alexametrics
22.4 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Gelombang Tinggi Hantui Pelayaran ke Wilayah Kepulauan

SUMENEP – Masyarakat kepulauan Sumenep perlu memiliki kesabaran berlapis. Sebab, tidak setiap saat mereka bisa berlayar ke kampung halaman. Terlebih belakangan cuaca buruk kerap menghantui pelayaran di Kota Keris.

Informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disebutkan bahwa dua hari ke depan, cuaca buruk akan kembali terjadi di laut Jawa. Kepala Stasiun BMKG Kalianget Usman Khalid mengatakan, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi Selasa (22/1). Ketinggian gelombang sekitar tiga meter lebih.

”Tendensi peningkatan ketinggian gelombang yang cukup ekstrem di laut Jawa diperkirakan terjadi pada 22 Januari 2019,” kata Usman kemarin (20/1). ”Ketinggian gelombang maksimum dapat mencapai lebih dari 3,5 meter hampir di seluruh wilayah perairan Jawa Timur kecuali Selat Madura,” tambahnya.

Baca Juga :  Alasan Cuaca, Normalisasi Diberhentikan

Untuk hari ini, perkiraan gelombang di Selat Madura antara 0.25–0.5 meter. Sedangkan gelombang di laut Jawa bagian timur dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur cukup tinggi, yakni antara 1,3–2,5 meter.

Hal senada disampaikan petugas Bagian Lalu Lintas Laut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelayaran (KSOP) Kalianget Edy Sucipto. Menurut dia, mulai 22–24 Januari 2019, gelombang di Sumenep diperkirakan tinggi. Karena itu, pihaknya menunggu kajian lebih lanjut dari BMKG terkait informasi tersebut.

”Kalau misalnya tinggi gelombang mencapai tiga meter lebih, pelayaran bisa ditunda,” jelasnya.

Penundaan pelayaran lumrah dilakukan saat cuaca buruk. Kebijakan tersebut diterapkan demi menjaga keselamatan penumpang. Sebab, pihaknya tidak menginginkan terjadi kecelakaan laut manakala pelayaran dipaksakan saat cuaca buruk.

Baca Juga :  Cuaca Tak Bersahabat Lebih Baik Tak Melaut

”Kami memikirkan keselamatan penumpang. Manakala dipaksakan, khawatir terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan bersama,” tambahnya.

SUMENEP – Masyarakat kepulauan Sumenep perlu memiliki kesabaran berlapis. Sebab, tidak setiap saat mereka bisa berlayar ke kampung halaman. Terlebih belakangan cuaca buruk kerap menghantui pelayaran di Kota Keris.

Informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disebutkan bahwa dua hari ke depan, cuaca buruk akan kembali terjadi di laut Jawa. Kepala Stasiun BMKG Kalianget Usman Khalid mengatakan, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi Selasa (22/1). Ketinggian gelombang sekitar tiga meter lebih.

”Tendensi peningkatan ketinggian gelombang yang cukup ekstrem di laut Jawa diperkirakan terjadi pada 22 Januari 2019,” kata Usman kemarin (20/1). ”Ketinggian gelombang maksimum dapat mencapai lebih dari 3,5 meter hampir di seluruh wilayah perairan Jawa Timur kecuali Selat Madura,” tambahnya.

Baca Juga :  TPI Pasongsongan Hanya Jadi Tempat Parkir


Untuk hari ini, perkiraan gelombang di Selat Madura antara 0.25–0.5 meter. Sedangkan gelombang di laut Jawa bagian timur dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur cukup tinggi, yakni antara 1,3–2,5 meter.

Hal senada disampaikan petugas Bagian Lalu Lintas Laut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelayaran (KSOP) Kalianget Edy Sucipto. Menurut dia, mulai 22–24 Januari 2019, gelombang di Sumenep diperkirakan tinggi. Karena itu, pihaknya menunggu kajian lebih lanjut dari BMKG terkait informasi tersebut.

”Kalau misalnya tinggi gelombang mencapai tiga meter lebih, pelayaran bisa ditunda,” jelasnya.

Penundaan pelayaran lumrah dilakukan saat cuaca buruk. Kebijakan tersebut diterapkan demi menjaga keselamatan penumpang. Sebab, pihaknya tidak menginginkan terjadi kecelakaan laut manakala pelayaran dipaksakan saat cuaca buruk.

Baca Juga :  Cuaca Tak Bersahabat Lebih Baik Tak Melaut

- Advertisement -

”Kami memikirkan keselamatan penumpang. Manakala dipaksakan, khawatir terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan bersama,” tambahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/