alexametrics
21.6 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Minta Tuntaskan Pengembangan Wisata Unggulan

SUMENEP – Pengembangan potensi wisata di Kabupaten Sumenep terus menjadi sorotan banyak pihak. Wakil Ketua DPRD Sumenep Moh. Hanafi meminta Pemkab Sumenep menuntaskan pengembangan delapan destinasi wisata unggulan.

Dalam Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata Kabupaten Sumenep disebutkan, ada delapan destinasi wisata unggulan pemkab. Yaitu, Pantai Lombang, Pantai Salopeng, Asta Tinggi,  Masjid Jamik, Pantai Sembilan, Pulau Giliyang, Keraton Sumenep, dan Kota Tua Kalianget.

Hanya, pengembangan delapan destinasi wisata tersebut belum tergarap secara maksimal. ”Misalnya Kota Tua Kalianget. Sampai sekarang belum ada pengembangan pasti,” ungkap politikus Partai Demokrat tersebut, Selasa (18/12).

Selain itu, Hanafi menilai pengembangan wisata yang dilakukan Pemkab Sumenep tidak tuntas. Menurut dia, seharusnya pemkab lebih fokus pada penuntasan pengembangan wisata unggulan.

Baca Juga :  Gus Acing dan Mas Kiai Ajarkan Politik Santun

”Misalnya begini, tuntaskan dulu pembangunan di satu lokasi wisata unggulan. Kalau satu tahun bisa dapat dua lokasi wisata, itu sudah baik. Asalkan tuntas. Sampai saat ini pengembangan dilakukan secara parsial, jadi tidak menyeluruh,” pungkasnya.

Kepala Disparbudpora Sufiyanto menjelaskan, perda pariwisata merupakan rencana awal pembangunan delapan wisata unggulan di Sumenep. Tahun depan pihaknya berencana untuk membuat rencana induk dan rencana detail untuk pengembangan delapan wisata unggulan.

”Tahapannya memang seperti itu. Jadi tahun ini kami membuat perdanya, lalu ada penjabaran dari perda itu. Yaitu, rencana induk dan rencana detail. Itu nanti akan sampai pada pembuatan DED untuk setiap lokasi wisata di perda itu,” terangnya. 

Baca Juga :  Empat Kamar Santri Terbakar
- Advertisement -

SUMENEP – Pengembangan potensi wisata di Kabupaten Sumenep terus menjadi sorotan banyak pihak. Wakil Ketua DPRD Sumenep Moh. Hanafi meminta Pemkab Sumenep menuntaskan pengembangan delapan destinasi wisata unggulan.

Dalam Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata Kabupaten Sumenep disebutkan, ada delapan destinasi wisata unggulan pemkab. Yaitu, Pantai Lombang, Pantai Salopeng, Asta Tinggi,  Masjid Jamik, Pantai Sembilan, Pulau Giliyang, Keraton Sumenep, dan Kota Tua Kalianget.

Hanya, pengembangan delapan destinasi wisata tersebut belum tergarap secara maksimal. ”Misalnya Kota Tua Kalianget. Sampai sekarang belum ada pengembangan pasti,” ungkap politikus Partai Demokrat tersebut, Selasa (18/12).


Selain itu, Hanafi menilai pengembangan wisata yang dilakukan Pemkab Sumenep tidak tuntas. Menurut dia, seharusnya pemkab lebih fokus pada penuntasan pengembangan wisata unggulan.

Baca Juga :  Bahasa Madura Perlu Dilestarikan

”Misalnya begini, tuntaskan dulu pembangunan di satu lokasi wisata unggulan. Kalau satu tahun bisa dapat dua lokasi wisata, itu sudah baik. Asalkan tuntas. Sampai saat ini pengembangan dilakukan secara parsial, jadi tidak menyeluruh,” pungkasnya.

Kepala Disparbudpora Sufiyanto menjelaskan, perda pariwisata merupakan rencana awal pembangunan delapan wisata unggulan di Sumenep. Tahun depan pihaknya berencana untuk membuat rencana induk dan rencana detail untuk pengembangan delapan wisata unggulan.

”Tahapannya memang seperti itu. Jadi tahun ini kami membuat perdanya, lalu ada penjabaran dari perda itu. Yaitu, rencana induk dan rencana detail. Itu nanti akan sampai pada pembuatan DED untuk setiap lokasi wisata di perda itu,” terangnya. 

Baca Juga :  Proyek DAK Senilai Rp 225 Juta Mandek
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/