alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Program e-Delivery Digerojok Rp 104 Juta

SUMENEP – Program unggulan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sumenep program e-delivery mendapat alokasi dana lebih dari Rp 104 juta. Meski dianggarkan dalam APBD 2019, DPK belum memastikan kapan program tersebut berjalan.

”Sekarang masih dalam tahap persiapan. Untuk anggaran memang sudah ada, tapi dana itu akan digunakan untuk persiapan. Sementara hal-hal lain yang bersangkutan dengan teknis masih belum selesai,” ungkap Kepala DPK Sumenep Ferdiyansyah Tetrajaya kemarin (19/2).

Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep Moh. Imran mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan program-program yang akan dijalankan organisasi perangkat daerah (OPD). Jika ada program yang gagal atau tidak sesuai dengan target, program tersebut bisa saja tidak dilanjutkan pada tahun selanjutnya.

Baca Juga :  Tumpukan Material Proyek Bahayakan Pengendara

”Kalau ada yang tidak sesuai, bisa saja dananya dihentikan. Atau bisa jadi program itu dievaluasi. Misalnya, kalau program e-delivery ini gagal, akan dikaji dulu penyebabnya. Kalau ternyata dinasnya yang bermasalah, akan kami panggil,” pungkasnya. 

SUMENEP – Program unggulan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sumenep program e-delivery mendapat alokasi dana lebih dari Rp 104 juta. Meski dianggarkan dalam APBD 2019, DPK belum memastikan kapan program tersebut berjalan.

”Sekarang masih dalam tahap persiapan. Untuk anggaran memang sudah ada, tapi dana itu akan digunakan untuk persiapan. Sementara hal-hal lain yang bersangkutan dengan teknis masih belum selesai,” ungkap Kepala DPK Sumenep Ferdiyansyah Tetrajaya kemarin (19/2).

Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep Moh. Imran mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan program-program yang akan dijalankan organisasi perangkat daerah (OPD). Jika ada program yang gagal atau tidak sesuai dengan target, program tersebut bisa saja tidak dilanjutkan pada tahun selanjutnya.

Baca Juga :  Sebut Gedung Arsip Penuh DPK Tak Bisa Pajang Semua Foto Sejarah

”Kalau ada yang tidak sesuai, bisa saja dananya dihentikan. Atau bisa jadi program itu dievaluasi. Misalnya, kalau program e-delivery ini gagal, akan dikaji dulu penyebabnya. Kalau ternyata dinasnya yang bermasalah, akan kami panggil,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/