alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pemkab Sumenep Lirik Gua Arca

SUMENEP – Penelitian Tim Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta di Gua Arca masih berlangsung. Namun, pemkab sudah mulai melirik pengembangan gua di Desa Daandung, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, itu untuk dijadikan wisata.

Salah satu alasannya, gua yang diperkirakan berusia ribuan tahun itu menyimpan nilai sejarah. Gua Arca merupakan salah satu lokasi gua yang diteliti oleh Tim Balar Jogjakarta. Sejak tahun lalu, tim ini mengadakan penggalian di Gua Arca untuk menemukan sisa peninggalan prasejarah.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Sufiyanto mengaku telah memutuskan Gua Arca bisa dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di kepulauan. Bahkan, rencana pengembangan potensi gua di Sumenep sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Hanya, pengembangannya memang membutuhkan waktu.

Baca Juga :  Warga Sumenep Sebut Ibu Ani Yudhoyono Beruntung, Ini Alasannya

Selain memiliki potensi sebagai wisata sejarah, Gua Arca juga memiliki keindahan alami gua karst. Apalagi, kata dia, Gua Arca juga cukup besar. ”Batuan yang ada di dalam juga cukup bagus,” jelas pria yang akrab disapa Sofi itu kemarin (20/4).

”Pemkab Sumenep sangat mendukung penelitian ini. Karena itu, kami harus menunggu selesainya penelitian. Juga harus dilakukan uji keamanan dan persiapan lain untuk pengembangan gua,” katanya.

Ketua Tim Peneliti Balar Alifah belum bisa memastikan penelitian tersebut selesai. Tahun depan masih akan kembali untuk melanjutkan penggalian artefak prasejarah. ”Yang jelas sampai hasilnya nihil baru akan dihentikan,” katanya.

Alifah sangat antusias melakukan penelitian di Sumenep. Sebab, kabupaten ini banyak memiliki gua karst yang diprediksi menyimpan rahasia prasejarah yang lebih banyak dari yang sudah ditemukan. ”Sementara survei di beberapa lokasi masih dilakukan. Kemungkinan adanya tempat lain yang menyimpan peninggalan sejarah seperti di Gua Arca ada,” tandasnya.

Baca Juga :  Busyro Ajak Warga Bersabar Hadapi Musibah
- Advertisement -

SUMENEP – Penelitian Tim Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta di Gua Arca masih berlangsung. Namun, pemkab sudah mulai melirik pengembangan gua di Desa Daandung, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, itu untuk dijadikan wisata.

Salah satu alasannya, gua yang diperkirakan berusia ribuan tahun itu menyimpan nilai sejarah. Gua Arca merupakan salah satu lokasi gua yang diteliti oleh Tim Balar Jogjakarta. Sejak tahun lalu, tim ini mengadakan penggalian di Gua Arca untuk menemukan sisa peninggalan prasejarah.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Sufiyanto mengaku telah memutuskan Gua Arca bisa dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di kepulauan. Bahkan, rencana pengembangan potensi gua di Sumenep sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Hanya, pengembangannya memang membutuhkan waktu.

Baca Juga :  Warga Sumenep Sebut Ibu Ani Yudhoyono Beruntung, Ini Alasannya

Selain memiliki potensi sebagai wisata sejarah, Gua Arca juga memiliki keindahan alami gua karst. Apalagi, kata dia, Gua Arca juga cukup besar. ”Batuan yang ada di dalam juga cukup bagus,” jelas pria yang akrab disapa Sofi itu kemarin (20/4).

”Pemkab Sumenep sangat mendukung penelitian ini. Karena itu, kami harus menunggu selesainya penelitian. Juga harus dilakukan uji keamanan dan persiapan lain untuk pengembangan gua,” katanya.

Ketua Tim Peneliti Balar Alifah belum bisa memastikan penelitian tersebut selesai. Tahun depan masih akan kembali untuk melanjutkan penggalian artefak prasejarah. ”Yang jelas sampai hasilnya nihil baru akan dihentikan,” katanya.

Alifah sangat antusias melakukan penelitian di Sumenep. Sebab, kabupaten ini banyak memiliki gua karst yang diprediksi menyimpan rahasia prasejarah yang lebih banyak dari yang sudah ditemukan. ”Sementara survei di beberapa lokasi masih dilakukan. Kemungkinan adanya tempat lain yang menyimpan peninggalan sejarah seperti di Gua Arca ada,” tandasnya.

Baca Juga :  Harga Tembakau Tembus Rp 2 Ribu Per Pohon
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/