21.4 C
Madura
Saturday, December 10, 2022

Limpahkan soal KM Sabuk Nusantara 91 ke Pusat

SUMENEP– Syahbandar Masalembu belum melakukan pemeriksaan teknis terkait kondisi Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 91 yang terbakar pada Jumat (16/9). Persoalan tersebut sekarang dilimpahkanke pemerintah pusat dengan alasan keterbatasan alat dan personel.

Akibatnya, KM Sabuk Nusantara 91 sampai sekarang belum bisa beroperasi dan tetap bersandar di Pelabuhan Masalembu. Hal itu juga berdampak pada transportasi laut di Sumenep. Sebab, hanya ada dua kapal pengangkut penumpang. Seharusnya ada tiga kapal secara bergantian dalam sepekan.

Syarif, warga Masalembu, mengatakan, kapal tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. ”Kalau tidak ada kapal, perekonomian bisa lumpuh. Bisa jadi tidak ada pasokan bahan pokok,” katanya.

Baca Juga :  Sebut Pansel Dapat Tekanan

Pria berusia 50 tahun itu juga menyatakan, tidak beroperasinya KM Sabuk Nusantara 91 menyebabkan alat transportasi laut masyarakat dalam sepekan berkurang. ”Saya berharap segera ada penambahan kapal baru,” ucap Syarif.

Kepala Syahbandar Masalembu Rahmat Rahim mengatakan, pihaknya memang belum bisa memberikan keputusan terkait kapan KM Sabuk Nusantara 91 bisa dioperasikan. Sebab,permasalahan itu sudah dilimpahkan ke pemerintah pusat.

Dia mengatakan, mereka yang memiliki kewenangan untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh. Begitu juga dengan rekom layak dan tidaknya untuk beroperasi kembali. ”Jadi bukan kewenangan kami lagi. Karena personel kami terbatas untuk menanganinya,” katanya.

Rahmat Rahim juga menyampaikan, transportasi laut untuk wilayah Masalembu dipastikan tidak akan ada hambatan. Sebab, pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait kapal penumpang untuk wilayah Masalembu. ”Sudah dikoordinasikan dengan pusat dan pemkab,” ucapnya. (iqb/rus)

Baca Juga :  Duh..TPA Hampir Penuh, Butuh Tempat Baru Tahun Depan

SUMENEP– Syahbandar Masalembu belum melakukan pemeriksaan teknis terkait kondisi Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 91 yang terbakar pada Jumat (16/9). Persoalan tersebut sekarang dilimpahkanke pemerintah pusat dengan alasan keterbatasan alat dan personel.

Akibatnya, KM Sabuk Nusantara 91 sampai sekarang belum bisa beroperasi dan tetap bersandar di Pelabuhan Masalembu. Hal itu juga berdampak pada transportasi laut di Sumenep. Sebab, hanya ada dua kapal pengangkut penumpang. Seharusnya ada tiga kapal secara bergantian dalam sepekan.

Syarif, warga Masalembu, mengatakan, kapal tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. ”Kalau tidak ada kapal, perekonomian bisa lumpuh. Bisa jadi tidak ada pasokan bahan pokok,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Serahkan 40 Paket Bantuan ke Korban Angin Puyuh

Pria berusia 50 tahun itu juga menyatakan, tidak beroperasinya KM Sabuk Nusantara 91 menyebabkan alat transportasi laut masyarakat dalam sepekan berkurang. ”Saya berharap segera ada penambahan kapal baru,” ucap Syarif.

Kepala Syahbandar Masalembu Rahmat Rahim mengatakan, pihaknya memang belum bisa memberikan keputusan terkait kapan KM Sabuk Nusantara 91 bisa dioperasikan. Sebab,permasalahan itu sudah dilimpahkan ke pemerintah pusat.

Dia mengatakan, mereka yang memiliki kewenangan untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh. Begitu juga dengan rekom layak dan tidaknya untuk beroperasi kembali. ”Jadi bukan kewenangan kami lagi. Karena personel kami terbatas untuk menanganinya,” katanya.

Rahmat Rahim juga menyampaikan, transportasi laut untuk wilayah Masalembu dipastikan tidak akan ada hambatan. Sebab, pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait kapal penumpang untuk wilayah Masalembu. ”Sudah dikoordinasikan dengan pusat dan pemkab,” ucapnya. (iqb/rus)

Baca Juga :  Duh..TPA Hampir Penuh, Butuh Tempat Baru Tahun Depan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/