alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Rp 2,5 M untuk Jembatan Bailey

SUmENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyediakan Rp 2,5 miliar untuk pengadaan Jembatan Bailey tahun ini. Proyek itu baru dilelang. Saat ini masuk tahap upload dokumen penawaran. Ada 27 rekanan yang berebut jadi pemenang tender.

Kabid Teknik Dinas PU Bina Marga Sumenep Agus Hidayat membenarkan lembaganya kecipratan angaran Rp 2,5 miliar untuk pengadaan Jembatan Bailey. Jembatan Bailey bisa dimanfaatkan ketika mendesak. ”Jembatan Bailey dapat digunakan jika ada jembatan roboh,” terangnya kemarin (19/9).

Menurut Agus, pengadaan Jembatan Bailey baru pertama dilakukan Pemkab Sumenep. Tujuannya, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu jika ada jembatan yang roboh karena bencana alam. Apalagi, banyak jembatan di Kota Keris sudah tua dan belum ter-cover dalam APBD.

Baca Juga :  Minta Kapolres Baru Serius Tangani Korupsi

 ”Jembatan itu bongkar pasang. Saat ada jembatan roboh yang diterjang banjir bisa dipasang,” jelasnya.

Agus berharap, lelang segera tuntas dan pengadaan bisa dilakukan. Dengan demikian, tidak perlu khawatir jika terdapat jembatan roboh. ”Jika misalnya ada jembatan rusak, bisa digunakan sambil bangun yang baru sehingga tidak mengganggu aktivitas dan lalu lintas masyarakat,” katanya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua sementara DPRD Indra Wahyudi mengapresiasi pemerintah yang sudah berupaya mengantisipasi jembatan ambrol. Meski begitu, pihaknya meminta pengadaan konstruksi Jembatan Bailey mengedepankan kualitas.

”Kualitasnya harus baik. Sebab, ini untuk kebutuhan jangka panjang,” pinta politikus asal Kecamatan Ambunten itu. (jup)

 

SUmENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyediakan Rp 2,5 miliar untuk pengadaan Jembatan Bailey tahun ini. Proyek itu baru dilelang. Saat ini masuk tahap upload dokumen penawaran. Ada 27 rekanan yang berebut jadi pemenang tender.

Kabid Teknik Dinas PU Bina Marga Sumenep Agus Hidayat membenarkan lembaganya kecipratan angaran Rp 2,5 miliar untuk pengadaan Jembatan Bailey. Jembatan Bailey bisa dimanfaatkan ketika mendesak. ”Jembatan Bailey dapat digunakan jika ada jembatan roboh,” terangnya kemarin (19/9).

Menurut Agus, pengadaan Jembatan Bailey baru pertama dilakukan Pemkab Sumenep. Tujuannya, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu jika ada jembatan yang roboh karena bencana alam. Apalagi, banyak jembatan di Kota Keris sudah tua dan belum ter-cover dalam APBD.

Baca Juga :  TP PKK Harus Tunjukkan Jati Diri

 ”Jembatan itu bongkar pasang. Saat ada jembatan roboh yang diterjang banjir bisa dipasang,” jelasnya.

Agus berharap, lelang segera tuntas dan pengadaan bisa dilakukan. Dengan demikian, tidak perlu khawatir jika terdapat jembatan roboh. ”Jika misalnya ada jembatan rusak, bisa digunakan sambil bangun yang baru sehingga tidak mengganggu aktivitas dan lalu lintas masyarakat,” katanya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua sementara DPRD Indra Wahyudi mengapresiasi pemerintah yang sudah berupaya mengantisipasi jembatan ambrol. Meski begitu, pihaknya meminta pengadaan konstruksi Jembatan Bailey mengedepankan kualitas.

”Kualitasnya harus baik. Sebab, ini untuk kebutuhan jangka panjang,” pinta politikus asal Kecamatan Ambunten itu. (jup)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/