alexametrics
21 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Rumah Sakit Arjasa Butuh Ratusan Tenaga Medis

SUMENEP – Rumah Sakit (RS) Arjasa sangat dibutuhkan warga kepulauan. Saat ini pembangunan rumah sakit tipe D itu tengah berlangsung di Pulau Kangean, Sumenep.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep A. Fatoni mengutarakan, RS Arjasa dalam tahap pembangunan. Tenaga medis dan nonmedis mulai dipersiapkan. ”Secara keseluruhan mulai cleaning service sampai dokter spesialis dengan ketentuan tiga sif jaga diperkirakan butuh 150 orang,” kata dia kemarin (19/2).

Menurut Fatoni, rawat inap minimal butuh enam dokter umum. Rawat jalan butuh lima dokter umum dan UGD enam dokter umum. Dokter spesialis minimal tiga orang. Yakni, spesialis anestesi, kandungan, dan penyakit dalam. ”Upaya kami, tiga dokter spesialis itu kami tempatkan sementara di Puskesmas Arjasa,” terangnya.

Baca Juga :  Cegah Penularan Covid-19, Pangkas Rambut Perlu Pakai Masker

Dinkes akan bekerja sama dengan rumah sakit daerah Sumenep dan Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan dokter. RS Arjasa direncanakan beroperasi 2021. ”Sekarang fokus pada pembangunan infrastruktur,” ucap Fatoni.

Keberadaan rumah sakit tipe D itu, kata dia, merupakan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga kepulauan. Warga pulau nantinya tidak lagi mencari pelayanan kesehatan ke daratan. ”Ini komitmen bupati diadakan rumah sakit tipe D di wilayah kepulauan,” jelasnya.

Kenapa baru bisa beroperasi 2021? Fatoni menyatakan, pada 2020 masih dilakukan pengadaan alat-alat kesehatan (alkes). ”Pada 2019 ini, sebagian ada pengadaan alkes. Tapi, tahun ini lebih banyak pembangunan infrastruktur,” terangnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep Imran mengatakan, rumah sakit tipe D di Kangean sangat dibutuhkan masyarakat kepulauan. Jangan sampai nanti pelayanannya tidak optimal. ”Tidak boleh tebang pilih dalam memberikan pelayanan antara di darat dan di kepulauan. Harus maksimal pelayanannya,” pinta dia.

Baca Juga :  Rumah Sakit Arjasa Butuh Rp 35 Miliar

SUMENEP – Rumah Sakit (RS) Arjasa sangat dibutuhkan warga kepulauan. Saat ini pembangunan rumah sakit tipe D itu tengah berlangsung di Pulau Kangean, Sumenep.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep A. Fatoni mengutarakan, RS Arjasa dalam tahap pembangunan. Tenaga medis dan nonmedis mulai dipersiapkan. ”Secara keseluruhan mulai cleaning service sampai dokter spesialis dengan ketentuan tiga sif jaga diperkirakan butuh 150 orang,” kata dia kemarin (19/2).

Menurut Fatoni, rawat inap minimal butuh enam dokter umum. Rawat jalan butuh lima dokter umum dan UGD enam dokter umum. Dokter spesialis minimal tiga orang. Yakni, spesialis anestesi, kandungan, dan penyakit dalam. ”Upaya kami, tiga dokter spesialis itu kami tempatkan sementara di Puskesmas Arjasa,” terangnya.

Baca Juga :  Pabrik Briket Batok Kelapa Terbakar

Dinkes akan bekerja sama dengan rumah sakit daerah Sumenep dan Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan dokter. RS Arjasa direncanakan beroperasi 2021. ”Sekarang fokus pada pembangunan infrastruktur,” ucap Fatoni.

Keberadaan rumah sakit tipe D itu, kata dia, merupakan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga kepulauan. Warga pulau nantinya tidak lagi mencari pelayanan kesehatan ke daratan. ”Ini komitmen bupati diadakan rumah sakit tipe D di wilayah kepulauan,” jelasnya.

Kenapa baru bisa beroperasi 2021? Fatoni menyatakan, pada 2020 masih dilakukan pengadaan alat-alat kesehatan (alkes). ”Pada 2019 ini, sebagian ada pengadaan alkes. Tapi, tahun ini lebih banyak pembangunan infrastruktur,” terangnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep Imran mengatakan, rumah sakit tipe D di Kangean sangat dibutuhkan masyarakat kepulauan. Jangan sampai nanti pelayanannya tidak optimal. ”Tidak boleh tebang pilih dalam memberikan pelayanan antara di darat dan di kepulauan. Harus maksimal pelayanannya,” pinta dia.

Baca Juga :  Dari Warga hingga Presiden Ikut Berbagi di Al-Amien Prenduan

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/