alexametrics
22.4 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Serapan Rastra di Kecamatan Manding Masih Nol Persen

SUMENEP – Serapan bantuan beras keluarga sejahtera (rastra) di Sumenep rendah. Bahkan di Kecamatan Manding belum ada desa yang menebus sejak Januari hingga Oktober. Padahal, bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu sangat dibutuhkan penerima manfaat.

Kasubbag Sarana Bidang Perekonomian Setkab Sumenep Sujono membenarkan hal tersebut. Menurut dia, serapan rastra di kecamatan itu masih nol persen. ”Memang di Manding tidak pernah ada pendistribusian rastra. Sebab, serapannya masih nol persen,” katanya Selasa (17/10).

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Baik bulog, pemerintah kecamatan, maupun pemerintah desa. Pihaknya juga telah bertemu asosiasi kepala desa (AKD) setempat. Dari pertemuan itu, diketahui bahwa bantuan tersebut sengaja tidak ditebus oleh pemerintah desa.

Baca Juga :  Pers Garda Terdepan Melawan Hoaks

Alasannya, jelas Sujono, jika didistribusikan, bantuan itu akan menuai protes dari warga. Sebab, data penerima manfaat tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Banyak warga miskin tidak tercantum dalam data tersebut. Sementara jika beras dibagikan secara merata melanggar hukum.

”Kami sudah bertemu perwakilan tokoh kepala desa di Manding. Namun, mereka khawatir jika rastra ditebus, akan banyak protes,” jelas Sujono. Namun, pertemuan itu belum menghasilkan solusi. Akibat tidak ditebus, rastra untuk Kecamatan Manding masih menumpuk di gudang bulog.

Kepala Gudang Bulog Sumenep M. Cholila membenarkan jatah untuk Kecamatan Mading tidak ditebus. Hanya saja pihaknya mengaku tidak mengetahui penyebabnya. ”Memang tidak ada penyerapan sampai saat ini. Tapi sepertinya mereka akan menebus beberapa waktu yang akan datang,”katanya.

Baca Juga :  Bagian Organisasi┬áSosialisasikan SIPPN

Pihaknya tidak bisa mengintervensi pemerintah desa untuk segera menebus bantuan itu. Secara kelembagaan pihaknya hanya menyediakan barang. Pihaknya sebatas menyampaikan kepada korlap raskin untuk berkoordinasi dengan pihak desa. ”Masalah itu kewenangan pemkab dan camat. Tapi, kami bisa membantu berkoordinasi saja,” ucapnya.

Disinggung mengenai realisasi rastra tahun lalu, M. Cholila mengaku tidak mengetahui secara detail. Dia hanya menegaskan bahwa realisasi rastra di Kecamatan Manding tahun lalu cukup tinggi.

SUMENEP – Serapan bantuan beras keluarga sejahtera (rastra) di Sumenep rendah. Bahkan di Kecamatan Manding belum ada desa yang menebus sejak Januari hingga Oktober. Padahal, bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu sangat dibutuhkan penerima manfaat.

Kasubbag Sarana Bidang Perekonomian Setkab Sumenep Sujono membenarkan hal tersebut. Menurut dia, serapan rastra di kecamatan itu masih nol persen. ”Memang di Manding tidak pernah ada pendistribusian rastra. Sebab, serapannya masih nol persen,” katanya Selasa (17/10).

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Baik bulog, pemerintah kecamatan, maupun pemerintah desa. Pihaknya juga telah bertemu asosiasi kepala desa (AKD) setempat. Dari pertemuan itu, diketahui bahwa bantuan tersebut sengaja tidak ditebus oleh pemerintah desa.

Baca Juga :  Rapid Test Ratusan Calon Penumpang Kepulauan

Alasannya, jelas Sujono, jika didistribusikan, bantuan itu akan menuai protes dari warga. Sebab, data penerima manfaat tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Banyak warga miskin tidak tercantum dalam data tersebut. Sementara jika beras dibagikan secara merata melanggar hukum.

”Kami sudah bertemu perwakilan tokoh kepala desa di Manding. Namun, mereka khawatir jika rastra ditebus, akan banyak protes,” jelas Sujono. Namun, pertemuan itu belum menghasilkan solusi. Akibat tidak ditebus, rastra untuk Kecamatan Manding masih menumpuk di gudang bulog.

Kepala Gudang Bulog Sumenep M. Cholila membenarkan jatah untuk Kecamatan Mading tidak ditebus. Hanya saja pihaknya mengaku tidak mengetahui penyebabnya. ”Memang tidak ada penyerapan sampai saat ini. Tapi sepertinya mereka akan menebus beberapa waktu yang akan datang,”katanya.

Baca Juga :  Bagian Organisasi┬áSosialisasikan SIPPN

Pihaknya tidak bisa mengintervensi pemerintah desa untuk segera menebus bantuan itu. Secara kelembagaan pihaknya hanya menyediakan barang. Pihaknya sebatas menyampaikan kepada korlap raskin untuk berkoordinasi dengan pihak desa. ”Masalah itu kewenangan pemkab dan camat. Tapi, kami bisa membantu berkoordinasi saja,” ucapnya.

- Advertisement -

Disinggung mengenai realisasi rastra tahun lalu, M. Cholila mengaku tidak mengetahui secara detail. Dia hanya menegaskan bahwa realisasi rastra di Kecamatan Manding tahun lalu cukup tinggi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/