alexametrics
21.5 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Kendalikan Kencing Manis Bersama JKN-KIS

SUMENEP – Penyakit kencing manis atau diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit yang paling banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil Riskesdas Kementerian Kesehatan tahun 2018, sebanyak 22,9 juta masyarakat Indonesia mengidap DM. Salah satu ciri seseorang mengidap DM adalah tingginya kadar gula atau glukosa darah.

Penyakit DM inilah yang kini diderita Masminati (57), warga Desa Kolor, Kecamatan Kota/Kabupaten Sumenep. Sejak empat tahun terakhir, Masminati menderita penyakit DM yang mengharuskannya secara rutin menerapkan pola hidup sehat. Termasuk, mengatur pola makan, rutin berolahraga, dan mengonsumsi beberapa obat-obatan. Tujuannya, mengendalikan glukosa darah.

”Jadi harus disiplin, baik itu dalam konsumsi makanan sehari-hari, olahraga, atau kontrol ke dokternya. Supaya kondisi kita bisa terus sehat,” ujarnya.

Baca Juga :  Menunggak, Pemkab Siap Alihkan Sebagian PBPU JKN ke PD Pemda

Masminati bersyukur, saat ini program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah memberikan manfaat promotif preventif bagi peserta JKN-KIS. Sebab, BPJS Kesehatan memiliki program Rujuk Balik (PRB) dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Menurut dia, setelah mengikuti PRB dan Prolanis, dia kini dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dan memperoleh obat-obatan dengan mudah.

”Saat itu, dokter menyatakan saya sakit gula (DM), terus diarahkan ikut Prolanis sama PRB-nya sama dokter Amita (salah satu Faskes Primer di Kabupaten Sumenep, Red). Alhamdulillah jadi lebih enak. Setiap bulan dapat obat biar kadar gulanya nggak tinggi. Terus ada senam sama pemeriksaan rutin. Tidak perlu bayar lagi karena sudah dijamin BPJS Kesehatan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan JKN-KIS

Masminati mengajak seluruh masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat. Sebab, kesehatan merupakan hal yang mahal. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Jika terdaftar JKN-KIS, biaya pengobatan tidak lagi menjadi kendala bagi masyarakat.

”Yang paling penting itu jaga kesehatan. Kalau sudah sakit, tidak bisa beraktivitas. Mengikuti program BPJS Kesehatan (JKN-KIS, Red) itu penting. Karena kalau sakit, sudah tidak perlu mikir biaya lagi,” pungkasnya. (*/par)

SUMENEP – Penyakit kencing manis atau diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit yang paling banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil Riskesdas Kementerian Kesehatan tahun 2018, sebanyak 22,9 juta masyarakat Indonesia mengidap DM. Salah satu ciri seseorang mengidap DM adalah tingginya kadar gula atau glukosa darah.

Penyakit DM inilah yang kini diderita Masminati (57), warga Desa Kolor, Kecamatan Kota/Kabupaten Sumenep. Sejak empat tahun terakhir, Masminati menderita penyakit DM yang mengharuskannya secara rutin menerapkan pola hidup sehat. Termasuk, mengatur pola makan, rutin berolahraga, dan mengonsumsi beberapa obat-obatan. Tujuannya, mengendalikan glukosa darah.

”Jadi harus disiplin, baik itu dalam konsumsi makanan sehari-hari, olahraga, atau kontrol ke dokternya. Supaya kondisi kita bisa terus sehat,” ujarnya.

Baca Juga :  Terungkap, Marissa Haque Ternyata Ketururan Orang Madura

Masminati bersyukur, saat ini program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah memberikan manfaat promotif preventif bagi peserta JKN-KIS. Sebab, BPJS Kesehatan memiliki program Rujuk Balik (PRB) dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Menurut dia, setelah mengikuti PRB dan Prolanis, dia kini dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dan memperoleh obat-obatan dengan mudah.

”Saat itu, dokter menyatakan saya sakit gula (DM), terus diarahkan ikut Prolanis sama PRB-nya sama dokter Amita (salah satu Faskes Primer di Kabupaten Sumenep, Red). Alhamdulillah jadi lebih enak. Setiap bulan dapat obat biar kadar gulanya nggak tinggi. Terus ada senam sama pemeriksaan rutin. Tidak perlu bayar lagi karena sudah dijamin BPJS Kesehatan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pakai Aplikasi Mobile JKN Buatan BPJS Kesehatan, Pelayanan Jadi Lancar

Masminati mengajak seluruh masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat. Sebab, kesehatan merupakan hal yang mahal. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Jika terdaftar JKN-KIS, biaya pengobatan tidak lagi menjadi kendala bagi masyarakat.

”Yang paling penting itu jaga kesehatan. Kalau sudah sakit, tidak bisa beraktivitas. Mengikuti program BPJS Kesehatan (JKN-KIS, Red) itu penting. Karena kalau sakit, sudah tidak perlu mikir biaya lagi,” pungkasnya. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/