alexametrics
18.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Penderita DBD Terus Meningkat

SUMENEP – Tren penderita demam berdarah dengue (DBD) di Sumenep mengalami peningkatan setiap tahun. Bahkan, hampir tiap hari pasti ada yang terjangkit penyakit mematikan tersebut.

Memasuki musim penghujan, potensi sarang nyamuk kian menyebar. Per 17 Januari 2019 sudah ada 16 orang yang terkena penyakit DBD tersebut. Mereka tersebar di 15 desa.

Kenaikan jumlah penderita itu dipicu budaya hidup bersih belum diterapkan masyarakat. Karena itu, sarang nyamuk terus meluas. ”Data yang kami terima di masing-masing puskesmas, hampir tiap hari ada yang terjangkit DBD,” terang Kabid Pencegahan, Pemberantasan, Pengendalian Penyakit Masalah Kesehatan Masyarakat (P2P) Dinkes Sumenep Kusmawati kemarin (17/1).

Menurut dia, pada 2017 tiga orang meninggal dunia. Sementara 2018 tidak ada dan 2019 diharapkan juga tidak ada. ”2019 paling banyak wilayah kota,” ujarnya.

Kusmawati menyampaikan, kebiasaan masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan itu menjadi faktor banyaknya penderita DBD. ”Sudah sering dilakukan sosialisasi. Tapi balik lagi, kesadaran masyarakat itu paling utama,” ucapnya.

Baca Juga :  Tiga Kecamatan Rawan Bencana Longsor

Dia menuturkan, untuk mengurangi potensi nyamuk Aedes aegypti bersarang dengan membiasakan menguras bak mandi tiap minggu. Kemudian, mengubur tempat-tempat penampungan air yang terbuka. ”Itu harus dibudayakan di masyarakat,” terangnya.

Budaya kerja bakti itu sangat penting. Salah satu upaya agar nyamuk tidak bersarang. ”Kalau tidak cepat ditangani, bisa mengakibatkan meninggal dunia,” sebutnya.

Apabila orang tua melihat anaknya panas dan bintik-bintik, segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. ”Kalau terlambat itu berbahaya. Bisa pendarahan,” jelasnya.

Istri Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma itu menyatakan, penderita DBD itu tidak hanya dialami anak-anak. Orang tua juga bisa terjangkit. ”Hanya, paling banyak anak kecil atau usia 15 tahun ke bawah,” sebutnya.

Ketika ada laporan dari puskesmas bahwa ada yang terkena DBD, dinkes langsung turun ke bawah. Membasmi sarang nyamuk melalui fogging. Namun, upaya pengasapan itu tidak sembarang, karena efek sampingnya terjadi pencemaran. Bisa kena penyakit ISPA, batuk, dan jika kena makanan, bisa keracunan.

Baca Juga :  PT Garam Janji Jaga Stabilitas Harga Garam

”Sekarang kan banyak parpol atau caleg lakukan fogging tanpa izin dari dinkes. Padahal itu membahayakan,” paparnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Abrari mengatakan, beberapa waktu lalu sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan dinkes. Dua model yang harus dilaksanakan dinkes agar masyarakat terhindar dari DBD. Yakni, preventif dan kuratif. ”Sejauh ini dinkes bergerak ketika ada kasus. Mestinya polanya dibalik dong,” kata dia.

Dinkes memiliki struktur organisasi hingga ke bawah. Jika dinkes secara terus-menerus melakukan upaya preventif dan kuratif, tanpa harus menunggu korban, akan mengurangi penderita DBD dan masyarakat bisa terhindar. ”Bergeraklah tanpa harus menunggu korban,” pintanya.

SUMENEP – Tren penderita demam berdarah dengue (DBD) di Sumenep mengalami peningkatan setiap tahun. Bahkan, hampir tiap hari pasti ada yang terjangkit penyakit mematikan tersebut.

Memasuki musim penghujan, potensi sarang nyamuk kian menyebar. Per 17 Januari 2019 sudah ada 16 orang yang terkena penyakit DBD tersebut. Mereka tersebar di 15 desa.

Kenaikan jumlah penderita itu dipicu budaya hidup bersih belum diterapkan masyarakat. Karena itu, sarang nyamuk terus meluas. ”Data yang kami terima di masing-masing puskesmas, hampir tiap hari ada yang terjangkit DBD,” terang Kabid Pencegahan, Pemberantasan, Pengendalian Penyakit Masalah Kesehatan Masyarakat (P2P) Dinkes Sumenep Kusmawati kemarin (17/1).


Menurut dia, pada 2017 tiga orang meninggal dunia. Sementara 2018 tidak ada dan 2019 diharapkan juga tidak ada. ”2019 paling banyak wilayah kota,” ujarnya.

Kusmawati menyampaikan, kebiasaan masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan itu menjadi faktor banyaknya penderita DBD. ”Sudah sering dilakukan sosialisasi. Tapi balik lagi, kesadaran masyarakat itu paling utama,” ucapnya.

Baca Juga :  Perawatan Pasca Operasi Hernia

Dia menuturkan, untuk mengurangi potensi nyamuk Aedes aegypti bersarang dengan membiasakan menguras bak mandi tiap minggu. Kemudian, mengubur tempat-tempat penampungan air yang terbuka. ”Itu harus dibudayakan di masyarakat,” terangnya.

Budaya kerja bakti itu sangat penting. Salah satu upaya agar nyamuk tidak bersarang. ”Kalau tidak cepat ditangani, bisa mengakibatkan meninggal dunia,” sebutnya.

Apabila orang tua melihat anaknya panas dan bintik-bintik, segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. ”Kalau terlambat itu berbahaya. Bisa pendarahan,” jelasnya.

Istri Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma itu menyatakan, penderita DBD itu tidak hanya dialami anak-anak. Orang tua juga bisa terjangkit. ”Hanya, paling banyak anak kecil atau usia 15 tahun ke bawah,” sebutnya.

Ketika ada laporan dari puskesmas bahwa ada yang terkena DBD, dinkes langsung turun ke bawah. Membasmi sarang nyamuk melalui fogging. Namun, upaya pengasapan itu tidak sembarang, karena efek sampingnya terjadi pencemaran. Bisa kena penyakit ISPA, batuk, dan jika kena makanan, bisa keracunan.

Baca Juga :  Pengajuan Penangguhan Penahanan Tersangka Belum Diproses

”Sekarang kan banyak parpol atau caleg lakukan fogging tanpa izin dari dinkes. Padahal itu membahayakan,” paparnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Abrari mengatakan, beberapa waktu lalu sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan dinkes. Dua model yang harus dilaksanakan dinkes agar masyarakat terhindar dari DBD. Yakni, preventif dan kuratif. ”Sejauh ini dinkes bergerak ketika ada kasus. Mestinya polanya dibalik dong,” kata dia.

Dinkes memiliki struktur organisasi hingga ke bawah. Jika dinkes secara terus-menerus melakukan upaya preventif dan kuratif, tanpa harus menunggu korban, akan mengurangi penderita DBD dan masyarakat bisa terhindar. ”Bergeraklah tanpa harus menunggu korban,” pintanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/