alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Tiga Tahun Warga Laporan KDRT Ngendap di Polres Sumenep

SUMENEP – Banyak kasus tindak pidana yang belum dituntaskan oleh Polres Sumenep. Salah satunya, kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami SK (inisial), warga Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih. Meski lebih dua tahun, kasus tersebut tidak kunjung selesai.

Keluarga korban melaporkan kasus itu pada Minggu, 21 Februari 2016. Dengan surat tanda penerimaan laporan (STPL) nomor: STPL/72/III/2016/JATIM/RES SMP. Namun, sampai sekarang polisi belum bisa memberikan kepastian hukumnya kepada korban.

Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego S. Marwoto mengatakan, kasus tersebut masih dalam pengembangan. Menurut dia, semua kasus yang masuk pasti ditangani. ”Tetap dikembangkan, tapi saat ini saya masih di luar kota, ada di Probolinggo,” kata Tego saat dikonfirmasi Radarmadura.id, Jum’at (19/10).

Baca Juga :  Tiga Tahun tanpa Perekrutan Petugas IB

Sebagaimana diberitakan, kasus KDRT yang dialami ST terjadi pada Minggu, 21 Februari 2016, sekitar pukul 21.00. Tempat kejadiannya di rumah Faro’id, suaminya sendiri, di Desa Gadding, Kecamatan Manding.

Saat ST hendak mengambil sandal di depan rumahnya, ada dua laki-laki memegang tangan perempuan berusia 20 tahun itu. Kemudian dia diseret ke salah satu kamar di rumah suaminya. Setiba di atas ranjang, dua tangan dan kakinya diikat kain. Mulut ST juga disumbat dengan kain.

 Tidak sampai di situ, dua pria yang diketahui bernama Mar dan Usman itu melepas bajunya. Kemudian, dua pria yang berasal dari Desa Gadding tersebut meninggalkannya. Tidak lama kemudian, suaminya datang dan menyetubuhinya. Tidak terima dengan perlakukan tersebut, keluarga korban melapor kepada polisi. (c2)

Baca Juga :  Jatuh dari Atap, Nyemplung ke Kuali

 

SUMENEP – Banyak kasus tindak pidana yang belum dituntaskan oleh Polres Sumenep. Salah satunya, kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami SK (inisial), warga Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih. Meski lebih dua tahun, kasus tersebut tidak kunjung selesai.

Keluarga korban melaporkan kasus itu pada Minggu, 21 Februari 2016. Dengan surat tanda penerimaan laporan (STPL) nomor: STPL/72/III/2016/JATIM/RES SMP. Namun, sampai sekarang polisi belum bisa memberikan kepastian hukumnya kepada korban.

Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego S. Marwoto mengatakan, kasus tersebut masih dalam pengembangan. Menurut dia, semua kasus yang masuk pasti ditangani. ”Tetap dikembangkan, tapi saat ini saya masih di luar kota, ada di Probolinggo,” kata Tego saat dikonfirmasi Radarmadura.id, Jum’at (19/10).

Baca Juga :  Dua Jam Diterjang Angin Puyuh, 60 Rumah di Sumenep Rusak


Sebagaimana diberitakan, kasus KDRT yang dialami ST terjadi pada Minggu, 21 Februari 2016, sekitar pukul 21.00. Tempat kejadiannya di rumah Faro’id, suaminya sendiri, di Desa Gadding, Kecamatan Manding.

Saat ST hendak mengambil sandal di depan rumahnya, ada dua laki-laki memegang tangan perempuan berusia 20 tahun itu. Kemudian dia diseret ke salah satu kamar di rumah suaminya. Setiba di atas ranjang, dua tangan dan kakinya diikat kain. Mulut ST juga disumbat dengan kain.

 Tidak sampai di situ, dua pria yang diketahui bernama Mar dan Usman itu melepas bajunya. Kemudian, dua pria yang berasal dari Desa Gadding tersebut meninggalkannya. Tidak lama kemudian, suaminya datang dan menyetubuhinya. Tidak terima dengan perlakukan tersebut, keluarga korban melapor kepada polisi. (c2)

Baca Juga :  Jatah Pupuk Dipangkas 21.628 Ton

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/