alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Cuaca Membaik, Syahbandar Cabut Larangan Berlayar

SUMENEP – Kondisi cuaca di perairan Sumenep sedikit membaik kemarin (18/1). Sejumlah transportasi laut untuk wilayah kepulauan diperkenankan berlayar. Salah satunya, KM Dharma Bahari Sumekar (DBS) I.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Supriyanto mengatakan, cuaca sedikit membaik. Tinggi gelombang dari 0,25–1,5 meter. ”Dasarnya perkiraan cuaca dari BMKG. Kami perkenankan berlayar untuk Sumekar sekarang,” kata dia kemarin.

Perkiraan cuaca dari BMKG tidak lantas diterima begitu saja. Tetapi, pihaknya juga melakukan pemantauan. Hasilnya, tinggi gelombang mulai menurun. ”Kami tetap antisipasi edaran sebelumnya. Makanya, beberapa hari lalu kami tunda,” ujarnya.

Menurut Supriyanto, selain tinggi gelombang tidak sampai 3 meter, pencabutan larangan berlayar itu juga karena kebutuhan masyarakat. Untuk itu, nakhoda tetap diberi surat pernyataan. ”Nakhoda tetap bertanggung jawab. Kami memperbolehkan, dasarnya perkiraan cuaca dari BMKG,” terangnya.

Baca Juga :  Taman Paseban Kering, DLH Salahkan Cuaca

Supriyanto menyampaikan, apabila pelayaran itu memungkinkan, pihak Syahbandar tidak boleh melarang berlayar. ”Karena kami juga melakukan pemantauan sendiri. Yang jelas, tinggi gelombang tidak seperti hari-hari sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Kalianget Usman Khalid mengatakan, tiap hari BMKG memberikan informasi perkiraan cuaca, termasuk tinggi gelombang. ”Tapi BMKG juga melakukan perkiraan cuaca untuk hari-hari ke depan,” katanya.

Untuk saat ini, di perairan Pulau Kangean tinggi gelombang 0,50–200 sentimeter. Sementara di wilayah perairan Masalembu, tinggi gelombang 0,70–200 sentimeter. ”Setiap hari kami update. Untuk hari ini, tinggi gelombang 2 meter,” terangnya.

Mantan kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Bawean itu mengaku, larangan pelayaran itu merupakan kewenangan pihak syahbandar. Yang jelas, BMKG hanya melakukan perkiraan cuaca. ”Pihak syahbandar yang lebih tahu. Urusan melarang dan memperbolehkan kapal berlayar,” ucapnya.

Baca Juga :  Catat....! Polres Sumenep Janji Tindak Penambang Nakal

Biasanya tidak semua kapal diperbolehkan berlayar dengan kondisi cuaca seperti saat ini. Sebab, setiap kapal punya spesifikasi untuk menahan tinggi gelombang. ”Kapal apa saja yang boleh. Misalnya, kapal GT sekian. Itu urusan syahbandar,” pungkasnya.

SUMENEP – Kondisi cuaca di perairan Sumenep sedikit membaik kemarin (18/1). Sejumlah transportasi laut untuk wilayah kepulauan diperkenankan berlayar. Salah satunya, KM Dharma Bahari Sumekar (DBS) I.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Supriyanto mengatakan, cuaca sedikit membaik. Tinggi gelombang dari 0,25–1,5 meter. ”Dasarnya perkiraan cuaca dari BMKG. Kami perkenankan berlayar untuk Sumekar sekarang,” kata dia kemarin.

Perkiraan cuaca dari BMKG tidak lantas diterima begitu saja. Tetapi, pihaknya juga melakukan pemantauan. Hasilnya, tinggi gelombang mulai menurun. ”Kami tetap antisipasi edaran sebelumnya. Makanya, beberapa hari lalu kami tunda,” ujarnya.


Menurut Supriyanto, selain tinggi gelombang tidak sampai 3 meter, pencabutan larangan berlayar itu juga karena kebutuhan masyarakat. Untuk itu, nakhoda tetap diberi surat pernyataan. ”Nakhoda tetap bertanggung jawab. Kami memperbolehkan, dasarnya perkiraan cuaca dari BMKG,” terangnya.

Baca Juga :  Puluhan Penerima DAK Tak Melapor

Supriyanto menyampaikan, apabila pelayaran itu memungkinkan, pihak Syahbandar tidak boleh melarang berlayar. ”Karena kami juga melakukan pemantauan sendiri. Yang jelas, tinggi gelombang tidak seperti hari-hari sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Kalianget Usman Khalid mengatakan, tiap hari BMKG memberikan informasi perkiraan cuaca, termasuk tinggi gelombang. ”Tapi BMKG juga melakukan perkiraan cuaca untuk hari-hari ke depan,” katanya.

Untuk saat ini, di perairan Pulau Kangean tinggi gelombang 0,50–200 sentimeter. Sementara di wilayah perairan Masalembu, tinggi gelombang 0,70–200 sentimeter. ”Setiap hari kami update. Untuk hari ini, tinggi gelombang 2 meter,” terangnya.

Mantan kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Bawean itu mengaku, larangan pelayaran itu merupakan kewenangan pihak syahbandar. Yang jelas, BMKG hanya melakukan perkiraan cuaca. ”Pihak syahbandar yang lebih tahu. Urusan melarang dan memperbolehkan kapal berlayar,” ucapnya.

Baca Juga :  Cuaca Tak Bersahabat Lebih Baik Tak Melaut

Biasanya tidak semua kapal diperbolehkan berlayar dengan kondisi cuaca seperti saat ini. Sebab, setiap kapal punya spesifikasi untuk menahan tinggi gelombang. ”Kapal apa saja yang boleh. Misalnya, kapal GT sekian. Itu urusan syahbandar,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/