alexametrics
24 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Sekkab Sambut Kunker Komisi V DPR RI

SUMENEP – Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sumenep kemarin (19/3). Kunker tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi V Sigit Sosiantomo. Turut serta sejumlah anggota Komisi V, termasuk wakil rakyat asal Sumenep KH Muh. Unais Ali Hisyam.

Para wakil rakyat tiba di Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 08.00. Dari Surabaya mereka menempuh perjalanan darat. Sengaja memilih jalur darat untuk mengetahui kondisi jalan nasional yang menghubungkan Surabaya, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Mereka tiba di Sumenep sekitar pukul 12.00. Rombongan disambut langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi. Orang nomor satu di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) Sumenep itu menemani makan siang di salah satu rumah makan di Jalan Raya Trunojoyo, Kota Sumenep.

Usai makan siang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandar Udara Trunojoyo. Sempat ada diskusi singkat di bandara satu-satunya di Pulau Garam ini. Termasuk mengenai rencana pengembangan bandara ke depan.

Baca Juga :  Raedu Basha Eksplorasi Lokalitas dalam Sastra

Dari bandara, mereka melanjutkan kunjungan kerja ke Pelabuhan Kalianget. Ada dua titik yang didatangi. Yakni, pelabuhan rakyat yang berada di sisi selatan dan kantor KSOP Kalianget.

Dari hasil kunker itu, Komisi V menemukan banyak hal yang harus dibenahi. Di antaranya, infrastruktur jalan yang belum memenuhi standar nasional. Menurut Sigit, jalan dari Bangkalan menuju Sumenep semakin ke timur semakin sempit.

Pihaknya meminta instansi terkait, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melakukan review. Lebar jalan nasional idealnya 14 meter dan tersedia saluran di kanan dan kiri. ”Jangan 7 meter. Bahkan ada yang 6 meter,” sesal Sigit.

Baca Juga :  Lima Rumah Rusak Diterjang Ombak

Kalau jalan nasional menuju Sumenep diperbaiki, pihaknya yakin warga yang akan memanfaatkan fasilitas bandara di Sumenep akan meningkat. ”Misalnya dari Pamekasan tidak usah (naik mobil) ke Surabaya. Ke Sumenep dulu baru ke Surabaya. Saya kira itu yang harus didorong oleh pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menyambut baik kehadiran para wakil rakyat itu. Pihaknya sengaja mendampingi langsung kunjungan mereka ke bandara. Tujuannya, agar ada sinergi antara pemerintah kabupeten dan DPR RI sehingga ke depan pembangunan di Sumenep lebih diperhatikan.

”Mudah-mudahan kunker ini bisa memberikan berkah pada Kabupaten Sumenep,” kata Edy. ”Minimal ada anggaran lebih banyak yang dikucurkan ke Kabupaten Sumenep dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” harapnya. 

SUMENEP – Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sumenep kemarin (19/3). Kunker tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi V Sigit Sosiantomo. Turut serta sejumlah anggota Komisi V, termasuk wakil rakyat asal Sumenep KH Muh. Unais Ali Hisyam.

Para wakil rakyat tiba di Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 08.00. Dari Surabaya mereka menempuh perjalanan darat. Sengaja memilih jalur darat untuk mengetahui kondisi jalan nasional yang menghubungkan Surabaya, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Mereka tiba di Sumenep sekitar pukul 12.00. Rombongan disambut langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi. Orang nomor satu di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) Sumenep itu menemani makan siang di salah satu rumah makan di Jalan Raya Trunojoyo, Kota Sumenep.


Usai makan siang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandar Udara Trunojoyo. Sempat ada diskusi singkat di bandara satu-satunya di Pulau Garam ini. Termasuk mengenai rencana pengembangan bandara ke depan.

Baca Juga :  Istri Siri Ngaku Hamil

Dari bandara, mereka melanjutkan kunjungan kerja ke Pelabuhan Kalianget. Ada dua titik yang didatangi. Yakni, pelabuhan rakyat yang berada di sisi selatan dan kantor KSOP Kalianget.

Dari hasil kunker itu, Komisi V menemukan banyak hal yang harus dibenahi. Di antaranya, infrastruktur jalan yang belum memenuhi standar nasional. Menurut Sigit, jalan dari Bangkalan menuju Sumenep semakin ke timur semakin sempit.

Pihaknya meminta instansi terkait, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melakukan review. Lebar jalan nasional idealnya 14 meter dan tersedia saluran di kanan dan kiri. ”Jangan 7 meter. Bahkan ada yang 6 meter,” sesal Sigit.

Baca Juga :  Warga Protes Pemusnahan Rokok Ilegal

Kalau jalan nasional menuju Sumenep diperbaiki, pihaknya yakin warga yang akan memanfaatkan fasilitas bandara di Sumenep akan meningkat. ”Misalnya dari Pamekasan tidak usah (naik mobil) ke Surabaya. Ke Sumenep dulu baru ke Surabaya. Saya kira itu yang harus didorong oleh pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menyambut baik kehadiran para wakil rakyat itu. Pihaknya sengaja mendampingi langsung kunjungan mereka ke bandara. Tujuannya, agar ada sinergi antara pemerintah kabupeten dan DPR RI sehingga ke depan pembangunan di Sumenep lebih diperhatikan.

”Mudah-mudahan kunker ini bisa memberikan berkah pada Kabupaten Sumenep,” kata Edy. ”Minimal ada anggaran lebih banyak yang dikucurkan ke Kabupaten Sumenep dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” harapnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/