerja Kejari, KMS Gelar Unjuk Rasa

SUMENEP – Menjelang Hari Adhyaksa Ke-57, aktivis Kaukus Mahasiswa Sumenep (KMS) menggelar unjuk rasa di depan kantor kejari Kamis (20/7). Mereka mengkritik kinerja Korps Adhyaksa dalam menangani berbagai kasus korupsi di kota ujung timur Madura.

Dalam aksi itu, para demonstran sempat ricuh dengan aparat kepolisian. Mereka berusaha masuk gedung kejari karena ingin menemui Kepala Kejari Sumenep Bambang Sutrisna. Namun, keinginan itu dihalangi anggota shabara yang mengamankan aksi.

            Para demonstran melakukan long march sekitar satu kilometer. Mereka berorasi secara bergantian. Mereka menuding Kejari Sumenep tidak serius menangani korupsi. Indikasinya, banyak kasus korupsi yang tidak kunjung selesai. Bahkan, sudah dilaporkan selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Bupati Busyro Karim Minta Masyarakat Sumenep Pilih Jokowi Amin

            Salah satunya, laporan dugaan korupsi pekerjaan pokmas senilai Rp 600 juta di Kecamatan Dungkek. Sampai saat ini, kasus tersebut tidak kunjung ditindaklanjuti. ”Maling banyak yang masuk penjara. Sementara koruptor yang mengambil uang negara kasusnya malah tidak dilanjutkan,” ucap Korlap aksi Mahfud Amin.

            Setelah terjadi aksi saling dorong dengan polisi, kejari meminta perwakilan demonstran memasuki ruangan. Sekitar empat perwakilan akhirnya menyampaikan tuntutannya secara langsung kepada Kajari Sumenep. Pertemuan itu berlangsung sekitar 20 menit. Mereka meminta Kajari menagani korupsi dengan serius.

            Sementara massa KMS yang sebagian memilih bertahan di depan pintu masuk Kejari Sumenep berzikir bersama. Tujuannya, mendoakan agar kejari segera menuntaskan kasus dan menangkap para koruptor. Sebab, perbuatan para koruptor telah menghancurkan negara.

Baca Juga :  Warga Babbalan Tutup Akses Jalan

            Kajari Sumenep Bambang Sutrisna menyatakan akan terus melakukan penindakan hukum. Pihaknya mengklaim semua kasus korupsi tuntas. ”Kalau kasus korupsi semua tuntas. Laporan memang banyak kami terima, tapi kami memberlakukan skala prioritas,” ungkapnya.

 

 

- Advertisement -

SUMENEP – Menjelang Hari Adhyaksa Ke-57, aktivis Kaukus Mahasiswa Sumenep (KMS) menggelar unjuk rasa di depan kantor kejari Kamis (20/7). Mereka mengkritik kinerja Korps Adhyaksa dalam menangani berbagai kasus korupsi di kota ujung timur Madura.

Dalam aksi itu, para demonstran sempat ricuh dengan aparat kepolisian. Mereka berusaha masuk gedung kejari karena ingin menemui Kepala Kejari Sumenep Bambang Sutrisna. Namun, keinginan itu dihalangi anggota shabara yang mengamankan aksi.

            Para demonstran melakukan long march sekitar satu kilometer. Mereka berorasi secara bergantian. Mereka menuding Kejari Sumenep tidak serius menangani korupsi. Indikasinya, banyak kasus korupsi yang tidak kunjung selesai. Bahkan, sudah dilaporkan selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Rumah Sakit Arjasa Butuh Rp 35 Miliar

            Salah satunya, laporan dugaan korupsi pekerjaan pokmas senilai Rp 600 juta di Kecamatan Dungkek. Sampai saat ini, kasus tersebut tidak kunjung ditindaklanjuti. ”Maling banyak yang masuk penjara. Sementara koruptor yang mengambil uang negara kasusnya malah tidak dilanjutkan,” ucap Korlap aksi Mahfud Amin.

            Setelah terjadi aksi saling dorong dengan polisi, kejari meminta perwakilan demonstran memasuki ruangan. Sekitar empat perwakilan akhirnya menyampaikan tuntutannya secara langsung kepada Kajari Sumenep. Pertemuan itu berlangsung sekitar 20 menit. Mereka meminta Kajari menagani korupsi dengan serius.

            Sementara massa KMS yang sebagian memilih bertahan di depan pintu masuk Kejari Sumenep berzikir bersama. Tujuannya, mendoakan agar kejari segera menuntaskan kasus dan menangkap para koruptor. Sebab, perbuatan para koruptor telah menghancurkan negara.

Baca Juga :  Kajari Sumenep Gencar Sharing Ilmu kepada Pelajar

            Kajari Sumenep Bambang Sutrisna menyatakan akan terus melakukan penindakan hukum. Pihaknya mengklaim semua kasus korupsi tuntas. ”Kalau kasus korupsi semua tuntas. Laporan memang banyak kami terima, tapi kami memberlakukan skala prioritas,” ungkapnya.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/