alexametrics
25.2 C
Madura
Tuesday, August 16, 2022

Desa Jambu Dikepung Banjir

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Sejumlah rumah di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, terendam banjir. Ketinggan air setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya, atkivitas warga dan lalu lintas terganggu.

Sunan, warga setempat, menuturkan, hujan deras mengguyur desanya sekitar satu jam lebih. Akibatnya, banjir terjadi. Kondisinya paling parah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, air tidak masuk rumah warga.

Warga bersama sejumlah santri membatu pengendara yang memaksa menerabas banjir. Beruntung, banjir tidak berlangsung lama. Dengan demikian, arus lalu lintas kembali normal.

”Kalau yang nekat menerobos motornya langsung mati di tengah jalan, pengendara yang jatuh juga ada. Tapi, mereka berhasil diselamatkan warga,” jelasnya kemarin (20/1).

Baca Juga :  BPRS Minta Pedagang Pasar Anom Patuhi Aturan. Jika Abai, Ini Sanksinya

Ria warga setempat juga menyampaikan bahwa banjir tersebut paling besar selama beberapa tahun terakhir. Indikasinya, air sampai masuk toko dan rumah miliknya.

Perabotan rumah berhasil dievakuasi. Dia berharap, kondisi tersebut mendapat perhatian pemerintah. Terutama untuk menanggulangi jangka panjang.

”Kami tentu berharap ada solusi konkret agar tidak terus-terusan menjadi kawasan langganan banjir. Penanganan jangka panjang itu lebih penting dari sekadar bantuan insidentil ketika ada bencana,” harap ibu satu anak itu. (jun)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Sejumlah rumah di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, terendam banjir. Ketinggan air setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya, atkivitas warga dan lalu lintas terganggu.

Sunan, warga setempat, menuturkan, hujan deras mengguyur desanya sekitar satu jam lebih. Akibatnya, banjir terjadi. Kondisinya paling parah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, air tidak masuk rumah warga.

Warga bersama sejumlah santri membatu pengendara yang memaksa menerabas banjir. Beruntung, banjir tidak berlangsung lama. Dengan demikian, arus lalu lintas kembali normal.


”Kalau yang nekat menerobos motornya langsung mati di tengah jalan, pengendara yang jatuh juga ada. Tapi, mereka berhasil diselamatkan warga,” jelasnya kemarin (20/1).

Baca Juga :  Sapi Mata Satu Gegerkan Warga

Ria warga setempat juga menyampaikan bahwa banjir tersebut paling besar selama beberapa tahun terakhir. Indikasinya, air sampai masuk toko dan rumah miliknya.

Perabotan rumah berhasil dievakuasi. Dia berharap, kondisi tersebut mendapat perhatian pemerintah. Terutama untuk menanggulangi jangka panjang.

”Kami tentu berharap ada solusi konkret agar tidak terus-terusan menjadi kawasan langganan banjir. Penanganan jangka panjang itu lebih penting dari sekadar bantuan insidentil ketika ada bencana,” harap ibu satu anak itu. (jun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/