alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Tidak Lupakan Jasa Pahlawan, Upacara di Atas Bukit

SUMENEP – Cara berbeda dilakukan siswa dan santri madrasah ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Al-Atrawiyah. Pelajar madrasah di Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep, ini juga menggelar upacara kemerdekaan kemarin (17/8).

Mereka rela menaiki bukit menuju tempat upacara setinggi 30 meter lebih. Digelar secara sederhana, namun bermakna. Bendera Merah Putih dipancangkan di atas tebing di Bukit Grunggungan desa setempat.

Dengan penuh semangat, puluhan siswa naik ke atas bukit. Mereka tidak berpikir kondisi jalan yang berbahaya. Angin yang menerpa sesekali kencang. Semangat mereka bisa melakukan upacara adalah harapan besar. Sehingga pelaksanaan upacara lebih bermakna.

Tiang bendera hanya terbuat dari bambu. Prosesi upacara tidak kalah dengan tempat lain. Semua petugas upacara sudah terlatih. Mereka tidak hanya dilatih baris-berbaris. Juga dilatih menaikkan bendera tepat di pinggir tebing cukup curam.

Mereka tidak menggunakan pelantang suara seperti di beberapa lokasi lain. Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya tanpa pengeras suara. Suara penuh semangat mengiringi bendera yang digerek ke ujung tiang.

Baca Juga :  Bupati Ajak Teladani Semangat Juang Para Pahlawan

Saat bendera Merah Putih dinaikkan, suasana haru dirasakan oleh peserta upacara. Lokasi itu jauh dari kebisingan. ”Kita sengaja menggelar upacara di alam terbuka. Terlebih di pinggir tebing yang jarang dilakukan di Madura,” kata salah satu guru, Sukriyanto.

Siswa tidak hanya diajarkan mengenang jasa para pahlawan dengan menggelar upacara ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Mereka juga diajak mencintai alam semesta. Sebab, kemerdekaan telah membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang makmur, dengan kekayaan alam yang melimpah.

Keringat bercucuran tidak dikeluhkan. Mereka tetap semangat dan antusias sampai upacara selesai. Upacara itu juga diikuti dan disaksikan masyarakat sekitar.

Keunikan upacara juga dari sisi pakaian. Semua guru menggunakan sarung merah dan baju putih. Tampak di kejauhan di puncak bukit ada warna merah dan putih. Sementara para siswa menggunakan seragam sekolah dengan kain berwarna merah putih.

Baca Juga :  Metode Dakwah Syekh Ali Jaber Menginspirasi Umat Muslim

”Untuk datang ke tempat upacara tidak mudah. Dengan cucuran keringat, siswa harus mendaki jalan terjal dan setapak. Tapi ini mengajarkan jika para pejuang terdahulu jauh dari rasa lelah mereka,” papar Sukriyanto.

Pihak sekolah sengaja menggagas kegiatan itu digelar berbeda. Itu supaya siswa tidak hanya bisa membaca buku sejarah perjuangan pahlawan. Tetapi, mereka juga diharapkan bisa merasakan betapa penuh perjuangan pahlawan merebut bangsa Indonesia dari tangan penjajah.

Sukriyanto menambahkan, pahlawan merebut kemerdekaan tidak mudah. Jiwa dan raga dikorbankan. Karena itu, di lokasi upacara, siswa mendapatkan pengarahan betapa penting memperingati hari kemerdekaan RI.

Sebagai generasi bangsa harus selalu mengingat jasa-jasa para pahlawan. Mereka ditekankan untuk terus kreatif sesuai kewajiban sebagai penerus cita-cita bangsa. ”Kami sangat terharu dengan upacara yang digelar di atas bukit. Tidak semudah datang ke lokasi upacara seperti di tempat lain,” ujar seorang siswa SMPI Al-Atrawiyah. (fat/luq)

 

KUNCI:

SUMENEP – Cara berbeda dilakukan siswa dan santri madrasah ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Al-Atrawiyah. Pelajar madrasah di Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep, ini juga menggelar upacara kemerdekaan kemarin (17/8).

Mereka rela menaiki bukit menuju tempat upacara setinggi 30 meter lebih. Digelar secara sederhana, namun bermakna. Bendera Merah Putih dipancangkan di atas tebing di Bukit Grunggungan desa setempat.

Dengan penuh semangat, puluhan siswa naik ke atas bukit. Mereka tidak berpikir kondisi jalan yang berbahaya. Angin yang menerpa sesekali kencang. Semangat mereka bisa melakukan upacara adalah harapan besar. Sehingga pelaksanaan upacara lebih bermakna.

Tiang bendera hanya terbuat dari bambu. Prosesi upacara tidak kalah dengan tempat lain. Semua petugas upacara sudah terlatih. Mereka tidak hanya dilatih baris-berbaris. Juga dilatih menaikkan bendera tepat di pinggir tebing cukup curam.

Mereka tidak menggunakan pelantang suara seperti di beberapa lokasi lain. Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya tanpa pengeras suara. Suara penuh semangat mengiringi bendera yang digerek ke ujung tiang.

Baca Juga :  Jumlah E-warung BPNT Belum Ideal

Saat bendera Merah Putih dinaikkan, suasana haru dirasakan oleh peserta upacara. Lokasi itu jauh dari kebisingan. ”Kita sengaja menggelar upacara di alam terbuka. Terlebih di pinggir tebing yang jarang dilakukan di Madura,” kata salah satu guru, Sukriyanto.

Siswa tidak hanya diajarkan mengenang jasa para pahlawan dengan menggelar upacara ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Mereka juga diajak mencintai alam semesta. Sebab, kemerdekaan telah membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang makmur, dengan kekayaan alam yang melimpah.

Keringat bercucuran tidak dikeluhkan. Mereka tetap semangat dan antusias sampai upacara selesai. Upacara itu juga diikuti dan disaksikan masyarakat sekitar.

Keunikan upacara juga dari sisi pakaian. Semua guru menggunakan sarung merah dan baju putih. Tampak di kejauhan di puncak bukit ada warna merah dan putih. Sementara para siswa menggunakan seragam sekolah dengan kain berwarna merah putih.

Baca Juga :  Kampung Lebak Gelar Ragam Lomba Selama 22 Hari

”Untuk datang ke tempat upacara tidak mudah. Dengan cucuran keringat, siswa harus mendaki jalan terjal dan setapak. Tapi ini mengajarkan jika para pejuang terdahulu jauh dari rasa lelah mereka,” papar Sukriyanto.

Pihak sekolah sengaja menggagas kegiatan itu digelar berbeda. Itu supaya siswa tidak hanya bisa membaca buku sejarah perjuangan pahlawan. Tetapi, mereka juga diharapkan bisa merasakan betapa penuh perjuangan pahlawan merebut bangsa Indonesia dari tangan penjajah.

Sukriyanto menambahkan, pahlawan merebut kemerdekaan tidak mudah. Jiwa dan raga dikorbankan. Karena itu, di lokasi upacara, siswa mendapatkan pengarahan betapa penting memperingati hari kemerdekaan RI.

Sebagai generasi bangsa harus selalu mengingat jasa-jasa para pahlawan. Mereka ditekankan untuk terus kreatif sesuai kewajiban sebagai penerus cita-cita bangsa. ”Kami sangat terharu dengan upacara yang digelar di atas bukit. Tidak semudah datang ke lokasi upacara seperti di tempat lain,” ujar seorang siswa SMPI Al-Atrawiyah. (fat/luq)

 

KUNCI:

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/