alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Atap Perpustakaan SDN Candi 2 Ambruk

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kekhawatiran guru dan wali murid menjadi kenyataan. Salah satu ruangan di SDN Candi 2, Kecamatan Dungkek, Sumenep, ambruk, Selasa (14/6). Kerusakan itu terjadi pada ruang perpustakaan, bukan kelas tempat siswa belajar.

Agus Wedy, salah satu guru SDN Candi 2 mengungkapkan, peristiwa ambruknya atap ruang perpustakaan diperkirakan subuh setelah semalaman diguyur hujan sangat deras dan lama. Ditambah, angin cukup kencang. ”Itu mungkin yang jadi penyebab atap ruang perpustakaan runtuh,” kata dia.

Menurut Agus, peserta didik dan guru yang lain baru tahu ketika hendak masuk sekolah. Ternyata, saat tiba di sekolah, atap ruang perpustakaan sudah roboh. ”Untungnya, ketika roboh itu anak-anak belum masuk sekolah,” ujar dia.

Baca Juga :  Biaya ICU Azril Telan Rp 30 Juta

Agus tidak terlalu kaget melihat atap ruang perpustakaan ambruk. Sebab, kondisi gedung memang mengkhawatirkan. Apalagi, posisi genting mulai turun. Penyanggahnya tidak terlalu kuat.

”Selain itu, dinding juga retak. Ya ketika hujan deras disertai angin kencang, memungkinkan untuk ambruk,” terangnya.

Dia mengatakan, yang rentan ambruk berikutnya yakni ruang kelas V dan kelas VI. Kondisinya juga tidak jauh berbeda dengan ruang perpustakaan. Khawatir ketika terjadi hujan deras lagi, potensi untuk ambruk sangat besar. ”Kami tidak bisa apa-apa, selain siap siaga untuk menjaga keselamatan siswa,” tuturnya.

Agus menuturkan, terakhir kali gedung SDN Candi 2 dapat rehab antara 2012 dan 2013. Setelah itu, sudah tidak pernah. ”Kami berharap, dengan kondisi gedung kami seperti ini, ada perhatian dari pemerintah,” harapnya.

Baca Juga :  Rencanakan Sekolah Jadi Tempat Isolasi

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra mengaku sudah mendapat laporan jika atap ruang perpustakaan SDN Candi 2 ambruk. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan penanganan cepat. Sebab, tidak ada anggaran untuk memperbaiki. ”Yang bisa kami lakukan mungkin nanti diusulkan di APBD Perubahan 2022,” tandasnya. (daf/luq)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kekhawatiran guru dan wali murid menjadi kenyataan. Salah satu ruangan di SDN Candi 2, Kecamatan Dungkek, Sumenep, ambruk, Selasa (14/6). Kerusakan itu terjadi pada ruang perpustakaan, bukan kelas tempat siswa belajar.

Agus Wedy, salah satu guru SDN Candi 2 mengungkapkan, peristiwa ambruknya atap ruang perpustakaan diperkirakan subuh setelah semalaman diguyur hujan sangat deras dan lama. Ditambah, angin cukup kencang. ”Itu mungkin yang jadi penyebab atap ruang perpustakaan runtuh,” kata dia.

Menurut Agus, peserta didik dan guru yang lain baru tahu ketika hendak masuk sekolah. Ternyata, saat tiba di sekolah, atap ruang perpustakaan sudah roboh. ”Untungnya, ketika roboh itu anak-anak belum masuk sekolah,” ujar dia.

Baca Juga :  Sekolah Boleh Masuk jika di Zona Hijau

Agus tidak terlalu kaget melihat atap ruang perpustakaan ambruk. Sebab, kondisi gedung memang mengkhawatirkan. Apalagi, posisi genting mulai turun. Penyanggahnya tidak terlalu kuat.

”Selain itu, dinding juga retak. Ya ketika hujan deras disertai angin kencang, memungkinkan untuk ambruk,” terangnya.

Dia mengatakan, yang rentan ambruk berikutnya yakni ruang kelas V dan kelas VI. Kondisinya juga tidak jauh berbeda dengan ruang perpustakaan. Khawatir ketika terjadi hujan deras lagi, potensi untuk ambruk sangat besar. ”Kami tidak bisa apa-apa, selain siap siaga untuk menjaga keselamatan siswa,” tuturnya.

Agus menuturkan, terakhir kali gedung SDN Candi 2 dapat rehab antara 2012 dan 2013. Setelah itu, sudah tidak pernah. ”Kami berharap, dengan kondisi gedung kami seperti ini, ada perhatian dari pemerintah,” harapnya.

Baca Juga :  Pengembangan Pariwisata Harus Libatkan Investor

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra mengaku sudah mendapat laporan jika atap ruang perpustakaan SDN Candi 2 ambruk. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan penanganan cepat. Sebab, tidak ada anggaran untuk memperbaiki. ”Yang bisa kami lakukan mungkin nanti diusulkan di APBD Perubahan 2022,” tandasnya. (daf/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/