alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Campor Lenteng yang Bikin Ketagihan

SUMENEP – Berbicara kuliner Sumenep, tak lengkap jika tidak memasukkan campor Lenteng dalam daftar menu pilihan. Campor dengan ciri khas bumbu kacang itu cukup maknyus. Sekali mencoba, pembeli akan ketagihan.

Banyak warga yang berjualan campor di Kecamatan Lenteng. Salah satunya, Rawiyatun. Perempuan yang akrab disapa Ma’ Rawi’ itu sudah puluhan tahun berjualan campor Lenteng.

Ma’ Rawi’ berjualan di warung pinggir Jalan Raya Lenteng–Sumenep. Tepatnya di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng. Warung itu berdekatan dengan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum.

”Saya jualan campor sejak anak saya duduk di sekolah dasar. Sekarang anak saya sudah lulus kuliah dan bekerja,” kata Ma’ Rawi’ memulai pembicaraan kemarin (18/5).

Baca Juga :  Kuah Kaldu Kokot Lebih Kental, Rasa Super Mantap

Perempuan kelahiran 1976 itu menambahkan, dirinya belajar membuat campor secara otodidak. Meski demikian, pelanggan di warung tersebut cukup banyak. Mulai dari kalangan siswa, guru, pegawai negeri sipil (PNS), hingga para wisatawan. ”Setiap hari ada ratusan orang yang beli di sini,” tegasnya.

Untuk membuat campor tidak sulit. Tinggal sediakan bahan-bahan yang dibutuhkan. Di antaranya, ketupat, suun, bumbu kacang, dan kuah. Bahan-bahan tersebut mudah didapat di pasar atau di toko-toko peracangan.

Untuk pembuatannya, bumbu kacang dicampur petis, cuka, garam, dan penyedap rasa. Sedangkan kuah campur berbahan bumbu bawang merah, bawang putih, kayu manis, jahe, pala, serta merica. Bumbu-bumbu tersebut diulek sampai halus.

Baca Juga :  Soto Madura Disukai Kalangan Pejabat

”Agar terasa tambah maknyus bisa ditambah bawang daun goreng dan kecambah goreng. Kuahnya juga bisa diberi urat daging sapi,” tambahnya. Meski terbuat dari bahan biasa, rasa campor Lenteng selalu menggugah selera.

 

 

SUMENEP – Berbicara kuliner Sumenep, tak lengkap jika tidak memasukkan campor Lenteng dalam daftar menu pilihan. Campor dengan ciri khas bumbu kacang itu cukup maknyus. Sekali mencoba, pembeli akan ketagihan.

Banyak warga yang berjualan campor di Kecamatan Lenteng. Salah satunya, Rawiyatun. Perempuan yang akrab disapa Ma’ Rawi’ itu sudah puluhan tahun berjualan campor Lenteng.

Ma’ Rawi’ berjualan di warung pinggir Jalan Raya Lenteng–Sumenep. Tepatnya di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng. Warung itu berdekatan dengan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum.


”Saya jualan campor sejak anak saya duduk di sekolah dasar. Sekarang anak saya sudah lulus kuliah dan bekerja,” kata Ma’ Rawi’ memulai pembicaraan kemarin (18/5).

Baca Juga :  STKIP PGRI Jadi Tuan Rumah Latsarnas Perti VI

Perempuan kelahiran 1976 itu menambahkan, dirinya belajar membuat campor secara otodidak. Meski demikian, pelanggan di warung tersebut cukup banyak. Mulai dari kalangan siswa, guru, pegawai negeri sipil (PNS), hingga para wisatawan. ”Setiap hari ada ratusan orang yang beli di sini,” tegasnya.

Untuk membuat campor tidak sulit. Tinggal sediakan bahan-bahan yang dibutuhkan. Di antaranya, ketupat, suun, bumbu kacang, dan kuah. Bahan-bahan tersebut mudah didapat di pasar atau di toko-toko peracangan.

Untuk pembuatannya, bumbu kacang dicampur petis, cuka, garam, dan penyedap rasa. Sedangkan kuah campur berbahan bumbu bawang merah, bawang putih, kayu manis, jahe, pala, serta merica. Bumbu-bumbu tersebut diulek sampai halus.

Baca Juga :  Penikmat dari Tukang Becak hingga Pejabat

”Agar terasa tambah maknyus bisa ditambah bawang daun goreng dan kecambah goreng. Kuahnya juga bisa diberi urat daging sapi,” tambahnya. Meski terbuat dari bahan biasa, rasa campor Lenteng selalu menggugah selera.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/