alexametrics
20.5 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Pelaku Dugaan Korupsi PT WUS Tak Sendirian

SUMENEP – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berunjuk rasa di depan kantor bupati Selasa (17/10). Mereka menuntut dugaan korupsi di PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) diusut tuntas.

Dalam orasinya, mereka meminta aparat penegak hukum mengembangkan kasus tersebut setelah ditahannya mantan Direktur Sitrul Arsyi Musa’ie. Mereka yakin, dugaan korupsi di badan usaha milik daerah (BUMD) itu tidak dilakukan seorang.

”Ini adalah kasus lama dan terstruktur. Dan merupakan skandal dari beberapa oknum. Kami meminta tidak hanya Sitrul yang ditahan. Sebab, masih banyak pihak yang harus bertanggung jawab,” teriak Urip, ketua HMI Cabang Sumenep.

            Para demonstran tidak hanya berorasi. Mereka juga membentangkan poster berisi tuntutan dan kecaman. Mereka pun meminta dana participating interest (PI) yang hilang dikembalikan. Para koruptor juga diadili.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi PT WUS, Aktivis Surati Kejati Jatim

            ”Pembukaan kantor di Jakarta tidak mungkin dilakukan sendiri. Pasti ada campur tangan pihak lain. Apalagi, sudah jelas dalam aturannya terdapat pemilik saham sehingga tidak mungkin kebijakan dilakukan satu orang,” lanjutnya.

            Para demonstran menyatakan dukungannya terhadap penegak hukum. Mereka menilai kasus PT WUS merupakan pintu masuk menuju kasus yang lebih besar. Sayangnya, dalam aksi kemarin, tidak ada pihak yang diminta menanggapi.

            Secara terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur Richard Marpaung mengatakan, kasus itu pasti dikembangkan. Saat ini pihaknya berfokus pada pemeriksaan saksi-saksi.

”Kami terus periksa Sitrul Arsyi Musa’ie sebagai tersangka. Jika ada nama lain yang diduga terlibat, pengusutan bisa dikembangkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Janji Segera Lakukan Lelang Jabatan

 


 

SUMENEP – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berunjuk rasa di depan kantor bupati Selasa (17/10). Mereka menuntut dugaan korupsi di PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) diusut tuntas.

Dalam orasinya, mereka meminta aparat penegak hukum mengembangkan kasus tersebut setelah ditahannya mantan Direktur Sitrul Arsyi Musa’ie. Mereka yakin, dugaan korupsi di badan usaha milik daerah (BUMD) itu tidak dilakukan seorang.

”Ini adalah kasus lama dan terstruktur. Dan merupakan skandal dari beberapa oknum. Kami meminta tidak hanya Sitrul yang ditahan. Sebab, masih banyak pihak yang harus bertanggung jawab,” teriak Urip, ketua HMI Cabang Sumenep.


            Para demonstran tidak hanya berorasi. Mereka juga membentangkan poster berisi tuntutan dan kecaman. Mereka pun meminta dana participating interest (PI) yang hilang dikembalikan. Para koruptor juga diadili.

Baca Juga :  Akan Buka Penerbangan Tiga Pulau

            ”Pembukaan kantor di Jakarta tidak mungkin dilakukan sendiri. Pasti ada campur tangan pihak lain. Apalagi, sudah jelas dalam aturannya terdapat pemilik saham sehingga tidak mungkin kebijakan dilakukan satu orang,” lanjutnya.

            Para demonstran menyatakan dukungannya terhadap penegak hukum. Mereka menilai kasus PT WUS merupakan pintu masuk menuju kasus yang lebih besar. Sayangnya, dalam aksi kemarin, tidak ada pihak yang diminta menanggapi.

            Secara terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur Richard Marpaung mengatakan, kasus itu pasti dikembangkan. Saat ini pihaknya berfokus pada pemeriksaan saksi-saksi.

”Kami terus periksa Sitrul Arsyi Musa’ie sebagai tersangka. Jika ada nama lain yang diduga terlibat, pengusutan bisa dikembangkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Lahan Desa Romben Barat Terkikis Abrasi

 


 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/