alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Tidak Terima

SUMENEP – Ketua Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep KH. Abd. Muqshit Idris berang. Sebab tanpa sepengetahuannya, tiba-tiba namanya dicantumkan dalam undangan deklarasi akbar ulama Madura untuk mendukung pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Undangan tersebut kini menyebar di berbagai pesantren di Madura.

Kiai Muqshit menuturkan, sesuai yang tertera di undangan, acara deklarasi akan digelar hari ini di Gedung Serbaguna Rato Ebuh, Bangkalan. Di undangan itu, nama Kiai Muqshit masuk dalam daftar yang turut mengundang. Namanya berada di urutan kelima pengundang dari Sumenep.

Padahal Kiai Muqshit tidak pernah terlibat dalam acara tersebut. Bahkan, selama ini tidak ada panitia penyelenggara yang meminta izin untuk mencantumkan namanya dalam undangan. Karena itulah, Kiai Muqshit menilai, pencatutan namanya dalam undangan merupakan pelanggaran etika kepesantrenan yang selama ini dipegang teguh masyarakat Madura. ”Ini termasuk akhlak madzmumah dan keluar dari tradisi NU,” katanya Selasa (18/12).

Baca Juga :  Membangun Kebersamaan dalam Perbedaan

Menurut Kiai Muqshit, bukan hanya nama dirinya yang dicatut panitia. Nama Ketua PC NU Sumenep KH Pandji Taufiq juga dicatut. Buktinya, nama Pandji Taufiq juga tercantum di daftar pengundang.

”Saya sungguh keberatan, dan sungguh menyayangkan hal ini terjadi di Madura. Saya berdoa, semoga yang melakukan perbuatan ini segera diberi syafaat sehingga tidak mengulangi perbuatannya lagi,” harapnya.

Kiai Muqshit belum menentukan pilihan dalam Pilpres 2019. Pihaknya juga belum pernah mendeklarasikan dukungan kepada paslon presiden dan wakil presiden. Karena itulah, dia keberatan namanya dicatut hanya untuk kepentingan politik sesaat.

Hal senada disampaikan Ketua PC NU Sumenep KH Pandji Taufiq. Dia mengaku tidak tahu soal undangan deklarasi dukungan terhadap Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Bahkan sebelumnya tidak ada panitia yang meminta izin untuk mencantumkan namanya di undangan tersebut. ”Saya tidak tahu itu acara apa. Sebab sampai sekarang saya belum tahu undangannya,” kata dia.

Baca Juga :  Gedung SMK Ambruk, Kerugian Rp 150 Juta

Dihubungi, salah satu panitia M. Shodiq Ramadani mengatakan, konfirmasi ke kiai-kiai dilakukan oleh tim di masing-masing kabupaten. Baik yang di Sumenep, Pamekasan, Sampang maupun Bangkalan. Tapi dia mengaku tidak tahu siapa saja yang sudah dikonfirmasi.

”Kalau satu per satu kiai, saya kurang tahu,” katanya. ”Itu Kiai Nuruddin yang mengoordinasi kiai-kiai se-Madura. Di Sumenep juga ada koordinator. Tidak tahu kiai siapa,” tambah dia.

Dia menyampaikan, deklarasi akan dihadiri oleh Jokowi. Ada 50 ribu undangan yang disebar di seluruh Madura. ”Pak Jokowi positif hadir. Sudah konfirmasi mau hadir,” pungkasnya.

- Advertisement -

SUMENEP – Ketua Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep KH. Abd. Muqshit Idris berang. Sebab tanpa sepengetahuannya, tiba-tiba namanya dicantumkan dalam undangan deklarasi akbar ulama Madura untuk mendukung pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Undangan tersebut kini menyebar di berbagai pesantren di Madura.

Kiai Muqshit menuturkan, sesuai yang tertera di undangan, acara deklarasi akan digelar hari ini di Gedung Serbaguna Rato Ebuh, Bangkalan. Di undangan itu, nama Kiai Muqshit masuk dalam daftar yang turut mengundang. Namanya berada di urutan kelima pengundang dari Sumenep.

Padahal Kiai Muqshit tidak pernah terlibat dalam acara tersebut. Bahkan, selama ini tidak ada panitia penyelenggara yang meminta izin untuk mencantumkan namanya dalam undangan. Karena itulah, Kiai Muqshit menilai, pencatutan namanya dalam undangan merupakan pelanggaran etika kepesantrenan yang selama ini dipegang teguh masyarakat Madura. ”Ini termasuk akhlak madzmumah dan keluar dari tradisi NU,” katanya Selasa (18/12).

Baca Juga :  Tunggakan Pelanggan PLN Capai Rp 6,8 Miliar

Menurut Kiai Muqshit, bukan hanya nama dirinya yang dicatut panitia. Nama Ketua PC NU Sumenep KH Pandji Taufiq juga dicatut. Buktinya, nama Pandji Taufiq juga tercantum di daftar pengundang.

”Saya sungguh keberatan, dan sungguh menyayangkan hal ini terjadi di Madura. Saya berdoa, semoga yang melakukan perbuatan ini segera diberi syafaat sehingga tidak mengulangi perbuatannya lagi,” harapnya.

Kiai Muqshit belum menentukan pilihan dalam Pilpres 2019. Pihaknya juga belum pernah mendeklarasikan dukungan kepada paslon presiden dan wakil presiden. Karena itulah, dia keberatan namanya dicatut hanya untuk kepentingan politik sesaat.

Hal senada disampaikan Ketua PC NU Sumenep KH Pandji Taufiq. Dia mengaku tidak tahu soal undangan deklarasi dukungan terhadap Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Bahkan sebelumnya tidak ada panitia yang meminta izin untuk mencantumkan namanya di undangan tersebut. ”Saya tidak tahu itu acara apa. Sebab sampai sekarang saya belum tahu undangannya,” kata dia.

Baca Juga :  Warga Kepulauan Berharap Tidak Ada Calo Pelabuhan

Dihubungi, salah satu panitia M. Shodiq Ramadani mengatakan, konfirmasi ke kiai-kiai dilakukan oleh tim di masing-masing kabupaten. Baik yang di Sumenep, Pamekasan, Sampang maupun Bangkalan. Tapi dia mengaku tidak tahu siapa saja yang sudah dikonfirmasi.

”Kalau satu per satu kiai, saya kurang tahu,” katanya. ”Itu Kiai Nuruddin yang mengoordinasi kiai-kiai se-Madura. Di Sumenep juga ada koordinator. Tidak tahu kiai siapa,” tambah dia.

Dia menyampaikan, deklarasi akan dihadiri oleh Jokowi. Ada 50 ribu undangan yang disebar di seluruh Madura. ”Pak Jokowi positif hadir. Sudah konfirmasi mau hadir,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/