alexametrics
23.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Pegadaian Gelar Literasi Keuangan Syariah

SUMENEP – PT Pegadaian (Persero) terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Salah satunya dengan melakukan literasi keuangan syariah di pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kegiatan literasi keuangan syariah dilaksanakan di ponpes di Sumenep, Bangkalan, dan Pasuruan. Kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat itu dihadiri Rais Aam PB NU KH. Ma’ruf Amin, Direktur IKNB Syariah OJK Moch. Muchlasin, dan Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH. Cholil Nafis.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso mengatakan, literasi keuangan syariah merupakan bagian dari kegiatan perusahaan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Pegadaian Syariah. ”Setelah memahami produk dan manfaatnya, kami berharap masyarakat mempunyai kemampuan dan kemauan untuk memanfaatkan produk Pegadaian Syariah sebagai solusi kebutuhan keuangan,” ucapnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Keimanan dengan Pengajian

Berdasar data Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), pegadaian merupakan salah satu institusi yang memiliki Pegadaian Syariah di Indonesia. Pegadaian memiliki tanggung jawab untuk terus melakukan literasi keuangan syariah kepada masyarakat, khususnya mubaligh dan mubalighat. Itu bertujuan untuk mempertegas keberadaan Pegadaian sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membangun jejaring antara Pegadaian Syariah dengan mubaligh dan mubalighat sebagai influencer dalam masyarakat.

Sunarso menjelaskan, kinerja gadai syariah tahun lalu naik  6,05 persen jika dibandingkan dengan 2016. Sedangkan kinerja Arrum tumbuh di atas 20 persen serta pembiayaan haji dan umrah (Arrum Haji) 49,3 persen. Kinerja pembiayaan kendaraan bermotor (Amanah) melonjak hingga 95 persen. Nasabah aktif tercatat 745 ribu dan naik dari tahun sebelumnya. ”Kinerja Pegadaian Syariah di Pulau Madura tumbuh rata-rata di angka 10 persen,” terangnya.

Baca Juga :  Dari Warga hingga Presiden Ikut Berbagi di Al-Amien Prenduan

Pihaknya menjadikan ponpes sebagai tempat menyampaikan literasi keuangan syariah untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat. Pihaknya melaksanakan tugas yang berkaitan dengan literasi keuangan syariah untuk mendorong dan meningkatkan financial inclusion. ”Financial inclusion akan berjalan dengan baik apabila kita (masyarakat) mampu terlebih dahulu melek keuangan,” jelasnya.

”Alhamdulillah mencapai Rp 5,6 triliun literasi keuangan syariah. Ini porsi sekitar 10 persen dari total bisnis kita. Melalui literasi keuangan syariah, kami terus berupaya meningkatkan porsi Pegadaian Syariah,” tutup Sunarso.

KH. Ma’ruf Amin menyampaikan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Pegadaian Syariah. ”Kami sudah melakukan kemitraan. Makanya perlu memperbaiki regulasi, karena umat kurang bersemangat. Perlu kerja sama untuk mendorong umat supaya memiliki keinginan yang tinggi,” ucapnya.

SUMENEP – PT Pegadaian (Persero) terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Salah satunya dengan melakukan literasi keuangan syariah di pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kegiatan literasi keuangan syariah dilaksanakan di ponpes di Sumenep, Bangkalan, dan Pasuruan. Kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat itu dihadiri Rais Aam PB NU KH. Ma’ruf Amin, Direktur IKNB Syariah OJK Moch. Muchlasin, dan Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH. Cholil Nafis.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso mengatakan, literasi keuangan syariah merupakan bagian dari kegiatan perusahaan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Pegadaian Syariah. ”Setelah memahami produk dan manfaatnya, kami berharap masyarakat mempunyai kemampuan dan kemauan untuk memanfaatkan produk Pegadaian Syariah sebagai solusi kebutuhan keuangan,” ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Nyoblos Bareng Istri, Wabup Nyoblos Sendirian

Berdasar data Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), pegadaian merupakan salah satu institusi yang memiliki Pegadaian Syariah di Indonesia. Pegadaian memiliki tanggung jawab untuk terus melakukan literasi keuangan syariah kepada masyarakat, khususnya mubaligh dan mubalighat. Itu bertujuan untuk mempertegas keberadaan Pegadaian sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membangun jejaring antara Pegadaian Syariah dengan mubaligh dan mubalighat sebagai influencer dalam masyarakat.

Sunarso menjelaskan, kinerja gadai syariah tahun lalu naik  6,05 persen jika dibandingkan dengan 2016. Sedangkan kinerja Arrum tumbuh di atas 20 persen serta pembiayaan haji dan umrah (Arrum Haji) 49,3 persen. Kinerja pembiayaan kendaraan bermotor (Amanah) melonjak hingga 95 persen. Nasabah aktif tercatat 745 ribu dan naik dari tahun sebelumnya. ”Kinerja Pegadaian Syariah di Pulau Madura tumbuh rata-rata di angka 10 persen,” terangnya.

Baca Juga :  Dari Warga hingga Presiden Ikut Berbagi di Al-Amien Prenduan

Pihaknya menjadikan ponpes sebagai tempat menyampaikan literasi keuangan syariah untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat. Pihaknya melaksanakan tugas yang berkaitan dengan literasi keuangan syariah untuk mendorong dan meningkatkan financial inclusion. ”Financial inclusion akan berjalan dengan baik apabila kita (masyarakat) mampu terlebih dahulu melek keuangan,” jelasnya.

”Alhamdulillah mencapai Rp 5,6 triliun literasi keuangan syariah. Ini porsi sekitar 10 persen dari total bisnis kita. Melalui literasi keuangan syariah, kami terus berupaya meningkatkan porsi Pegadaian Syariah,” tutup Sunarso.

- Advertisement -

KH. Ma’ruf Amin menyampaikan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Pegadaian Syariah. ”Kami sudah melakukan kemitraan. Makanya perlu memperbaiki regulasi, karena umat kurang bersemangat. Perlu kerja sama untuk mendorong umat supaya memiliki keinginan yang tinggi,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/