alexametrics
28.9 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Kades Harus Melayani dan Tepati Janji

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat 88 desa di Kabupaten Sumenep resmi memiliki kalebun baru sejak kemarin (16/12). Pemimpin desa itu dilantik oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Pendapa Keraton Sumenep. Pelantikan ini sekaligus memungkasi tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021.

Puluhan Kades itu terdiri atas 84 Kades hasil pilkades serentak dan 4 Kades pemilihan antarwaktu (PAW). Bupati Achmad Fauzi berpesan, Kades wajib melayani masyarakat dengan baik sesuai undang-undang. Aspek hukum setiap tindak apa pun dalam hal kebijakan harus benar-benar diperhatikan. ”Kepala desa adalah pelayan masyarakat,” katanya.

Karena itu, kepala desa tidak boleh putus komunikasi, baik dengan pemerintah daerah, lebih-lebih dengan dinas terkait. Yakni, dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD). Silakan berkoordinasi, apa yang menjadi kebijakan-kebijakan strategis,” tambahnya.

Baca Juga :  Percepat Penanganan Korban Gempa Batuputih

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath menyatakan, pelantikan merupakan momentum untuk mendekatkan negara kepada masyarakat. Terutama fungsi-fungsi pelayanan. Karena itu, janji-janji politis Kades wajib direalisasikan. ”Jika tidak, pelantikan ini tak ubahnya hanya euforia belaka,” ujarnya.

Menurut Darul, keberhasilan Kades dalam memimpin desa bisa diukur dari rancangan pembangunan jangka menengah (RPJM). Sebab, janji suci politisi tingkat desa merupakan nilai yang tertulis dalam RPJM.

”Saya kira itu indikator yang bisa dijadikan tolok ukur dalam melihat keberhasilan kepala desa dalam periode kepemimpinannya,” ungkap politikus asal Masalembu itu.

Dia yakin semua kepala desa memiliki skala prioritas dalam memimpin. Termasuk, pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesalihan sosial, kesetiakawanan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi mikro.

Baca Juga :  R. Idris Jabat Plt Sekkab Sumenep

”Tinggal kita lihat tingkat keragaman mereka memotret persoalan dan dinamika masyarakatnya seperti apa,” pungkas politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. (c3)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat 88 desa di Kabupaten Sumenep resmi memiliki kalebun baru sejak kemarin (16/12). Pemimpin desa itu dilantik oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Pendapa Keraton Sumenep. Pelantikan ini sekaligus memungkasi tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021.

Puluhan Kades itu terdiri atas 84 Kades hasil pilkades serentak dan 4 Kades pemilihan antarwaktu (PAW). Bupati Achmad Fauzi berpesan, Kades wajib melayani masyarakat dengan baik sesuai undang-undang. Aspek hukum setiap tindak apa pun dalam hal kebijakan harus benar-benar diperhatikan. ”Kepala desa adalah pelayan masyarakat,” katanya.

Karena itu, kepala desa tidak boleh putus komunikasi, baik dengan pemerintah daerah, lebih-lebih dengan dinas terkait. Yakni, dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD). Silakan berkoordinasi, apa yang menjadi kebijakan-kebijakan strategis,” tambahnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Pulau Belum Terlayani PLN

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath menyatakan, pelantikan merupakan momentum untuk mendekatkan negara kepada masyarakat. Terutama fungsi-fungsi pelayanan. Karena itu, janji-janji politis Kades wajib direalisasikan. ”Jika tidak, pelantikan ini tak ubahnya hanya euforia belaka,” ujarnya.

Menurut Darul, keberhasilan Kades dalam memimpin desa bisa diukur dari rancangan pembangunan jangka menengah (RPJM). Sebab, janji suci politisi tingkat desa merupakan nilai yang tertulis dalam RPJM.

”Saya kira itu indikator yang bisa dijadikan tolok ukur dalam melihat keberhasilan kepala desa dalam periode kepemimpinannya,” ungkap politikus asal Masalembu itu.

Dia yakin semua kepala desa memiliki skala prioritas dalam memimpin. Termasuk, pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesalihan sosial, kesetiakawanan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi mikro.

Baca Juga :  Dinsos Panggil Pendamping PKH yang Nyambi Jadi Anggota Panwaslu

”Tinggal kita lihat tingkat keragaman mereka memotret persoalan dan dinamika masyarakatnya seperti apa,” pungkas politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. (c3)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/