alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Bupati Sumenep: Pemerintah Tanggung Semua Biaya dan Santuni Korban

SUMENEP – Peristiwa karamnya KM Arim Jaya di perairan Gili Iyang yang berangkat dari kepulauan Raas menuju Kalianget pada Senin (17/6) berujung petaka. Informasinya, 17 dari 61 penumpang meninggal.

Atnawi, salah satu penumpang kapal selamat saat ditemui RadarMadura.id menuturkan, dia bersama keluarga berniat pergi ke Kalianget. Dikatakan, kapal oleng sebelum akhirnya karam.

“Awalnya diterjang ombak dari arah kiri dan kapal oleng ke kanan. Lalu kapal diterjang ombak lagi dari arah yang sama hingga akhirnya tenggelam,” tutur pria berusia 59 tahun itu.

Atnawi menambahkan, ada 12 kerabatnya yang naik KM Arim Jaya. Termasuk anak kecil dan balita umur sembilan bulan. “Enam keluarga saya meninggal. Saya berharap pemerintah peduli dengan kejadian ini,” harapnya.

Baca Juga :  Warga Sumenep Temukan Bayi di Belakang Puskesmas Gapura

Bupati Sumenep A Busyro Karim menegaskan, semua korban pasti disantuni. “Kami akan menanggung semua biaya perawatan dan pemulangan korban,” tegasnya saat mengunjungi korban di Puskesmas Dungkek.

Kapolres AKBP Muslimin kepada RadarMadura.id menuturkan, korban meninggal sebanyak 17 orang. Rinciannya 16 sudah di rumah sakit dan seorang lagi dalam perjalanan.

“Korban hilang lima orang dan penumpang selamat 39 orang. Total ada 61 penumpang. Kami akan terus melakukan pencarian merujuk informasi dari keluarga korban,” tandasnya. (Rofiqi)

SUMENEP – Peristiwa karamnya KM Arim Jaya di perairan Gili Iyang yang berangkat dari kepulauan Raas menuju Kalianget pada Senin (17/6) berujung petaka. Informasinya, 17 dari 61 penumpang meninggal.

Atnawi, salah satu penumpang kapal selamat saat ditemui RadarMadura.id menuturkan, dia bersama keluarga berniat pergi ke Kalianget. Dikatakan, kapal oleng sebelum akhirnya karam.

“Awalnya diterjang ombak dari arah kiri dan kapal oleng ke kanan. Lalu kapal diterjang ombak lagi dari arah yang sama hingga akhirnya tenggelam,” tutur pria berusia 59 tahun itu.


Atnawi menambahkan, ada 12 kerabatnya yang naik KM Arim Jaya. Termasuk anak kecil dan balita umur sembilan bulan. “Enam keluarga saya meninggal. Saya berharap pemerintah peduli dengan kejadian ini,” harapnya.

Baca Juga :  Sebut Pansel Dapat Tekanan

Bupati Sumenep A Busyro Karim menegaskan, semua korban pasti disantuni. “Kami akan menanggung semua biaya perawatan dan pemulangan korban,” tegasnya saat mengunjungi korban di Puskesmas Dungkek.

Kapolres AKBP Muslimin kepada RadarMadura.id menuturkan, korban meninggal sebanyak 17 orang. Rinciannya 16 sudah di rumah sakit dan seorang lagi dalam perjalanan.

“Korban hilang lima orang dan penumpang selamat 39 orang. Total ada 61 penumpang. Kami akan terus melakukan pencarian merujuk informasi dari keluarga korban,” tandasnya. (Rofiqi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/