alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pemkab Sumenep Prioritaskan Wisata Sejarah dan Alam Langka

SUMENEP – Dalam usaha mengembangkan potesi wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengembangkan seluruh potensi pariwisata di Sumenep. Pemerintah juga memperbolehkan pihak swasta atau badan usaha milik desa (BUMDes) ikut mengembangkan dan mengelola pariwisata.

Di antara sejumlah potensi wisata yang ada, pemkab menaruh perhatian lebih terhadap wisata sejarah dan wisata alam yang tergolong langka. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi Selasa (18/7). Menurut dia, wisata sejarah seperti Masjid Jamik dan Pulau Giliyang perlu perhatian lebih.

”Sebenarnya semua wisata itu penting. Tetapi, kalau untuk memilih yang paling harus diperhatikan adalah wisata sejarah dan wisata alam yang langka. Sebab, dua jenis wisata ini tidak bisa dibuat dengan mudah,” jelasnya.

Baca Juga :  Petugas Deteksi Empat Jenis Penyakit Abdul Jalil

Wabup juga mengizinkan siapa pun mengelola dan mengembangkan pariwisata di Sumenep. Dengan catatan, pengelolaannya sesuai dengan aturan. Mengingat, potensi wisata di kabupaten ujung timur Madura sangat banyak. Terlebih, tidak semua pengembangannya ter-cover pemerintah.

”Potensi wisata yang ada di Sumenep ini luar biasa dan sangat sulit bagi pemerintah untuk meng-cover semuanya. Sebab itu, pemerintah mengizinkan baik pihak swasta maupun BUMDes untuk ikut mengelola pariwisata,” tuturnya.

Selain itu, dia mengaku telah menyiapkan anggaran untuk memajukan pariwisata di Sumenep dengan program Visit Sumenep 2018. Sayangnya, dia tidak bersedia menyebutkan besaran dana tersebut. Politikus PDIP itu hanya menyatakan bahwa usulan penganggaran itu sudah diajukan.

Baca Juga :  Target Tiap Tahun Kembangkan Dua Wisata

 

SUMENEP – Dalam usaha mengembangkan potesi wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengembangkan seluruh potensi pariwisata di Sumenep. Pemerintah juga memperbolehkan pihak swasta atau badan usaha milik desa (BUMDes) ikut mengembangkan dan mengelola pariwisata.

Di antara sejumlah potensi wisata yang ada, pemkab menaruh perhatian lebih terhadap wisata sejarah dan wisata alam yang tergolong langka. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi Selasa (18/7). Menurut dia, wisata sejarah seperti Masjid Jamik dan Pulau Giliyang perlu perhatian lebih.

”Sebenarnya semua wisata itu penting. Tetapi, kalau untuk memilih yang paling harus diperhatikan adalah wisata sejarah dan wisata alam yang langka. Sebab, dua jenis wisata ini tidak bisa dibuat dengan mudah,” jelasnya.

Baca Juga :  Petugas Deteksi Empat Jenis Penyakit Abdul Jalil

Wabup juga mengizinkan siapa pun mengelola dan mengembangkan pariwisata di Sumenep. Dengan catatan, pengelolaannya sesuai dengan aturan. Mengingat, potensi wisata di kabupaten ujung timur Madura sangat banyak. Terlebih, tidak semua pengembangannya ter-cover pemerintah.

”Potensi wisata yang ada di Sumenep ini luar biasa dan sangat sulit bagi pemerintah untuk meng-cover semuanya. Sebab itu, pemerintah mengizinkan baik pihak swasta maupun BUMDes untuk ikut mengelola pariwisata,” tuturnya.

Selain itu, dia mengaku telah menyiapkan anggaran untuk memajukan pariwisata di Sumenep dengan program Visit Sumenep 2018. Sayangnya, dia tidak bersedia menyebutkan besaran dana tersebut. Politikus PDIP itu hanya menyatakan bahwa usulan penganggaran itu sudah diajukan.

Baca Juga :  Madrasah Siap Mulai Pembelajaran Tatap Muka

 

Artikel Terkait

Most Read

Kontraktor Nakal Rugikan Masyarakat

Dana Channeling Tak Terserap Maksimal

Hendak Ledakkan Batu, Penambang Tewas

Artikel Terbaru

/