alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Realisasi APBD Rendah

SUMENEP – Hingga saat ini realisasi serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Sumenep 2018 masih rendah. Sampai pekan kedua Desember, serapan APBD Sumenep 2018 masih berada di kisaran 60 persen.

Tahun ini, kekuatan ABPD Kabupaten Sumenep bernilai Rp 2,3 triliun. Dengan data tersebut, berarti masih ada sekitar Rp 940 miliar dana APBD yang belum terserap.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep Badrul Aini, serapan APBD Sumenep tahun ini tidak akan mencapai 90 persen pada saat tutup buku 25 Desember mendatang. Sebab, dalam rapat bersama Pemkab Sumenep November lalu, masih ada anggaran sekitar Rp 500 miliar dari APBD yang belum tersentuh sama sekali.

Baca Juga :  Kajari Sumenep Gencar Sharing Ilmu kepada Pelajar

”Sekarang kemungkinan serapannya masih kisaran 60 sampai 70 persen. Satu minggu lagi tutup buku,” katanya, Selasa (18/12).

Menurut dia, rendahnya serapan APBD Sumenep tahun ini akibat banyaknya program organisasi perangkat daerah (OPD) Setkab Sumenep yang tidak terlaksana.

”Dalam laporan secara umum yang kami terima, masih banyak OPD yang serapannya rendah. Bahkan, ada banyak program yang tidak terlaksana,” ungkapnya.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi tidak berkomentar banyak. Meski begitu, dia membenarkan hal itu. Menurut dia, hingga pekan kedua, serapan APBD Sumenep masih berada di angka 60 persen.

”Data terbaru belum kami terima, tapi yang pasti setiap hari selalu ada perkembangan,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Terbukti Melanggar Perda, DPMPTSP dan Satpol PP Tutup Rumah Kos Mesum

 

 

- Advertisement -

SUMENEP – Hingga saat ini realisasi serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Sumenep 2018 masih rendah. Sampai pekan kedua Desember, serapan APBD Sumenep 2018 masih berada di kisaran 60 persen.

Tahun ini, kekuatan ABPD Kabupaten Sumenep bernilai Rp 2,3 triliun. Dengan data tersebut, berarti masih ada sekitar Rp 940 miliar dana APBD yang belum terserap.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep Badrul Aini, serapan APBD Sumenep tahun ini tidak akan mencapai 90 persen pada saat tutup buku 25 Desember mendatang. Sebab, dalam rapat bersama Pemkab Sumenep November lalu, masih ada anggaran sekitar Rp 500 miliar dari APBD yang belum tersentuh sama sekali.

Baca Juga :  Hosni Target Rebut Kursi di Semua Dapil

”Sekarang kemungkinan serapannya masih kisaran 60 sampai 70 persen. Satu minggu lagi tutup buku,” katanya, Selasa (18/12).

Menurut dia, rendahnya serapan APBD Sumenep tahun ini akibat banyaknya program organisasi perangkat daerah (OPD) Setkab Sumenep yang tidak terlaksana.

”Dalam laporan secara umum yang kami terima, masih banyak OPD yang serapannya rendah. Bahkan, ada banyak program yang tidak terlaksana,” ungkapnya.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi tidak berkomentar banyak. Meski begitu, dia membenarkan hal itu. Menurut dia, hingga pekan kedua, serapan APBD Sumenep masih berada di angka 60 persen.

”Data terbaru belum kami terima, tapi yang pasti setiap hari selalu ada perkembangan,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Rumak Rusak, Korban Abrasi Hanya Dibantu Rp 2,5 Juta

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Standar Penyerapan Terlalu Tinggi

Polisi Periksa Penyerobot Tanah

BOS Boleh untuk Beli Paket Data

Artikel Terbaru

/