alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Harkitnas, Bangkit Lawan Covid-19

SUMENEP – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati 20 Mei. Namun, tahun ini perayaannya tidak semeriah tahun sebelumnya. Negeri ini sedang diuji dengan pandemi Covid-19. Untuk itu, Pemkab Sumenep mengajak semua elemen untuk terus bangkit melawan virus korona.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, Harkitnas tahun ini tidak bisa digelar dengan kegiatan seremonial. Ada pembatasan sosial untuk mencegah persebaran Covid-19. Meski tak ada perayaan yang meriah, Harkitnas perlu dihayati oleh seluruh warga Negara Indonesia.

”Tentunya untuk lebih meningkatkan rasa nasionalisme. Meningkatkan kecintaan kita pada tanah air Indonesia,” kata Busyro kemarin (19/5).

Harkitnas tidak terlepas dari sejarah berdirinya organisasi kepemudaan Budi Utomo pada 1909. Organisasi ini menjadi pertanda kemunculan sumber daya manusia (SDM) terdidik dan unggul di Indonesia. Termasuk para pemuda yang memiliki cita-cita agar tanah ibu pertiwi bisa merdeka.

Baca Juga :  Empat Nelayan Pulang, Perahu Masih Diamankan

”Semangat inilah yang menjadi bekal sampai saat ini. Untuk bersatu padu menjaga serta memajukan bangsa dan negara,” ucap bupati dua periode itu.

Dia menerangkan, sejak Presiden pertama RI Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, saat itu juga seluruh rakyat berkomitmen memegang teguh prinsip NKRI harga mati. Namun, kini pandemi Covid-19 turut menjadi perhatian bangsa ini. Bahkan, semua negara di dunia.

Di tengah keterpurukan akibat wabah Covid-19, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong. Mempererat persatuan dengan tidak berkerumun dan menjaga jarak. Meningkatkan nasionalisme dengan saling menjaga sesama dan mengenakan masker saat keluar rumah serta rajin mencuci tangan.

”Ayo bangkit melawan Covid-19. Apa pun kondisinya, saat kita terjatuh, menyerah bukanlah pilihan pejuang. Kembali berdiri tegak, terus berusaha mencapai tujuan,” ajak mantan ketua DPRD Sumenep itu.

Baca Juga :  Penerapan PPKM untuk Kendalikan Laju Covid-19 dan Jaga Kehidupan Warga

Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengajak para pemuda menjadi corong dan teladan bagi masyarakat. Corong untuk mengajak masyarakat menjaga kesehatan, meningkatkan nasionalisme, dan memajukan negara ini. Sebab, pemuda adalah tonggak keberhasilan negara dalam segala hal.

Kemudian, menjadi teladan dengan patuh dalam menerapkan protokol Covid-19. Di tengah gempuran wabah Covid-19 ini, pemuda perlu menjadi contoh bagi masyarakat. Meneguhkan persatuan dengan menyamakan persepsi untuk bersama melawan Covid-19.

”Momen Harkitnas ini menjadi semangat tersendiri bagi seluruh elemen bangsa. Karena itu, di tengah pandemi Covid-19, kita harus satu suara,” ujar Fauzi penuh optimisme.

Peringatan Harkitnas pada masa pandemi Covid-19 bukan berarti mengusutkan arti persatuan dan kesatuan. Banyak pelajaran dari sejarah yang bisa dipetik menjadi referensi dalam menghadapi wabah ini. ”Kata Bung Karno, Jasmerah. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” pungkasnya.

 

SUMENEP – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati 20 Mei. Namun, tahun ini perayaannya tidak semeriah tahun sebelumnya. Negeri ini sedang diuji dengan pandemi Covid-19. Untuk itu, Pemkab Sumenep mengajak semua elemen untuk terus bangkit melawan virus korona.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, Harkitnas tahun ini tidak bisa digelar dengan kegiatan seremonial. Ada pembatasan sosial untuk mencegah persebaran Covid-19. Meski tak ada perayaan yang meriah, Harkitnas perlu dihayati oleh seluruh warga Negara Indonesia.

”Tentunya untuk lebih meningkatkan rasa nasionalisme. Meningkatkan kecintaan kita pada tanah air Indonesia,” kata Busyro kemarin (19/5).


Harkitnas tidak terlepas dari sejarah berdirinya organisasi kepemudaan Budi Utomo pada 1909. Organisasi ini menjadi pertanda kemunculan sumber daya manusia (SDM) terdidik dan unggul di Indonesia. Termasuk para pemuda yang memiliki cita-cita agar tanah ibu pertiwi bisa merdeka.

Baca Juga :  Penerapan PPKM untuk Kendalikan Laju Covid-19 dan Jaga Kehidupan Warga

”Semangat inilah yang menjadi bekal sampai saat ini. Untuk bersatu padu menjaga serta memajukan bangsa dan negara,” ucap bupati dua periode itu.

Dia menerangkan, sejak Presiden pertama RI Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, saat itu juga seluruh rakyat berkomitmen memegang teguh prinsip NKRI harga mati. Namun, kini pandemi Covid-19 turut menjadi perhatian bangsa ini. Bahkan, semua negara di dunia.

Di tengah keterpurukan akibat wabah Covid-19, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong. Mempererat persatuan dengan tidak berkerumun dan menjaga jarak. Meningkatkan nasionalisme dengan saling menjaga sesama dan mengenakan masker saat keluar rumah serta rajin mencuci tangan.

”Ayo bangkit melawan Covid-19. Apa pun kondisinya, saat kita terjatuh, menyerah bukanlah pilihan pejuang. Kembali berdiri tegak, terus berusaha mencapai tujuan,” ajak mantan ketua DPRD Sumenep itu.

Baca Juga :  Bunda-Bunda Guru Harus Berperan Aktif

Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengajak para pemuda menjadi corong dan teladan bagi masyarakat. Corong untuk mengajak masyarakat menjaga kesehatan, meningkatkan nasionalisme, dan memajukan negara ini. Sebab, pemuda adalah tonggak keberhasilan negara dalam segala hal.

Kemudian, menjadi teladan dengan patuh dalam menerapkan protokol Covid-19. Di tengah gempuran wabah Covid-19 ini, pemuda perlu menjadi contoh bagi masyarakat. Meneguhkan persatuan dengan menyamakan persepsi untuk bersama melawan Covid-19.

”Momen Harkitnas ini menjadi semangat tersendiri bagi seluruh elemen bangsa. Karena itu, di tengah pandemi Covid-19, kita harus satu suara,” ujar Fauzi penuh optimisme.

Peringatan Harkitnas pada masa pandemi Covid-19 bukan berarti mengusutkan arti persatuan dan kesatuan. Banyak pelajaran dari sejarah yang bisa dipetik menjadi referensi dalam menghadapi wabah ini. ”Kata Bung Karno, Jasmerah. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/