alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pengemis di Sumenep Kian Banyak, Dinsos Belum Bisa Bekali Pelatihan

SUMENEP – Pengemis di Kota Keris kian marak. Meski ditertibkan Satpol PP Sumenep, pengemis kembali beroperasi di daerah perkotaan. Pemerintah harus mencari sokusi agar Kota Keris bersih dari peminta-minta.

Kabid Trantibum Linmas Satpol PP Sumenep Fajar Susanto mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan penertiban. Tapi, setelah dilakukan pembinaan dan diserahkan ke dinsos, pengemis kembali lagi.

“Saya berharap pengemis dibina agar lebih produktif. Misalnya dengan mengirim para pengemis ke balai pelatihan ketenagakerjaan. Sehingga, nantinya mampu bekerja dan produktif,” katanya.

Kepala Dinsos Sumenep R Aminullah mengatakan, institusinya hanya membina dan menasehati pengemis. Agar tidak mengulangi. “Setelah itu, menandatangani surat pernyataan dan dipulangkan,” paparnya.

Baca Juga :  RSUD Abuya Kangean Dapat Rp 8 Miliar

Menurut R Aminullah, pihaknya belum bisa memberikan pelatihan ketenagakerjaan. Sebab, institusinya sampai saat ini belum ada anggaran. “Mungkin tahun depan. Yang jelas, kalau tahun ini tidak bisa,” ungkapnya. 

Dijelaskan, pengemis yang benar-benar terkategori tidak mampu, bisa mengajukan permohonan bantuan lewat kepala desa setempat. “Nanti kami bisa bantu lewat kesejahteraan sosial,” janjinya. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

SUMENEP – Pengemis di Kota Keris kian marak. Meski ditertibkan Satpol PP Sumenep, pengemis kembali beroperasi di daerah perkotaan. Pemerintah harus mencari sokusi agar Kota Keris bersih dari peminta-minta.

Kabid Trantibum Linmas Satpol PP Sumenep Fajar Susanto mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan penertiban. Tapi, setelah dilakukan pembinaan dan diserahkan ke dinsos, pengemis kembali lagi.

“Saya berharap pengemis dibina agar lebih produktif. Misalnya dengan mengirim para pengemis ke balai pelatihan ketenagakerjaan. Sehingga, nantinya mampu bekerja dan produktif,” katanya.


Kepala Dinsos Sumenep R Aminullah mengatakan, institusinya hanya membina dan menasehati pengemis. Agar tidak mengulangi. “Setelah itu, menandatangani surat pernyataan dan dipulangkan,” paparnya.

Baca Juga :  PT Garam Berbagi Paket Sembako

Menurut R Aminullah, pihaknya belum bisa memberikan pelatihan ketenagakerjaan. Sebab, institusinya sampai saat ini belum ada anggaran. “Mungkin tahun depan. Yang jelas, kalau tahun ini tidak bisa,” ungkapnya. 

Dijelaskan, pengemis yang benar-benar terkategori tidak mampu, bisa mengajukan permohonan bantuan lewat kepala desa setempat. “Nanti kami bisa bantu lewat kesejahteraan sosial,” janjinya. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/