24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Sapparan Budaya Hadirkan Tokoh Nasional

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pengurus Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Sumenep kini kembali menunjukkan eksistensinya. Kali ini mereka menggelar acara sapparan budaya di Islamic Center Sumenep di Kecamatan Batuan.

Ketua Lesbumi Sumenep Homaidi CH mengatakan, acara seni budaya akan berlangsung selama lima hari ke depan. Terhitung sejak kemarin (17/9) dan berakhir Rabu (21/9). ”Insyaallah lima hari, sesuai jadwal,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Menurut Homaidi, persiapan sapparan budaya ini memakan waktu sebulan lebih. Ini semata-mata untuk membangun iklim kesenian di Kabuapaten Sumenep. Pihaknya konsen pada basis kesenian Islam dan pesantren.

Makanya dialog-dialog yang kami gagas berpusat soal kebudayaan, santri, dan Islam itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, sapparan budaya ini juga menjadi panggung terbuka bagi komunitas seni yang ada di Sumenep. Setelah sekian lama, utamanya ketika pandemi tidak ada ruang yang mempertemukan kreativitas mereka.

”Bisa dikatakan, ini acara besar yang kami gagas setelah pandemi,” ungkap pria yang dikenal aktif menggerakkan kesenian selama bertahun-tahun itu.

Oleh karena itu, Lesbumi mengundang orang-orang yang berkompeten dalam bidang kesenian. Bahkan, level nasional. Mulai dari Pengurus Lesbumi pusat KH Jadul Maula, Inayah Wulandari (putri almarhum Gus Dur), Halim HD, sastrawan nasional Masyhuri, dan tokoh sastrawan pesantren asal Sumenep M. Faizi.

”Tokoh-tokoh itu akan mengisi dialog berbagai tema tentang sastra dan kebudayaan bernapaskan Islam dan pesantren,” terangnya.

Dia menegaskan, Lesbumi Sumenep memiliki cita-cita besar, yakni turut serta menjadi lembaga yang mampu menjaga tradisi dan kesenian di Kabupaten Sumenep. Namun, di sisi lain tidak menutup mata terhadap kemungkinan dinamika sastra yang semakin hari cukup pesat. Sumenep merupakan salah satu daerah yang kaya dengan beragam kulturnya bisa eksis dalam menyebarluaskan wacana-wacana sastra dan kebudayaan sebagai pengetahuan.

”Pada intinya, kami percaya bahwa apa yang kami lakukan semata-mata untuk menjaga pengetahuan kita dalam bidang sastra dan kebudayaan,” tandasnya. (di/han)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pengurus Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Sumenep kini kembali menunjukkan eksistensinya. Kali ini mereka menggelar acara sapparan budaya di Islamic Center Sumenep di Kecamatan Batuan.

Ketua Lesbumi Sumenep Homaidi CH mengatakan, acara seni budaya akan berlangsung selama lima hari ke depan. Terhitung sejak kemarin (17/9) dan berakhir Rabu (21/9). ”Insyaallah lima hari, sesuai jadwal,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Menurut Homaidi, persiapan sapparan budaya ini memakan waktu sebulan lebih. Ini semata-mata untuk membangun iklim kesenian di Kabuapaten Sumenep. Pihaknya konsen pada basis kesenian Islam dan pesantren.


Makanya dialog-dialog yang kami gagas berpusat soal kebudayaan, santri, dan Islam itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, sapparan budaya ini juga menjadi panggung terbuka bagi komunitas seni yang ada di Sumenep. Setelah sekian lama, utamanya ketika pandemi tidak ada ruang yang mempertemukan kreativitas mereka.

”Bisa dikatakan, ini acara besar yang kami gagas setelah pandemi,” ungkap pria yang dikenal aktif menggerakkan kesenian selama bertahun-tahun itu.

Oleh karena itu, Lesbumi mengundang orang-orang yang berkompeten dalam bidang kesenian. Bahkan, level nasional. Mulai dari Pengurus Lesbumi pusat KH Jadul Maula, Inayah Wulandari (putri almarhum Gus Dur), Halim HD, sastrawan nasional Masyhuri, dan tokoh sastrawan pesantren asal Sumenep M. Faizi.

- Advertisement -

”Tokoh-tokoh itu akan mengisi dialog berbagai tema tentang sastra dan kebudayaan bernapaskan Islam dan pesantren,” terangnya.

Dia menegaskan, Lesbumi Sumenep memiliki cita-cita besar, yakni turut serta menjadi lembaga yang mampu menjaga tradisi dan kesenian di Kabupaten Sumenep. Namun, di sisi lain tidak menutup mata terhadap kemungkinan dinamika sastra yang semakin hari cukup pesat. Sumenep merupakan salah satu daerah yang kaya dengan beragam kulturnya bisa eksis dalam menyebarluaskan wacana-wacana sastra dan kebudayaan sebagai pengetahuan.

”Pada intinya, kami percaya bahwa apa yang kami lakukan semata-mata untuk menjaga pengetahuan kita dalam bidang sastra dan kebudayaan,” tandasnya. (di/han)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/