alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Terdakwa Kasus Rudapaksa Anak Di Bawah Umur Divonis 1,3 Tahun

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Majelis hakim PN Sumenep menyatakan Mohammad Haris terbukti bersalah dalam kasus rudapaksa anak di bawah umur. Karena itu, lelaki berusia 19 tahun tersebut divonis 15 bulan penjara. Vonis hakim itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang minta terdakwa dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Merespons putusan majelis hakim PN Sumenep yang dibacakan pada Kamis (14/10), Ach. Supyadi selaku kuasa hukum terdakwa menyatakan tidak akan banding. ”Dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa memang disebut melakukan pemerkosaan. Klien kami disebut mengancam akan membunuh korban. Tapi, faktanya tidak ada pemaksaan, justru suka sama suka,” ujarnya.

Baca Juga :  Kades Montorna Komitmen Cipta Pemdes Transparan dan Akuntabel

Menurut Supyadi, status kliennya dengan korban memang pacaran. Tapi karena khilaf, mereka melakukan perbuatan di luar batas. Karena tidak terima dengan perlakuan Mohammad Haris, orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke polisi. Selanjutnya, yang bersangkutan ditahan di sel tahanan sejak Sabtu (29/5). ”Saya kawal kasus ini sejak awal,” katanya.

Supyadi menjelaskan, ada beberapa alasan kenapa mengajukan pleidoi. Salah satunya, kliennya masih tergolong muda dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki masa depan. Selain itu, kliennya sopan selama persidangan dan tidak berbelit-belit saat menyampaikan keterangan.

”Klien kami telah berkata jujur dan menyesali perbuatannya. Bahkan, berjanji tidak akan mengulangi perbutannya. Apalagi, ada surat perdamaian antara klien kami dan ibu korban (bunga). Saya bersyukur karena majelis hakim menyimak dan mempertimbangkan pleidoi dalam persidangan,” tutur Supyadi.

Baca Juga :  Wali Murid Hadang Kepala Disdik Sumenep

Sekadar diketahui, kasus rudapaksa itu dilakukan Muhammad Haris di rumah Bunga pada Selasa (11/5) sekitar pukul 23.50. Haris menyelinap masuk lewat jendela dan bersembunyi di bawah tempat tidur korban. Saat korban hendak tidur, tangan kanan warga Kecamatan Dungkek itu langsung membekap mulut perempuan berusia 13 tahun tersebut. Lalu, Haris merudapaksa korban sebanyak tiga kali.

 

- Advertisement -

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Majelis hakim PN Sumenep menyatakan Mohammad Haris terbukti bersalah dalam kasus rudapaksa anak di bawah umur. Karena itu, lelaki berusia 19 tahun tersebut divonis 15 bulan penjara. Vonis hakim itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang minta terdakwa dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Merespons putusan majelis hakim PN Sumenep yang dibacakan pada Kamis (14/10), Ach. Supyadi selaku kuasa hukum terdakwa menyatakan tidak akan banding. ”Dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa memang disebut melakukan pemerkosaan. Klien kami disebut mengancam akan membunuh korban. Tapi, faktanya tidak ada pemaksaan, justru suka sama suka,” ujarnya.

Baca Juga :  Dispertapahorbun Sarankan Petani Gunakan Sistem Multikultur

Menurut Supyadi, status kliennya dengan korban memang pacaran. Tapi karena khilaf, mereka melakukan perbuatan di luar batas. Karena tidak terima dengan perlakuan Mohammad Haris, orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke polisi. Selanjutnya, yang bersangkutan ditahan di sel tahanan sejak Sabtu (29/5). ”Saya kawal kasus ini sejak awal,” katanya.


Supyadi menjelaskan, ada beberapa alasan kenapa mengajukan pleidoi. Salah satunya, kliennya masih tergolong muda dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki masa depan. Selain itu, kliennya sopan selama persidangan dan tidak berbelit-belit saat menyampaikan keterangan.

”Klien kami telah berkata jujur dan menyesali perbuatannya. Bahkan, berjanji tidak akan mengulangi perbutannya. Apalagi, ada surat perdamaian antara klien kami dan ibu korban (bunga). Saya bersyukur karena majelis hakim menyimak dan mempertimbangkan pleidoi dalam persidangan,” tutur Supyadi.

Baca Juga :  Rp 22 Miliar untuk RS Arjasa

Sekadar diketahui, kasus rudapaksa itu dilakukan Muhammad Haris di rumah Bunga pada Selasa (11/5) sekitar pukul 23.50. Haris menyelinap masuk lewat jendela dan bersembunyi di bawah tempat tidur korban. Saat korban hendak tidur, tangan kanan warga Kecamatan Dungkek itu langsung membekap mulut perempuan berusia 13 tahun tersebut. Lalu, Haris merudapaksa korban sebanyak tiga kali.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/